Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.
Tampilkan postingan dengan label Nasdaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasdaq. Tampilkan semua postingan

18 November 2016

Wall Street berakhir naik di tengah pernyataan Yellen | PT. KONTAK PEERKASA

PT. KONTAK PEERKASA - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mempertimbangkan pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen di tengah sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 35,68 poin atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 18.903,82 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,18 poin atau 0,47 persen menjadi berakhir di 2.187,12 poin, dan indeks komposit Nasdaq menguat 39,39 poin atau 0,74 persen menjadi 5.333,97 poin, lapor Xinhua.

Dalam kesaksiannya di depan Komite Ekonomi Gabungan Kongres AS pada Kamis, Yellen mengatakan bahwa akan menjadi tepat bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga relatif cepat, dan memperingatkan risiko-risiko mempertahankan tingkat suku bunga rendah terlalu lama.

"Komite (Pasar Terbuka Federal) menilai bahwa alasan untuk meningkatkan kisaran target terus menguat dan bahwa kenaikan semacam itu juga bisa menjadi tepat relatif dekat jika data yang masuk memberikan beberapa bukti lebih lanjut dari kemajuan lanjutan menuju tujuan Komite," kata Yellen.

Para analis mengambil komentar tersebut sebagai indikasi yang jelas bahwa bank sentral bisa menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Desember mencapai 90,6 persen.

Di sisi ekonomi, jumlah rumah baru yang dibanguan (housing starts) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Oktober berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,323 juta unit, Departemen Perdagangan mengumumkan, Kamis.

"Lonjakan besar dalam rumah baru yang dibangun pada Oktober menunjukkan akan ada lonjakan rumah baru datang ke pasar pada tahun 2017, yang akan mengurangi beberapa tekanan harga," kata Sophia Kearney-Lederman, seorang analis ekonomi di FTN Financial.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,4 persen pada Oktober disesuaikan secara musiman, setara dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis.

Dalam laporan terpisah, departemen mengatakan bahwa dalam pekan yang berakhir 12 November, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 235.000, turun 19.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya sebesar 254.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. 


Baba juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016

16 November 2016

Wall Street menguat didorong data positif dan kenaikan minyak | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - WALLSTREET sedikit menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Dow Jones Industrial Average memperpanjang rekor kenaikannya menjadi hari keempat berturut-turut, karena investor menyambut data ekonomi positif di tengah melompatnya harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,37 poin atau 0,29 persen menjadi berakhir di 18.923,06. Indeks S&P 500 naik 16,19 poin atau 0,75 persen menjadi ditutup pada 2.180,39, dan indeks komposit. Nasdaq melonjak 57,23 poin atau 1,10 persen menjadi 5.275,62.

Departemen Perdagangan AS pada Selasa mengumumkan bahwa perkiraan awal penjualan ritel AS untuk Oktober naik 0,8 persen dari bulan sebelumnya menjadi 465,9 miliar dolar AS, mengalahkan perkiraan pasar 0,6 persen.

"Konsumen kembali. Penjualan ritel hampir tidak meningkat pada Juli dan Agustus, tetapi September direvisi dari lemah menjadi kuat dan Oktober adalah gangbusters. Ini tidak perlu dikatakan, namun laporan ini memperkuat alasan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Sementara itu, harga impor AS naik 0,5 persen pada Oktober, setelah meningkat 0,2 persen pada September, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Selasa. Indeks harga untuk ekspor AS meningkat 0,2 persen pada Oktober menyusul peningkatan 0,3 persen bulan sebelumnya.

Sebuah "rebound" kuat harga minyak juga memberikan dorongan naik bagi pasar saham. Harga minyak melonjak pada Selasa setelah selama tiga sesi merugi, dengan minyak mentah AS dan minyak mentah Brent melonjak hampir enam persen, karena pasar melihat meningkatnya peluang bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mencapai kesepakatan pembekuan produksi pada akhir bulan ini.

Terangkat oleh harga minyak yang melonjak, sektor energi naik tajam 2,68 persen pada Selasa, sebagai pencetak keuntungan terbesar dalam 10 sektor S&P 500, demikian Xinhua.

Baca juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016

10 November 2016

Saham Wall Street naik sambut kemenangan Trump | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Saham-saham AS naik tajam pada hari Rabu dalam perubahan dramatis dari kerugian semalam ketika Wall Street menyambut kemenangan Donald Trump.

Setelah peringatan selama berbulan-bulan bahwa Trump akan menciptakan ketidakpastian dan kerusakan sentimen, investor mengalirkan uang ke sektor-sektor yang dapat mengambil manfaat dari kemenangan mantan bintang reality TV show ini.

Itu pembalikan curam dari malam sebelumnya, ketika pasar keuangan bereaksi keras atas hancurnya jalan kemenangan bagi calon presiden dari Demokrat Hillary Clinton dan S & P berjangka turun 5 persen.

"Pasar saham bertindak seperti seorang remaja. Ini membuat banyak permintaan tapi tidak tahu apa yang diinginkan," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, dikutip oleh Reuters.

