Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

10 Agustus 2017

Rusia Upayakan Lepas dari Ketergantungan Terhadap Dolar AS

Moskow menganggap AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.



Kontakperkasa - Moskow berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sebagai mata uang pembayaran, demikian menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.

“Kami tentu saja akan berupaya dalam hal substitusi impor, pengurangan ketergantungan terhadap sistem pembayaran AS, juga dolar AS sebagai mata uang pembayaran, dan sebagainya. Ini perlu dilakukan,” ujarnya kepada majalah International Affairs, seperti yang diberitakan Sputnik.

Saat diwawancara Sputnik Radio, Senin (7/8), Ryabkov mengatakan bahwa AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.

“Untuk Eropa, hal itu adalah bentuk kompetisi tidak adil yang menguntungkan AS, yang menggunakan ekstrateritorialitas serta dominasinya di sistem keuangan dan moneter internasional, sistem pembayaran internasional, serta sistem hukum, untuk menekan urusan negara lain. Baik itu urusan Tiongkok, Eropa, Rusia — apa pun,” ujar Ryabkov.

Sang wakil menteri menambahkan, kecuali pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap sistem finansial AS, Rusia akan selalu “bergantung pada hal tersebut, dan itu yang mereka (AS) inginkan.”

“Penting bagi kami untuk menciptakan skema ekonomi yang efisien yang dapat membuat kami tidak tergantung pada dolar AS dan sistem moneter mereka.”

Sumber: indonesia.rbth.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures