Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan

09 Maret 2018

Kontak Perkasa Futures | Rupiah Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Naik 1 Persen


Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penguatan tajam. Sementara posisi rupiah kembali tembus di level Rp 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sore ini (8/3/2018), IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 74,75 poin atau 1,17 persen ke level 6.443,02. Indeks saham LQ45 terpantau naik 1,36 persen.

Kenaikan IHSG ditopang penguatan di hampir seluruh sektor saham. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan lonjakan 2,36 persen.

Diikuti sektor saham infrastruktur naik 1,67 persen, dan industri dasar terkerek 1,06 persen. Sedangkan sektor saham pertambangan justru tergelincir sebesar 0,34 persen.

Sebanyak 205 saham mengalami penguatan, 163 saham melemah, dan sebanyak 114 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan senilai Rp 9 triliun, volume transaksi tercatat mencapai 10 miliar saham, dan total frekuensi perdagangan sebanyak 489.606 kali.

Investor asing masih tercatat melakukan penjualan senilai Rp 165,29 miliar di seluruh pasar. Aksi jual investor asing ini mulai berkurang ketimbang perdagangan kemarin. Sementara kurs rupiah berada di level 13.810 per dolar AS.

Saham-saham yang mengalami peningkatan pada perdagangan sore ini antara lain DEFI dengan kenaikan 24,71 persen. Selanjutnya, saham PNIN mengekor dengan kenaikan 23,21 persen, dan SSTM menguat 22,71 persen.

Di tengah penguatan, ada saham-saham yang justru terperosok dalam, antara lain saham PSDN yang melemah sebesar 18,37 persen, ASJT 15,32 persen, dan saham TALF merosot 12,50 persen.

Di bursa saham Asia, seluruh indeks utama kompak berada di zona hijau. Penguatan terbesar indeks saham Hang Seng Hong Kong yang mendaki 1,52 persen, diikuti indeks Kospi Korea Selatan yang naik 1,30 persen.

Indeks saham Strait Times naik 0,86 persen, indeks Taiwan menguat 0,73 persen, indeks Nikkei Jepang menanjak 0,54 persen, serta indeks saham Shanghai China naik 0,51 persen.

"IHSG menguat secara teknikal. Ini juga menunjukkan IHSG naik di tengah-tengah bayang rupiah," ujar Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya lewat pesan singkat diterima Liputan6.com.

Sebelumnya, William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG berpotensi melaju naik dengan peluang teknikal rebound.

"Peluang teknikal rebound IHSG masih akan terlihat. Rilis data cadangan ekonomi memberikan dampak positif IHSG dengan range berada pada 6.345-6.523," ujarnya.

Sementara itu, Analis PT Recapital Asset Management, Kiswoyo Adi mengungkapkan pergerakan IHSG mengikuti kondisi bursa saham global saat ini.

"IHSG akan bergerak di level support 6.350 dan resisten 6.500," pungkasnya.

26 Februari 2018

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Berpotensi di Zona Hijau, Awasi 7 Saham Pilihan

Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat di awal pekan ini. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menanti rilis data inflasi mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih akan terus berupaya menguat. Sejumlah faktor mendukung penguatan IHSG antara lain nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS seiring indeks dolar AS yang tertekan.

William menambahkan, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi pada awal bulan yang diprediksi masih terkendali. Oleh karena itu, ia prediksi IHSG masih berada di zona positif pada awal pekan ini."IHSG akan bergerak di kisaran 6.502-6.713," ujar William dalam ulasannya, Senin (26/2/2018).

Sementara itu, Analis PT Binaaartha Sekuritas Nafan Aji memprediksi IHSG masih rawan koreksi. IHSG akan bergerak di level support 6.599-6.578 pada awal pekan ini. Nafan menuturkan saat ini sepi sentimen di pasar saham terutama dari domestik. Hal ini akan pengaruhi gerak IHSG.

Di sisi lain, sentimen eksternal juga bayangi laju IHSG terutama isu suku bunga the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS).