Indeks Dow Jones ditutup naik 1,4 persen menjadi 18.589,69, hanya 0,25 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa pada Agustus. S & P 500 naik 1,11 persen menjadi 2.163,26 dan Nasdaq Composite menguat 1,11 persen menjadi 5.251,07.

Sekitar 11,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas rata-rata harian 7 miliar selama 20 sesi terakhir, demikian mengutip Reuters.

COPYRIGHT © ANTARA 2016

03 Maret 2015

Nasdaq tembus 5.000, pertama dalam 15-tahun

KONTAK PERKASA FUTURES - Nasdaq berakhir di atas 5.000 poin pada Selasa pagi untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, menutup pemulihan berkepanjangan di bursa setelah gelembung dot-com meledak secara spektakuler pada 2000. Indeks Komposit Teknologi Nasdaq melonjak 44,57 poin (0,90 persen) menjadi 5.008,10, penutupan di atas 5.000 untuk ketiga kalinya dalam sejarah Nasdaq. Kedua Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 juga telah mencapai rekor baru, karena pasar AS bergegas ke depan dalam enam perjalanan "bullish" selama enam tahun. Dow naik 155,93 poin (0,86 persen) menjadi ditutup pada 18.288.63, sedangkan indeks berbasis luas S&P maju 12,89 poin (0,61 persen) menjadi berakhir di 2.117,39. "Ini adalah hari yang menyenangkan untuk Nasdaq," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital. "Setelah 15 tahun, rekor baru tercapai, tapi kali ini pada dasar yang kokoh." Nasdaq masih sekitar 40 poin di bawah penutupan tinggi sepanjang waktu di 5.048,62, pada 10 Maret 2000.  Keuntungan pada Senin terjadi di tengah aliran pengumuman merger, termasuk akuisisi Freescale Semiconductor oleh NXP Semiconductor senilai 16,7 miliar dolar AS, dalam kesepakatan yang terkait dua perusahaan Nasdaq. Saham NXP melonjak 17,3 persen, sedangkan saham Freescale naik 11,8 persen. Keuntungan tersebar luas di antara raksasa teknologi Nasdaq lainnya: Intel naik 2,4 persen serta Cisco Systems dan Google masing-masing naik 2,3 persen. Apple, perusahaan AS terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,5 persen. Biogen, bagian dari gelombang perusahaan biotek Nasdaq, naik 1,5 persen, sementara Facebook, raksasa jejaring sosial, bertambah 1,0 persen. Perdagangan Senin bergairah menyusul perdagangan Februari yang menggebu untuk saham-saham AS berkat membaiknya data ekonomi, laba perusahaan yang solid dan berlanjutnya likuiditas dari bank sentral. Tesla Motors adalah salah satu dari beberapa perusahaan terkemuka Nasdaq yang goyah, kehilangan 3,0 persen karena laporan-laporan negatif para analis. "Berbagai halnya jauh dari cerah," kata catatan dari Barclays menunjuk pada belanja modal yang lebih tinggi dari perkiraan, di antara isu-isu lainnya. Komponen Dow, Visa, naik 2,6 persen karena Costco Wholesale mengumumkan Visa dan Citigroup akan menjadi penerbit eksklusif kartu kredit bermerek jaringan "big-box" itu menggantikan American Express. Saham stco naik 0,7 persen, sementara Citi bertambah 2,0 persen. Aruba Networks, yang mengkhususkan diri dalam teknologi informasi untuk jaringan wireless, turun 0,6 persen karena berita akan diakuisisi oleh raksasa teknologi Hewlett-Packard dalam sebuah kesepakatan bernilai tiga miliar dolar AS. HP naik 0,2 persen. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 2,08 persen dari 1,99 persen pada Jumat (27/2), sementara pada obligasi 30-tahun naik ke 2,67 persen dari 2,60 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

09 Januari 2015

Wall Street melonjak karena harga minyak stabil

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir melonjak untuk hari kedua berjalan pada Jumat pagi, karena harga minyak stabil dan investor menjadi lebih yakin terhadap stimulus moneter di Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 323,35 poin (1,84 persen) menjadi ditutup pada 17.907,87, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 36,24 poin (1,79 persen) menjadi berakhir di 2.062,14, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 85,72 poin (1,84 persen) menjadi 4.736,19. Harga minyak AS, yang telah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni, naik sedikit untuk hari kedua berturut-turut. Investor telah khawatir kejatuhan harga minyak mentah bisa menjadi sebuah tanda melemahnya pertumbuhan. Saham-saham Eropa melonjak karena optimisme Bank Sentral Eropa (ECB) akan segera mengambil langkah-langkah stimulus baru. "Ada beberapa bukti yang cukup jelas ECB akan segera bertindak," kata Hugh Johnson dari Hugh Johnson Advisors. "Tidak ada yang benar-benar baru hari ini, tetapi situasi telah berubah sejak bulan lalu, ketika tampak ada terlalu banyak keberatan birokrasi." Investor bersiap-siap untuk laporan ketenagakerjaan AS periode Desember pada Jumat, yang analis perkirakan akan menunjukkan ekonomi menambahkan 245.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 5,7 persen. Apple, perusahaan terbesar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, melonjak 3,8 persen karena mengumumkan bahwa App Store-nya membuat rekor baru pada 2014 dan pada awal 2015, dengan konsumen menghabiskan hampir setengah miliar dolar pada aplikasi di minggu pertama Januari. Saham teknologi lainnya yang naik signifikan termasuk anggota Dow Microsoft bertambah 2,9 persen, Facebook naik 2,7 persen dan pembuat chip Micron Technology menguat 4,9 persen. Ekuitas yang terkait minyak menguat. Anggota Dow ExxonMobil naik 1,7 persen, sementara Apache naik 3,9 persen dan perusahaan jasa minyak Weatherford International bertambah 2,76 persen. General Motors naik 1,0 persen karena kepala eksekutif produsen mobil itu Mary Barra memberikan prospek yang kuat untuk penjualan mobil AS, memproyeksikan penjualan industri lebih luas sekitar 16,5-17,0 juta unit pada 2015. Terakhir kali mencapai tingkat 17 juta unit pada 2001. Ford Motor naik 2,5 persen karena mengangkat dividen kuartalan sebesar 20 persen. Yahoo naik 3,4 persen setelah aktivis pemegang saham Starboard Value merilis surat peringatan kepala eksekutif Marissa Mayer menentang akuisisi besar dan mengatakan hal itu bisa membuat perubahan kepemimpinan di perusahaan teknologi itu, jika dia melakukan strategi yang salah. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun naik menjadi 2,01 persen dari 1,97 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,59 persen dari 2,53 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

12 Desember 2014

Wall Street menguat namun dibatasi penurunan harga minyak

KONTAK PERKASA FUTURESSaham-saham di Wall Street menguat pada Jumat pagi, menyusul laporan penjualan ritel positif, tetapi keuntungannya dibatasi oleh kekhawatiran atas penurunan cepat harga minyak. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 63,19 poin (0,36 persen) menjadi ditutup pada 17.596,34, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 naik 9,19 poin (0,45 persen) menjadi berakhir di 2.035,33, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 24,14 poin (0,52 persen) menjadi 4.708,16. Indeks berada di wilayah positif sepanjang hari, tetapi berakhir di bawah tertinggi intra-sesi mereka, dengan Dow sempat diperdagangkan di atas 17.750. "Para investor sedang memantau perkembangan harga minyak dan mereka tidak tahu apa yang dibuat dari itu," kata Jack Ablin, kepala investasi di BMO Private Bank. Harga minyak AS ditutup di bawah 60 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2009. Harga minyak telah kehilangan lebih dari 40 persen sejak Juni. Kekhawatiran utama bagi investor termasuk kekhawatiran bahwa para hedge fund atau bank besar bisa dirugikan oleh taruhan buruk pada minyak, kata Ablin. "Ada mendung menggantung di atas pasar," tambah dia. Data pemerintah AS menunjukkan bahwa penjualan ritel pada November naik 0,7 persen, sebuah awal yang kuat untuk musim belanja liburan. Saham-saham ritel memimpin reli didorong laporan penjualan, termasuk toko serba ada Macy yang naik 1,5 persen, komponen Dow Wal-Mart naik 1,0 persen dan jaringan tokok barang elektronik Best Buy bertambah 1,8 persen. Urban Outfitters, yang menjual pakaian berorientasi kalangan muda , melonjak 7,6 persen setelah mengatakan dalam laporannya kepada otoritas bursa bahwa penjualannya lebih tinggi sejauh pada kuartal keempat. Delta Air Lines melonjak 4,6 persen karena memperkirakan pendapatan sebelum pajaknya lebih dari lima miliar dolar AS pada 2015, sebagian karena harga bahan bakar minyak lebih rendah. Maskapai penerbangan memproyeksikan harga bahan bakar di pasar 2,10 - 2,20 dolar AS per galon, 70 sen lebih rendah dari 2014. Saham American Airlines dan United Continental keduanya naik 3,3 persen. Jaringan pemasok peralatan kantor Staples melonjak 8,7 persen karena aktivis investor Starboard Value mengambil sekitar enam persen saham di perusahaan. Starboard juga menyambar sekitar 10 persen saham di pesaing Staples, Office Depot, yang melonjak 12,1 persen. Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,18 persen dari 2,17 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun merosot menjadi 2,83 persen dari 2,84 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

