KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu pagi, karena dolar dan ekuitas AS menguat. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 9,3 dolar AS atau 0,75 persen, menjadi menetap di 1.232,20 dolar AS per ounce. Emas diletakkan di bawah tekanan karena Indeks Spot Dolar naik 0,25 persen menjadi 94,6890. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Emas juga berada di bawah tekanan tambahan setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan pembukaan pekerjaan dan perputaran tenaga kerja yang menunjukkan 5,028 juta lowongan pekerjaan pada hari kerja terakhir Desember. Ini lebih baik dari yang diharapkan dan kemungkinan memberikan dorongan terhadap dolar dan menekan emas. Namun, penurunan logam berharga dibatasi oleh ketidakpastian di zona euro, di mana kekhawatiran atas stabilitas di Yunani dan situasi di Ukraina masih tetap. Perak untuk pengiriman Maret turun 19,7 sen atau 1,15 persen, menjadi ditutup pada 16,873 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 13,1 dolar AS atau 1,07 persen, menjadi ditutup pada 1.207,30 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.
11 Februari 2015
Hang Seng data dan indeks komposit Shanghai naik
Februari 11, 2015
Hangseng
KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham Hong Kong berakhir datar pada Selasa, membalikkan kerugian awal, sementara Shanghai menguat karena data menunjukkan inflasi Tiongkok di dekat terendah lima tahun memicu spekulasi Beijing akan meluncurkan langkah-langkah pelonggaran moneter baru. Indeks acuan Hang Seng naik tipis 7,10 poin menjadi 24.528,10 dengan nilai transaksi 64,04 miliar dolar Hong Kong (8,26 miliar dolar AS). Di Tiongkok daratan, indeks komposit Shanghai melonjak 1,50 persen atau 46,47 poin, menjadi 3.141,59 dengan nilai transaksi 225,1 miliar yuan (36,1 miliar dolar AS). Indeks komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, naik 1,55 persen atau 23,10 poin, menjadi 1.512,49 dengan nilai transaksi 166,4 miliar yuan, menurut AFP dalam laporannya.
Indeks KOSPI bursa Seoul melemah 11 poin
Februari 11, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham Korea Selatan berakhir di wilayah negatif selama dua hari berturut-turut pada Selasa, karena berlanjutnya ketidakpastian dari luar negeri. Indikator utama pasar, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 11,14 poin atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 1.935,86 dengan volume perdagangan mencapai 322,84 juta saham senilai 4,08 triliun won (3,75 miliar dolar AS). Berlanjutnya ketidakpastian atas kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro dan harga minyak yang fluktuatif terus menekan pasar. KOSPI mengambil star dengan sedikit menguat, tetapi berbalik turun dan tinggal di wilayah negatif sepanjang sesi. Laporan laba perusahaan kuartal keempat yang tidak membaik luar biasa, gagal meningkatkan sentimen pasar. Investor ritel dan institusional membeli saham masing-masing senilai 93 miliar won dan 38 miliar won, tetapi investor asing menjual saham senilai 131 miliar won. Saham-saham berkapitalisasi besar berakhir bervariasi. Penggerak utama pasar Samsung Electronics turun 1,2 persen, dan raksasa memory chip Hynix kehilangan 0,1 persen. Pemasok tenaga listrik milik negara Korea Electric Power Corp menguat 1,2 persen, dan perusahaan baja terbesar POSCO naik 1,7 persen. Produsen mobil terkemuka Hyundai Motor danpembuat suku cadang mobil terbesar Hyundai Mobis masing-masing menurun 0,63 persen dan 0,21 persen, sedangkan produsen mobil Kia Motors bertambah 0,7 persen. Indeks saham teknologi Kosdaq menurun selama dua hari berturut-turut karena meluasnya pandangan bahwa alat ukur tersebut dinilai terlalu tinggi setelah menembus tingkat 600 poin. Perusahaan yang terdaftar di pasar Kosdaq akan mengumumkan laba kuartal keempat mulai minggu ini. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.089,7 won terhadap greenback, naik 5,2 won dari penutupan Senin. Harga obligasi berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada surat utang negara tiga tahun naik 7,9 basis poin menjadi 2,056 persen, dan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun naik 6,1 basis poin menjadi 2,356 persen, demikian Xinhua melaporkan.
Indeks Nikkei Tokyo ditutup melemah 59 poin
Februari 11, 2015
Nikkei 225

Langganan:
Postingan (Atom)