"Isu the Federal Reserve dalam menaikkan tingkat suku bunga pada Maret nanti akan pengaruhi pergerakan IHSG," kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Untuk pilihan saham, Nafan memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

"Akumulasi beli saham SRIL pada area level 336-342 dengan target harga secara bertahap 362,396, dan 428. Support di 330," kata dia.Sedangkan William memilih saham SRIL, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) untuk dicermati pelaku pasar.

IHSG Menguat pada Akhir Pekan Lalu

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bergerak di zona positif menjelang akhir pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia yang menghijau dan sektor saham aneka industri naik tajam.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 23 Februari 2018, IHSG menguat 26,74 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.619,80. Indeks saham LQ45 menguat 0,41 persen ke posisi 1.109,74.

Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.Ada sebanyak 207 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 154 saham melemah sehingga tahan penguatan IHSG. 114 saham lainnya diam di tempat.Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.659,26 dan terendah 6.608,53.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 391.170 kali dengan volume perdagangan saham 15,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,1 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 204,97 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.663.Sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sebagian besar menguat kecuali sektor saham industri dasar turun 0,54 persen dan sektor saham konstruksi melemah 0,15 persen.

Sedangkan sektor saham aneka industri menanjak 2,16 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham tambang dan perdagangan masing-masing menguat 0,63 persen dan 0,62 persen.

Saham-saham yang cetak penguatan antara lain saham BBRM naik 34,55 persen ke posisi Rp 74, saham BOSS melonjak 25 persen ke posisi Rp 1.750 per saham, dan saham AISA menanjak 22,02 persen ke posisi Rp 665 per saham.

Bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,7 persen, indeks saham Singapura menguat 1,28 persen, indeks saham Shanghai menanjak 0,63 persen, indeks saham Taiwan mendaki 1,24 persne, dan indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,97 persen.



01 Februari 2018

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Berpeluang Naik, Simak 7 Saham Pilihan


Kontak Perkasa, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis data inflasi akan bayangi laju IHSG.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar diharapkan mampu mempertahankan aksi beli. Ini agar dapat mendorong IHSG tetap menguat. Akan tetapi, waspadai masih ada aksi ambil untuk yang membuat IHSG kembali tertahan kenaikannya. Reza mengatakan, IHSG mampu melampaui target 6.587-6.600 pada perdagangan saham kemarin.

"IHSG akan bergerak di kisaran support 6.578-6.586 dan resistance 6.628-6.645 pada Kamis pekan ini," ujar dia, Kamis (1/2/2018).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, peluang kenaikan lanjutan IHSG masih terlihat cukup besar.

Ini asal level support dapat dipertahankan dengan baik. Selain itu, rilis data inflasi diperkirakan masih dalam kondisi terkendali juga akan dukung IHSG.

"IHSG akan bergerak di kisaran 6.519-6.702," ujar William dalam ulasannya.

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT HM Sampoerna Tbk Tbk (HMSP).

Sedangkan Reza memilih saham PGAS, PT Indofarma Tbk (INAF), PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk dicermati pelaku pasar.

"Maintain buy saham UNTR selama dapat bertahan di atas 38.750. Sedangkan support di 38.775-38.850 dan resistance 38.975-39.475," jelas dia.

IHSG Menguat 30 Poin pada Perdagangan Kemarin

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah ke zona hijau usai bergerak melemah. Penguatan IHSG itu juga terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 31 Januari 2018, IHSG naik 30,13 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.605,63. Indeks saham LQ45 naik 0,21 persen ke posisi 1.105,76. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 416.908 kali dengan volume perdagangan 22,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,5 triliun. Transaksi harian besar itu lantaran ada transaksi saham PT Sentul City Tbk mencapai Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi. Investor asing jual saham Rp 953,62 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.376.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,74 persen, sektor saham barang konsumsi susut 0,54 persen dan sektor saham pertanian melemah 0,16 persen. Sektor saham industri dasar menguat 2,12 persen, dan catatkan penguatan terbesar.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham PNBS naik 13,16 persen ke posisi Rp 86, saham DGIK naik 11,76 persen ke posisi Rp 76, dan saham PGAS menguat 9,66 persen ke posisi Rp 2.610.