20 November 2014

Nasdaq turun terseret saham Tesla dan Netflix

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham perusahaan teknologi yang sedang terbang tingi Netflix dan Tesla Motors tersandung pada Kamis pagi, menyeret Nasdaq berakhir 0,6 persen lebih rendah di hari perdagangan yang lesu untuk ekuitas AS. Indeks komposit teknologi Nasdaq turun 26,73 poin (0,57 persen) menjadi ditutup pada 4.675,71, lapor AFP. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 2,09 poin (0,01 persen) menjadi berakhir di 17.685,73, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 3,08 poin (0,15 persen) pada 2.048,72. Saham Tesla turun 3,9 persen setelah Morgan Stanley memangkas perkiraan labanya untuk produsen mobil listrik itu, sementara Netflix turun 4,7 persen setelah perusahaan media streaming itu menghentikan sebuah program Bill Cosby karena tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap komedian. Para analis mengatakan saham-saham Nasdaq yang panas juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung setelah kenaikan besar dalam beberapa pekan terakhir. Sementara saham-saham ritel mendukung pasar karena laporan laba menggembirakan. Jaringan toko serba ada Target naik 7,4 persen setelah melaporkan laba per saham kuartal ketiga 54 sen, jauh di atas perkiraan para analis 47 sen. Lowe, jaringan material perbaikan rumah, naik 6,4 persen karena laba bersih kuartal ketiganya melompat 17,3 persen menjadi 585 juta dolar AS. Perusahaan memperkirakan peningkatan penjualan 2014 sekitar 4,5-5,0 persen. Raksasa perlengkapan kantor Staples melonjak 9,1 persen karena laba kuartal ketiganya sebesar 37 sen per saham mengalahkan ekspektasi para analis sebesar satu sen. Family Dollar merosot 0,5 persen setelah menunda pemungutan suara pemegang saham tentang merger dengan pengecer diskon saingannya Dollar Tree hingga 23 Desember karena pihaknya menunggu persetujuan dari regulator antitrust AS. Dollar Tree naik 1,0 persen. Dollar General, yang telah menawarkan untuk membeli Family Dollar dalam sebuah kesepakatan yang bersaing, mengatakan pihaknya membuat "kemajuan yang baik" dengan para pejabat antitrust AS tentang transaksi yang diusulkannya. Saham Dollar General turun 0,1 persen. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,35 persen dari 2,32 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,07 persen dari 3,04 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

20 Agustus 2014

Nasdaq capai tertinggi baru 14-tahun didukung data positif

Saham-saham AS menambah keuntungan sebelumnya pada Rabu, dengan Indeks Komposit Nasdaq menyentuh tertinggi baru selama 14-tahun, didukung data positif dan laba peritel perbaikan rumah Home Depot. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 80,85 poin, atau 0,48 persen, menjadi 16.919,59. Indeks S&P 500 bertambah 9,86 poin, atau 0,50 persen, menjadi 1.981,60. Indeks Komposit Nasdaq menguat 19,20 poin, atau 0,43 persen, menjadi 4.527,51, lapor Xinhua. Dengan ketegangan geopolitik tampak mulai memudar, investor lebih memperhatikan fundamental, seperti data ekonomi dan pendapatan perusahaan, yang menunjukkan ekonomi terbesar dunia itu terus membaik. Harga konsumen AS naik di laju paling lambat dalam lima bulan pada Juli, menunjukkan bahwa tekanan harga tetap jinak karena ekonomi membaik, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Selasa. Indeks Harga Konsumen (IHK), merupakan ukuran utama inflasi, meningkat 0,1 persen pada Juli disesuaikan secara musiman, sementara di atas 12 bulan terakhir, indeks naik 2,0 persen sebelum penyesuaian musiman. Beberapa analis percaya bahwa angka inflasi hangat dapat memberikan amunisi bagi Federal Reserve AS guna mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar di tempat untuk waktu yang lama, yang akan mengangkat pasar saham lebih lanjut. Sementara itu, data "housing starts" (rumah yang baru dibangun) naik tajam sebesar 15,7 persen pada Juli dari bulan sebelumnya, kata Departemen Perdagangan. Data menunjukkan bahwa "housing starts" milik pribadi untuk Juli berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,093 juta unit, tingkat tertinggi sejak November lalu. Dalam pendapatan perusahaan, Home Depot melaporkan penjualan dan laba bersih untuk kuartal kedua yang mengalahkan ekspektasi analis. Perusahaan mengatakan penjualannya untuk toko-toko AS meningkat 6,4 persen pada kuartal tersebut. Saham Home Depot naik 5,55 persen menjadi 88,23 dolar AS per saham. Selain itu, investor terus mengamati saingannya, Lowe, yang dijadwalkan akan mengungkapkan laba kuartal kedua sebelum bel pembukaan Rabu waktu setempat.

13 Agustus 2014

Wall Street berakhir turun setelah data Jerman mengecewakan

Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Rabu, setelah data ekonomi Jerman mengecewakan dan menjelang laporan tentang penjualan ritel Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 9,44 poin (0,06 persen) menjadi berakhir pada 16.560,54, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 turun 3,17 poin (0,16 persen) menjadi 1.933,75, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 12,08 poin (0,27 persen) menjadi 4.389,25. Sentimen pasar menjadi tumpul oleh penurunan 18,5 poin dalam indeks kepercayaan investor ZEW Jerman menjadi 8,6 poin pada Agustus, tingkat terendah sejak Desember 2012. Saham Intercept Pharmaceuticals melompat 16,6 persen lebih tinggi karena mengungkapkan hasil klinis yang menggembirakan dari percobaan pada eksperimental obat penyakit hati. Deutsche Bank mengatakan hasil itu "menetapkan secara tegas" pengobatan Intercept sebagai "pemain besar" untuk steatohepatitis non alkohol. Perusahaan biofarmasi lain, MannKind, jatuh 12,3 persen, satu hari setelah mengungkapkan kesepakatan lisensi di seluruh dunia dengan raksasa farmasi Prancis Sanofi untuk mengkomersilkan terapi insulin Afrezza. Bank of America Merrill Lynch mengatakan bahwa sementara Sanofi adalah mitra "sangat kuat", struktur kesepakatan itu akan menunda pemberian imbalan kepada MannKind. Schlumberger turun 1,2 persen setelah mengatakan bahwa sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Moskow telah memukul jasa ladang minyaknya di Rusia dan akan mengurangi tiga sen per saham dari laba pada kuartal ketiga. Rumah mode wanita Kate Spade anjlok 25,4 persen karena perusahaan mengatakan lingkungan kompetitif yang sulit telah memaksanya untuk memangkas harga. Itu dibayangi peningkatan perkiraan laba perusahaan. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,44 persen dari 2,42 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,27 persen dari 3,23 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

17 Desember 2013

Saham AS sedikit berubah setelah DPR ASmenyetujui anggaran

New York, Bloomberg (13/12) – Saham-saham AS sedikit berubah, menandai minggu terburuk bagi indeks Standard & Poor 500 sejak Agustus lalu, dengan kerugian produsen minyak dan telekomunikasi mengimbangi keuntungan setelah DPR mengesahkan kesepakatan anggaran. Indeks S & P 500 turun kurang dari 0,1 persen menjadi 1,775.32 pada pukul 4 pm di New York. Indeks acuan saham itu telah jatuh sebesaer 1,7 persen minggu ini, penurunan terbesar sejak Agustus. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 15,93 poin, atau 0,1 persen, ke posisi 15,755.36. DPR AS meluluskan rancangan anggaran kemarin sore yang akan membatasi pemotongan belanja otomatis dan menghindari terulangnya shutdown pemerintah seperti Oktober lalu. Kesepakatan itu melindungi program yang diajukan oleh Demokrat dan keringanan pajak korporasi yang diminta oleh Partai Republik. Jumlahnya hampir sama hasil pemungutan suara dari para anggota parlemen kedua partai politik terhadap kompromi tersebut. Senat harus menyetujui undang-undang dan Presiden Barack Obama telah menandatanganinya.

Emas rebound, data harga grosir tahan spekulasi tapering

New York, 13/12 (Bloomberg) – Emas berjangka naik di New York setelah tanda-tanda inflasi AS yang rendah menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan di Federal Reserve yang akan bertemu minggu depan memiliki lebih banyak ruang untuk tetap mempertahankan program pembelian obligasi bulanannya. Tingkat harga grosir turun untuk bulan ketiga pada bulan November, mencerminkan biaya yang lebih rendah untuk energi dan mobil, berdasarkan laporan ekonomi terbaru yang dirilis Departemen Tenaga Kerja hari Jumat. Sekedar catatan bahwa bullion telah naik 70 persen sejak akhir 2008 hingga Juni 2011 karena the Fed membeli obligasi dan mempertahankan suku bunga mendekati nol persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah resesi global yang paling parah sejak Perang Dunia II. "Jika Anda yakin bahwa inflasi masih tidak ada, itu seharusnya cukup untuk menurunkan wacana tapering dari rapat kebijakan Fed minggu depan," ungkap Peter Hug, direktur perdagangan global dari Kitco Metals Inc. Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,9 persen menjadi $ 1,235.90 di Comex, New York. Harga merosot 2,6 persen kemarin, terbesar sejak 1 Oktober. Harga juga didukung "beberapa kenaikan permintaan di China," Abhishek Chinchalkar, analis riset dari AnandRathi Komoditas Ltd di Mumbai. "Kami berharap pergerakan emas cukup berfluktuasi menjelang pertemuan FOMC minggu depan." Hingga kemarin, harga emas telah turun 27 persen sejak awal tahun ini, menuju penurunan tahunan pertama sejak tahun 2000. Sebagian investor telah kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai tempat penyimpan nilai sejalan dengan reli ekuitas AS. (brc)

