Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.
Tampilkan postingan dengan label Donald Trump. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donald Trump. Tampilkan semua postingan

11 Desember 2017

Trump Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Reaksi BPS

Kontak Perkasa, Bogor - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melontarkan pernyataan panas yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal tersebut berpengaruh terhadap kondisi ekonomi maupun politik dunia karena pemimpin dunia, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keputusan Trump.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti berharap pernyataan Trump terkait Yerussalem tak berdampak pada hubungan dagang antara Indonesia dan AS maupun Israel.

"Kita belum tahu ya, tergantung pembicaraan ke depan. Tapi harapannya tidaklah (mengganggu hubungan dagang dengan AS dan Israel)," kata dia saat acara Workshop Peningkatan Wawasan Statistik Kepada Media di Bogor, Minggu (10/12/2017).

Menurutnya, pemerintah Indonesia sedang mendorong ekspor ke AS dan Israel karena potensinya yang besar. Dengan demikian, Yunita berharap tidak berlanjut pada hubungan yang semakin memanas, seperti saling boikot.

"Janganlah sampai mempengaruhi perdagangan internasional karena potensi ekspor sangat besar ke AS dan Israel. Kita kan juga masih impor kedelai, jagung dari AS, khawatirnya tidak ada substitusinya," terangnya.

"Jadi jangan sampai menutup diri gara-gara ada konflik di luar. Tidak perlu boikot-boikotan, karena itu akan mengurangi ekspor kita," lanjut  Yunita.

Dari data BPS, Indonesia mengecap surplus neraca dagang dengan AS sebesar US$ 6,32 miliar sepanjang Januari-Agustus 2017. Realisasi ini berada di posisi kedua setelah India US$ 6,68 milar dan di atas Belanda senilai US$ 2,11 miliar.

Sementara total nilai impor Israel dari Indonesia mencapai US$ 102,94 juta sejak Januari-Oktober 2017. Khusus di Oktober nilainya US$ 2,12 juta. Sedangkan ekspor Israel ke negara ini senilai US$ 100,66 juta pada periode yang sama tahun ini. Sehingga Indonesia meraih surplus dagang senilai US$ 2,28 juta.

Guncang Stabilitas Keamanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan tersebut "bertentangan" dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh dekade.

Pengumuman Trump sekaligus menandai langkah awal pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan," ujar Trump saat berpidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari nytimes.com, Kamis 8 Desember 2017.

"Saya sendiri juga kan hadir di sana untuk meneguhkan kita semuanya betapa kita, dukungan kita, rakyat kita, kepada Palestina itu tidak berubah," imbuh Trump.

Jokowi mengaku khawatir pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ini dapat mengguncang stabilitas kemanan dan stabilitas perdamaian di dunia. Menurut dia, hal tersebut juga yang kini dikhawatirkan semua Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

10 November 2017

Donald Trump Lancar Gunakan Twitter di China, Bukannya Diblokir?

Kontak Perkasa - Beijing - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak akan membiarkan seorang pun menghentikannya dari bermain Twitter. Bahkan, di negara di mana banyak media sosial dilarang, ia masih lancar mentwit.

Hal itu dilakukannya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Negeri Tirai Bambu itu memang dikenal ketat mengatur penggunaan media sosial.

"Presiden akan mentwit kapan pun dia mau," ujar seorang pejabat kepada sejumlah awak media di Air Force One, saat Trump berangkat menuju China -- salah satu dari lima negara yang ia kunjungi dalam tur 11 ke Asia.

"Itu adalah cara dia berkomunikasi langsung dengan masyarakat Amerika," imbuh pejabat tersebut.

Dikutip dari Independent, Kamis (9/11/2017), para turis biasanya mengatasi larangan menggunakan media sosial saat berada di China, baik menggunakan virtual private network (VPN) atau melalui layanan data roaming.

"Saya yakin kami memiliki perlengkapan di pesawat ini untuk memungkinkan hal itu (menggunakan Twitter) terjadi," ujar pejabat tersebut.

"Tapi perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun platform media sosial Barat utama yang diizinkan beroperasi di China," imbuh dia.

China telah lama mengatakan bahwa mereka ingin membuka ekonomi mereka kepada dunia. Namun, mereka masih memblokir sejumlah media sosial populer yang digunakan oleh banyak penduduk dunia.

Facebook, You Tube, dan Twitter merupakan tiga dari sejumlah medsos yang tak dapat diakses di sana. Selain itu, Snapchat dan Pinterest juga diblokir.

Akun Twitter Pribadi Donald Trump Mendadak Lenyap, Dibajak?

Sebelumnya, akun Twitter pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat lenyap dari peredaran selama beberapa saat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 2 November 2017.

Dimuat oleh The Guardian, Akun Twitter pribadi sang presiden nonaktif selama kurang lebih 11 menit pada kurun waktu pukul 16.00 waktu AS.

Sehingga, selama 11 menit, ketika mencari akun @realDonaldTrump di Twitter, maka media sosial itu akan menampilkan pesan, "Maaf, laman yang Anda cari tidak ada!"

Berbagai spekulasi atas peristiwa itu beredar. Beberapa orang mengira, ada orang yang membajak akun Twitter pribadi sang presiden. Yang lain menduga, Trump sendiri yang menonaktifkan akunnya.

Akan tetapi, pihak Twitter segera menjelaskan, "Akun tersebut secara tidak sengaja telah dinonaktifkan karena 'human error' yang dilakukan oleh salah satu karyawan kami."

"Melalui penyelidikan kami, telah diketahui bahwa peristiwa itu dilakukan oleh seorang karyawan Twitter yang bekerja sebagai customer support. Ia melakukan hal tersebut pada hari terakhir ia bekerja untuk kami. Saat ini, kami sedang melakukan tinjauan internal secara penuh," kata rilis baru dari Twitter.

Mengingat pelaku melaksanakan aksinya pada hari terakhir ia bekerja di perusahaan teresebut, maka ada kemungkinan bahwa tindakan itu disengaja.