Sementara itu, saham ADRO tergelincir 3,92 persen ke posisi Rp 2.450, saham AISA susut 3,54 persen ke posisi Rp 545, dan saham AGRO turun 2,48 persen ke posisi Rp 590.

Sedangkan bursa Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,86 persen, indeks saham Taiwan menguat 0,24 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,05 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,83 persen, indeks saham Shanghai turun 0,21 persen dan indeks saham Singapura melemah 0,42 persen.

Ada sebanyak 203 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 158 saham melemah. 122 saham lainnya diam di tempat.Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.627,83 dan terendah 6.522,66.

26 Januari 2018

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG Berada di Zona Hijau pada Akhir Pekan


Kontak Perkasa, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada akhir pekan ini.

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat (25/1/2018), IHSG menguat 8 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.623,3. Adapun indeks saham LQ45 menguat 0,17 persen ke posisi 1.119,76. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 91 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sebanyak 24 saham lainnya tergelincir. Dan 84 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.627,6 dan terendah 6.615,8.

Adapun total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.604 kali dengan volume perdagangan 175,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 146 milar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 49,4 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.297.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham masing-masing menguat dan melemah. Sektor saham infrastruktur naik 0,98 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham pertambangan 0,51 persen dan keuangan 0,34 persen.

Sedangkan sektor saham aneka konsumer  susut 0,12 persen, dan bukukan pelemahan terbesar. Diikuti sektor manufaktur yang turun 0,05 persen

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham LCKM naik 19 persen ke posisi Rp 595, saham CKRA melonjak 8,43 persen ke posisi Rp 90, dan saham MLIA mendaki 7,02 persen ke posisi Rp 610.

Bursa Asia

Bursa Asia bervariasi pada akhir pekan ini. Pemicunya menguatnya kembali nilai tukar dolar usai melemah setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa jika dia menginginkan mata uang Amerika Serikat (AS) kembali perkasa.

Melansir laman Reuters, Jumat (26/1/2018), indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen menjadi 607,77 setelah mencapai rekor tertinggi di atas 610 pada Rabu, terbebani saham Wall Street yang melemah.

Namun secara mingguan, Indeks MSCI Asia Pasifik masih naik sekitar 1,4 persen dan menuju kenaikan tujuh minggu berturut-turut.

Adapun saham Australia merosot 0,1 persen. Sementara penguatan dolar terhadap yen mengangkat saham Jepang, mendorong Nikkei naik 0,5 persen.

Wall street menguat dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup ke posisi tertinggi usai pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa dirinya menginginkan penguatan dolar.

Mata uang AS ini menghapus kerugian terhadap sekeranjang mata uang utama setelah Trump mengatakan kepada CNBC, dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss, bahwa dia ingin melihat dolar yang kuat.

Dow Jones Industrial Average naik 0,54 persen menjadi 26.392,79, merupakan penutupan tertinggi yang pernah ada. Sementara  indeks S & P berakhir 0,06 persen lebih tinggi ke 2.839,25. Namun Nasdaq turun 0,05 persen menjadi 7.411,16.

Dolar telah mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tujuh bulan pada Rabu. Ini setelah Menteri Keuangan AS Steven Munchin mengatakan bahwa dia menyambut baik pelemahan mata uang. Dolar yang lebih lemah cenderung menguntungkan perusahaan multinasional AS.

 "Trump memang mengatakan dia menginginkan dolar yang lebih kuat, namun pada saat yang sama tidak bermaksud untuk mengubah pendiriannya untuk mengejar investasi melalui kebijakan perdagangan," kata Junichi Ishikawa, Ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo.

"Komentar dari pejabat tinggi AS mengenai dolar kemungkinan akan terus kurang konsistensi ke depan," kata dia.

02 Januari 2018

Kontak Perkasa Futures | Listrik Sempat Mati, Perdagangan Saham BEI Tetap Berjalan Normal

Kontak Perkasa, Jakarta - Perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap akan berjalan dengan normal walaupun sempat terjadi gangguan listrik di Gedung BEI.

"Upaya pemulihan yang disertai dengan manajemen krisis yang baik mampu mengantisipasi risiko sehingga investor tetap dapat bertransaksi dengan normal pada perdagangan di awal tahun 2018," jelas Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2018).