Saham AS jatuh ke satu bulan terendah karena prospek pemangkasan stimulus

New York, Bloomberg (12/12) – Saham-saham AS turun hari ketiga, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 ke level terendah satu bulan, karena membaiknya data ekonomi yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas stimulus pada awal minggu depan. Indeks S & P 500 turun 0,4 persen menjadi 1,775.50 pada pukul 4 pm di New York, memperpanjang penurunan tiga hari menjadi 1,8 persen setelah ditutup pada rekor tertinggi di 9 Desember lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 104,10 poin, atau 0,7 persen, ke 15,739.43, juga terendah satu bulan. Indeks S & P 500 turun 1,1 persen kemarin setelah tercapai kesepakatan anggaran federal yang memicu kekhawatiran tambahan bahwa Fed mungkin akan mulai memangkas pembelian obligasi lebih awal dari perkiraan. Data hari ini menunjukkan tingkat penjualan ritel yang naik lebih dari perkiraan pada bulan November. Laporan terpisah juga menunjukkan angka klaim tunjangan pengangguran melonjak minggu lalu dari hampir tiga bulan rendah. Indeks Kenyamanan Konsumen Bloomberg naik selama seminggu berturut-turut yang mengindikasikan bahwa orang Amerika tumbuh lebih optimis tentang ekonominya. Data pekan lalu menunjukkan tingkat pengangguran jatuh ke lima tahun rendah dan ekonomi tumbuh di kuartal ketiga pada tingkat yang lebih cepat dari perkiraan semula. The Fed mungkin akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan senilai $ 85 milyar pada pertemuan FOMC 17-18 Desember mendatang, menurut 34 persen ekonom yang disurvei oleh Bloomberg pada 6 Desember, naik dari 17 persen dalam jajak pendapat 8 November lalu.

Emas jatuh terbesar dalam 10 pekan pada prospek pemangkasan stimulus

New York, 12/12 (Bloomberg) – Emas ditutup pada penurunan terbesarnya dalam 10 minggu terakhir di New York di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mengurangi pembelian obligasi mengikuti pencapaian kesepakatan anggaran diantara anggota parlemen AS. Dua tahun anggaran AS telah sesuai dan berada di jalur untuk memenangkan pengesahan di Kongres dan tingkat penjualan ritel Amerika di bulan November naik 0,7 persen selama November, terbesar sejak Juni, berdasarkan data yang dirilis pemerintah hari ini. The Fed mungkin akan mulai memotong stimulus pada pertemuan FOMC tanggal 17-18 Desember mendatang, menurut 34 persen ekonom yang disurvei oleh Bloomberg pada 6 Desember lalu, probabilitas yang naik dari 17 persen pada survey sebelumnya di 8 November. "Perjanjian anggaran adalah faktor lain yang bisa mendukung tapering program pembelian obligasi bulanan Federal Reserve untuk lebih cepat," ungkap Jim Wyckoff, analis senior dari Kitco Inc. "Data ekonomi AS terakhir juga menunjukkan bahwa the Fed akan tetap melaksanakan tapering." Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 2,6 persen dan diselesaikan pada level $ 1,224.90 per ounce pukul 1:45 di Comex, New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 1 Oktober. "Tampaknya masih masuk bila emas bisa kembali ke $ 1.220 terkait rencana keputusan the Fed," kata Bjarne Schieldrop, analis komoditas dari SEB AB. "Namun, bila melihat tahun depan, tidak begitu terlalu bearish juga karena tingkat suku bunga akan terus berada di rekor rendah dan pelonggaran kuantitatif masih akan berlanjut untuk sementara waktu bahkan jika itu secara bertahap akan dikurangi."
New York, AFP (11/12) – Saham-saham AS tumbang pada hari Rabu di penurunan yang analis kaitkan dengan profit taking setelah lonjakan pasar saham selama tahun 2013. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 129.60 (0,81 persen) menjadi 15,843,53. Indeks berbasis luas S & P 500 turun 20.40 (1,13 persen) menjadi 1,782.22, sementara Nasdaq Composite, Index teknologi Nasdaq menyerah 56,68 (1,40 persen) pada level 4,003.81. "Pasar telah berada dalam suasana hati sell-off sejak awal bulan, dan memang demikian setelah naik 25 persen," kata Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management, mengacu pada gain S & P 500 sejauh ini pada tahun 2013. "Ini semakin dekat dengan akhir tahun," kata Michael James, managing director perdagangan saham dari Wedbush Securities. "Ada lebih banyak keuntungan untuk dilindungi pada tahun ini." Penurunan ini terjadi setelah anggota parlemen AS meluncurkan kesepakatan anggaran federal untuk dua tahun ke depan yang akan mencegah shutdown pemerintah lain pada bulan Januari mendatang. Kesepakatan itu masih perlu untuk memenangkan persetujuan dari Perwakilan DPR dan Senat.

