KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada Selasa pagi, karena dolar AS berbalik menguat. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 5,00 dolar AS, atau 0,44 persen, menjadi menetap di 1.132,80 dolar AS per ounce. Emas mundur kembali dari keuntungan minggu lalu karena penguatan greenback menghambat permintaan untuk emas, kata analis. Kenaikan dalam saham Eropa dan AS pada Senin juga menekan emas berjangka karena mendorong para investor menjauh dari logam mulia. James Bullard, Kepala Cabang Federal Reserve St. Louis, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Senin, bahwa masih ada kesempatan The Fed bisa menaikkan suku bunganya pada pertemuan Oktober. Para analis mencatat bahwa komentar ini memberikan dukungan tambahan untuk dolar AS dan membebani emas yang dihargakan dalam dolar. Emas berjangka naik tajam pada Jumat lalu, menyusul keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunganya tidak berubah sehari sebelumnya pada pertemuan kebijakan terbaru. Harga naik emas 1,86 persen pada Jumat dan naik 3,13 persen selama pekan lalu. Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember bertambah 5,80 sen atau 0,38 persen menjadi ditutup pada 15,221 dolar AS per ounce, sementara platinum untuk pengiriman Oktober kehilangan 10,70 dolar AS atau 1,09 persen menjadi ditutup pada 973,70 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.
22 September 2015
Wall Street dibuka lebih tinggi
September 22, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street naik pada pembukaan perdagangan Senin, sebagian pulih dari kemunduran Jumat lalu menjelang data baru penjualan rumah dan rilis data ekonomi lainnya pekan ini. Dalam lima menit pertama perdagangan, Dow Jones Industrial Average mencapai 16.484,40, naik 99,82 poin (0,61 persen), lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 naik 10,59 poin (0,54 persen) menjadi 1.968,62, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 26,28 poin (0,55 persen) menjadi 4.853,91. Indeks S&P 500 telah jatuh 1,6 persen pada Jumat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga nol karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global.
Minyak berbalik naik dari penurunan tajam
September 22, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak berbalik naik pada Selasa pagi dalam apa yang analis katakan tampak seperti koreksi teknikal dari kerugian berat pekan lalu, ketika gambaran kelebihan pasokan global masih utuh. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 2,00 dolar AS atau 4,1 persen menjadi ditutup pada 46,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, hampir menghapus kerugian pada Jumat lalu. Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk November berakhir di 48,92 dolar AS per ounce per barel di perdagangan London, naik 1,45 dolar AS dari penutupan Jumat lalu. "Ini benar-benar sisi teknikal yang mendorong pasar," kata Ted Sloup dari iiTrader, mencatat bahwa volume perdagangan tipis. Sloup mengatakan penurunan dalam jumlah rig minyak AS pada Jumat memberi pedagang "sebuah alasan" untuk membeli. "Tapi ada sejumlah besar minyak mentah di luar sana," kata dia. Tim Evans dari Citi Futures setuju: "Beberapa produsen tentu di bawah tekanan, tetapi pasokan global tetap lebih tinggi daripada permintaan karena produksi OPEC yang kuat." Harga minyak jatuh pada Jumat lalu setelah Federal Reserve AS menyatakan keraguannya tentang kekuatan ekonomi global, sehingga menahan diri dari menaikkan suku bunga. "Ada begitu banyak ketidakpastian seputar pertemuan (Fed) terbaru yang telah menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar minyak," Myrto Sokou, analis senior di broker Sucden, mengatakan, demikian AFP.
Saham-saham Wall Street menguat
September 22, 2015
News Market

Langganan:
Postingan (Atom)