Sebelumnya perlu diketahui bahwa sempat terjadi gangguan listrik di gedung BEI pada hari ini, Selasa, 2 Januari 2018, pukul 07.14 waktu JATS tanpa ada gangguan di sistem perdagangan efek Jakarta Automated Trading System (JATS).

Setelah melalui berbagai upaya pemulihan dan manajemen krisis yang baik, pada pukul 08.15 waktu JATS, diputuskan bahwa perdagangan telah berjalan normal seperti biasa tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan.

Untuk diketahui, perdagangan saham pada 2018 akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla(JK). Sebelumnya perdagangan saham 2017 ditutup Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak JK (yang buka perdagangan saham)," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/1/2017).

IHSG sendiri ditutup positif pada penutupan perdagangan saham 2017. IHSG ditutup dengan rekor baru pada level 6.355,65 atau menguat sebanyak 41,60 poin (0,66 persen). Presiden Jokowi menyebut, hal itu di luar diperkiraan.

15 Desember 2017

IHSG meroket ke rekor tertinggi sepanjang masa

Kontak Perkasa - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis (14/12). IHSG melonjak 59,05 poin atau 0,98% ke level 6.113,65.

Lonjakan IHSG ini ditopang oleh total volume perdagangan 27,36 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 9,66 triliun. Lonjakan volume ini terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 12,39 miliar saham di pasar negosiasi.

Seluruh sektor menguat, dengan lompatan terbesar di sektor industri. Sektor industri dasar melompat 2,94% dan sektor aneka industri melonjak 2,49%.

Sektor konstruksi menguat 1,61% dan sektor manufaktur menguat 1,40%. Sektor perdagangan pun menguat tebal hingga 1,11%. Sektor infrastruktur menanjak 0,99%.

Sektor perkebunan menguat 0,70%. Sektor keuangan mendaki 0,40%. Sedangkan sektor dengan kenaikan terkecil adalah pertambangan, yakni 0,34%.

Sebanyak 187 saham menguat, 135 saham melemah dan 134 saham bergerak mendatar. Top gainers pada indeks LQ45 hari ini adalah:
- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 10,24%
- PT Hanson International Tbk 9MYRX) 10,00%
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 7,94%

Sedangkan top losers LQ45 terdiri dari:
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) -4,84%
- PT XL Axiata Tbk (EXCL) -1,29%
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -1,05%

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 427,56 miliar di pasar reguler. Sedangkan di seluruh pasar, asing tercatat jual bersih Rp 100,77 miliar.

Pembelian bersih asing terbesar adalah saham PT Pelayaran Tamain Samudra Tbk (TAMU) Rp 178,9 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 128,1 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 122,4 miliar.

Sedangkan penjualan bersih asing cukup besar pada saham-saham BNBR Rp 614,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 266,4 miliar, dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) Rp 52,3 miliar.

20 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | 3 Tahun Jokowi-JK, IHSG Cetak Rekor Terbaru

Kontak Perkasa - Jakarta - Pasar saham Indonesia mencatatkan pertumbuhan selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dilihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan IHSG mencapai 17,63 persen dari periode 2014 hingga 18 Oktober 2017. IHSG sentuh level 5.040 pada 20 Oktober 2014 menjadi 5.929 pada 18 Oktober 2017. Pada masa tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, IHSG sempat cetak rekor tertinggi baru. IHSG cetak rekor tertinggi di kisaran 5.951 pada 4 Oktober 2017.

Secara year to date (Ytd), dari akhir Desember 2016 hingga 18 Oktober 2017, IHSG tumbuh 11,94 persen menjadi 5.929,20.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia pun membukukan pertumbuhan selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Kapitalisasi pasar saham naik 24,63 persen dari Rp 5.228,04 triliun pada 2014 menjadi Rp 6.516 triliun pada 18 Oktober 2017. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/10/2017).