Emas turun pasca gain tiga hari

New York, 11/12 (Reuters) – Harga emas jatuh pada hari Rabu setelah reli tiga hari yang didorong oleh aksi short-covering covering investor setelah kesepakatan anggaran AS yang dicapai hari Selasa lalu mendukung harapan untuk pengurangan stimulus moneter AS lebih awal. Kesepakatan anggaran bipartisan yang diumumkan oleh Kongres AS pada Selasa lalu diperkirakan akan mengakhiri tiga tahun ketidakstabilan kebuntuan fiskal di Washington yang memuncak pada bulan Oktober lalu dan berakhir dengan shutdown pemerintah secara parsial. "Perjanjian anggaran di Kongres menghapus beberapa ketidakpastian yang berpotensi membujuk Fed tidak mengurangi kembali stimulus seperti pada bulan Oktober lalu ketika mereka
memiliki kesempatan itu," kata Ole Hansen, Kepala strategi komoditas Saxo Bank. Spot emas 0,6 persen lebih rendah pada posisi $ 1,252.50 per ounce pukul 03:59 WIB, setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu terakhir pada hari Selasa lalu. Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun $ 3,90 dan diselesaikan pada posisi $ 1,257.20, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah 30 - hari rata-rata berdasarkan data awal dari Reuters. Bank sentral AS akan bertemu pada 17-18 Desember. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan Fed untuk mulai tapering program pembelian obligasi bulanan pada bulan Maret, meskipun ada beberapa kemungkinan untuk bisa lebih awal menyusul data ekonomi yang kuat baru-baru ini. Logam mulia lainnya sebagian besar lebih rendah sejalan dengan emas. Perak turun 0,4 persen di $ 20,27 per ounce, sementara platinum turun 0,2 persen pada $ 1,381.7 per ounce. (brc)

16 Desember 2013

Kejatuhan dollar bantu rebound emas

New York, 10/12 (Bloomberg) – Emas ditutup pada kenaikan terbesar sejak pertengahan Oktober karena melemahnya dolar meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai alternatif investasi. Perak mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu terakhir. Index US Dollar Bloomberg menuju kerugian keempat beruntun, kemerosotan terpanjang dalam dua bulan terakhir. Para pedagang membatalkan taruhan pada harga emas yang lebih rendah di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan memberi sinyal bahwa suku bunga jangka pendek AS akan tetap rendah, kata Bart Melek, kepala strategist komoditas dari TD Securities di Toronto. Emas berjangka untuk pengiriman Februari melonjak 2,2 persen untuk diselesaikan pada harga $ 1,261.10 per ounce pukul 1:37 di Comex, New York, kenaikan terbesar sejak 17 Oktober. Harga mencapai $ 1,267.50, tertinggi sejak 20 November. Hedge fund dan manajer uang lainnya memegang posisi netlong di emas berjangka dan opsi sebesar 26.774 dalam pekan yang berakhir 3 Desember, berdasarkan data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS menunjukkan. Taruhan jual naik 6,2 persen menjadi 79.631, hanya 0,6 persen dari rekor yang tercapai pada Juli. Bullion siap untuk penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun. Sebagian investor telah kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai tempat penyimpan nilai di tengah spekulasi bahwa Fed akan mengurangi skala pembelian obligasi senilai $ 85 milyar per bulan karena membaiknya ekonomi. Data pekan lalu menunjukkan payrolls AS naik lebih dari perkiraan selama bulan November. Para pembuat kebijakan the Fed akan bertemu berikutnya pada tanggal 17-18 Desember mendatang. "Kami melihat short-covering dan beberapa bargain hunting, ditambah dengan tanda-tanda kenaikan permintaan fisik di China," ungkap David Govett, kepala logam mulia dari Marex Spectron Group di London. "Pasar masih terbatas pada kenaikannya" karena para pedagang menunggu pertemuan Fed, katanya. Perak berjangka untuk pengiriman Maret naik 3,1 persen menjadi $ 20,315 per ounce di New York, setelah mencapai $ 20,43, tertinggi sejak 20 November. (brc)

Menunggu data penjualan ritel, saham AS berakhir rendah

New York, AFP (11/12) – Saham AS berakhir lebih rendah pada Selasa karena investor menunggu laporan penjualan ritel yang mencakup awal musim belanja liburan yang yang dianggap penting. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 52,40 poin ( 0,33 persen) menjadi 15,973.13. S & P 500 turun 5,75 ( 0,32 persen ) pada posisi 1,802.62, sementara Index teknologi Nasdaq Composite turun 8,26 ( 0,20 persen) menjadi 4,060.49. Kerugian muncul pada hari perdagangan yang cukup tenang untuk berita ekonomi, kata Michael James, managing director dari Wedbush Securities. James mengatakan bahwa laporan ekonomi utama minggu ini akan pada data hari Kamis terkait penjualan ritel bulan November. Ekspektasinya cukup rendah karena didasarkan pada bukti anekdot tentang lalu lintas di sebagian besar mall, katanya . "Apakah data akan mengabadikan tren negatif? " katanya. "Atau kita akan mendapatkan secercah harapan bahwa mungkin hal-hal tidak seburuk perkiraan ?" Saham perbankan bereaksi terhadap keputusan yang ditunggu-tunggu oleh regulator AS untuk menempatkan kontrol ketat terhadap perdagangan account bank mereka sendiri. Peraturan yang dikenal sebagai Aturan Volcker tersebut akan berlaku pada tahun 2015. (brc)

S & P naik ke rekor baru

New York, Bloomberg (09/12) – Saham-saham AS naik, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 ke rekor barunya, karena investor menimbang “timing” dari rencana tapering Federal Reserve di tengah negosiasi anggaran di Washington. Index S & P 500 naik 0,2 persen menjadi 1,808.37 di New York, melampaui rekor sebelumnya di 1,807.23 yang tercatat pada 27 November lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,33 poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke level 16,025.53. Indeks jatuh kurang dari 0,1 persen pekan lalu, akhiri reli delapan minggu yang terpanjang dalam hampir satu dekade, karena membaiknya data ekonomi memicu kekhawatiran bahwa Fed akan mengurangi stimulus lebih cepat dari yang diperkirakan. Para pembuat kebijakan Fed mungkin akan mulai melakukan tapering dari pembeli obligasi bulanannya pada pertemuan 17-18 Desember mendatang, menurut 34 persen ekonom yang disurvei Bloomberg pada 6 Desember lalu, meningkat dari 17 persen pada survei bulan November. Pada bulan November, 53 persen memperkirakan tapering akan terjadi di Maret, dibandingkan dengan 40 persen dalam jajak pendapat dari 35 ekonom. Presiden Fed Bank of St Louis, James Bullard mengatakan dalam pidato hari ini bahwa kemungkinan tepering pembelian obligasi telah meningkat seiring dengan kenaikan di pasar tenaga kerja, namun setiap tapering harus perlahan ditengah inflasi yang masih rendah. Bank sentral juga akan mengamati hasil pembicaraan anggaran AS. Negosiator kongres mendekati kesepakatan untuk memangkas pemotongan belanja otomatis dan gagal pembicaraan fiskal yang telah berlangsung selama 3 tahun di Washington . Perwakilan Republik, Paul Ryan dan Senator Demokrat, Patty Murray mengatakan mereka optimis untuk bisa mencapai kompromi dengan batas waktu 13 Desember mendatang. (brc)

Seiring dollar yang lebih lemah, harga emas lakukan rebound

New York, 09/12 (Reuters) – Harga emas naik pada hari Senin karena dollar yang melemah, dan penurunan tajam pada taruhan bullish baru-baru ini oleh para fund manager membuat para investor berfikir bahwa logam tersebut telah hampir mencapai bottom-nya. Dengan kurangnya data ekonomi AS sebagai acuan perdagangan, para investor mengalihkan perhatian kepada data ekonomi China yang menunjukan tingkat inflasi konsumen tahunan yang melambat secara tak terduga di bulan November, meredakan kekhawatiran pasar terhadap pengetatan kebijakan dalam waktu dekat. Ini adalah hal yang positif untuk emas. Laporan Commitments of Traders dari US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada Jumat lalu memberikan isyarat bahwa gelombang penjualan yang besar di emas kemungkinan telah berkurang tekanannya. CFTC menunjukan bahwa para hadge funds dan manager uang memangkas taruhan bullish mereka ke level terendah sejak Juli 2007, sementara mereka menaikan taruhan bearish pada emas ke level
tertinggi hampir 7,5 tahun. Spot emas naik 0,4 persen menjadi $ 1,234.46 per ounce pada pukul 00:43 WIB. Pekan lalu, emas turun 2 persen. Lonjakan pada posisi bearish baru-baru ini terjadi karena data pekerjaan minggu lalu yang lebih baik dari perkiraan dan data GDP meningkatkan spekulasi bahwa harga emas mungkin bisa pulih pada reli short-covering, kata para analis. Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik $ 4,10 menjadi $ 1,233.10 per ounce berdasarkan data awal dari Reuters. (brc)

09 Desember 2013

Bursa Saham A.S tahan penurnan lima hari pasca rilis data pekerjaan

New York, Bloomberg (06/12) – Saham AS naik, menghentikan penurunan selama lima hari untuk indeks Standard & Poor 500, seiring para investor menimbang pertumbuhan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan untuk mengukur kekuatan ekonomi dan waktu pemotongan stimulus oleh Federal Reserve. Indeks S&P 500 naik 1,1 persen menjadi 1,804.92 pada pukul 4 sore di New York. Penguatan indeks ini memangkas penurunan mingguan menjaadi kurang dari 0,1 persen setelah turun masingmasing pada empat sesi terakhir. Tingkat pengangguran AS turun menjadi 7 persen, yang menunjukkan kemajuan dalam pasar tenaga kerja yang akan membantu memberikan percikan bagi perekonomian AS. Indeks S&P 500 telah jatuh selama lima hari berturut-turut, penurunan terpanjang sejak bulan September, seiring membaiknya data ekonomi yang memicu kekhawatiran Federal Reserve akan mengurangi pembelian obligasi bulanan senilai US$ 85 miliar yang dimaksudkan untuk menekan suku bunga dan mendorong pertumbuhan. Sebanyak 203.000 kenaikan gaji mengikuti revisi kenaikan 200.000 pada bulan Oktober, berdasarkan angka dari Departemen Tenaga Kerja. Perkiraan rata-rata dari 89 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah untuk kenaikan sebesar 185.000. Laporan pada 4 Desember dari ADP Research Institute menunjukkan perusahaan menaikan penggajian pada bulan November ke tingkat paling tinggi dalam setahun terakhir. Selain itu, data indeks sentimen konsumen dari The Thomson Reuters/University of Michigan untuk bulan Desember naik menjadi 82,5 dari 75,1 pada bulan November, para ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 76, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg. (brc)