Transaksi harian saham pun catatkan kenaikan dari Rp 6 triliun rata-rata sepanjang 2014 menjadi Rp 7,2 triliun pada 18 Oktober 2017.Meski demikian, pertumbuhan jumlah emiten yang tercatat di pasar saham Indonesia tidak setinggi kinerja IHSG. Tercatat jumlah emiten mencapai 506 emiten pada 2014 menjadi 560 emiten pada 13 Oktober 2017. Hanya tumbuh tipis 0,9 persen.

Jumlah investor pun secara perlahan meningkat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor mencapai 1.000.289 pada Juni 2017. Jumlah itu merupakan jumlah single investor identity (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor pemilik saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara, dane fek lain yang tercatat di KSEI.

Investor saham naik 235.186 investor dari 365.303 investor pada Desember 2014 menjadi 600.489 investor pada September 2017.

Akan tetapi, pada 2017, investor asing cenderung keluar dari pasar saham Indonesia. Tercatat dana investor asing keluar hingga 18 Oktober 2017 sebesar Rp 18,47 triliun. Laporan Citi menyatakan kalau membaiknya ekonomi Amerika Serikat membuat investor mengalihkan dananya.

Namun, dari sisi transaksi, investor domestik mendominasi. Berdasarkan data BEI, transaksi investor domestik mencapai 64 persen. Sedangkan investor asing mencapai 36 persen pada 2017.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menuturkan, investor domestik mulai mendominais untuk transaksi perdagangan saham secara harian. Ini didorong investor ritel mulai mengenai bursa saham. Hal tersebut didorong sosialisasi dan edukasi yang menurut Aditya sudah bagus.

"Transaksi investor asing sudah berkurang. Investor ritel juga sudah melek saham, edukasi sudah cukup bagus," kata Aditya saat dihubungi Liputan6.com.

Terkait kinerja IHSG, Aditya menilai, hal tersebut didukung oleh faktor fundamental ekonomi Indonesia. Meski pertumbuhan ekonomi belum cukup kencang, Aditya melihat pemerintah fokus menggunakan anggaran untuk hal produktif.

"APBN dipakai untuk hal produksi, subsidi kurang penting dibuang. Belanja pemerintah fokus untuk perbaikan infrastruktur dan lapangan kerja," kata Aditya.

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum cukup kencang hingga mencapai enam persen. "Ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran lima persen," ujar Aditya.

Berdasarkan laporan Citi Research, kinerja IHSG mampu menguat didorong pasar kembali beri nilai lantaran berkurangnya subsidi dan dialokasikan ke infrastruktur. Akan tetapi, kinerja pendapatan perusahaan dinilai tidak terlalu bertumbuh dari 2015-2017. Namun, Citi melihat investor berani untuk masuk ke pasar saham Indonesia karena melihat prediksi jangka menengah panjang yang bagus.   

18 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah Tipis

Kontak Perkasa - Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di zona hijau harus berakhir di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Akan tetapi, pelemahan IHSG itu terbatas.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (17/10/2017), IHSG turun tipis 2,3 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.947,33. Indeks saham LQ45 menguat 0,02 persen ke posisi 991,64. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 160 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 183 saham melemah sehingga menekan IHSG. 112 saham lainnya diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.961,51 dan terendah 5.922,07. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 316.951 kali dengan volume perdagangan 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 910,99 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.505.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham tambang naik 0,95 persen, sektor saham barang konsumsi menanjak 0,82 persen dan sektor saham manufaktur naik 0,20 persen.

Sektor saham aneka industri turun 1,24 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan melemah 0,60 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,45 persen.

Saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham NAGA naik 34,08 persen ke posisi Rp 240 per saham, saham MTWI melonjak 24,86 persen ke posisi Rp 442 per saham, dan saham MBSS melonjak 24,41 persen ke posisi Rp 525 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham JIHD merosot 17,36 persen ke posisi Rp 500 per saham, saham PADI melemah 11,35 persen ke posisi Rp 1.250 per saham, dan saham SIPD tergelincir 9,3 persen ke posisi Rp 780 per saham.

Bursa saham Asia sebagian bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,02 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,17 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 0,38 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,18 persen.

Sedangkan indeks saham Shanghai tergelincir 0,19 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,47 persen.

"IHSG konsolidasi usai menguat kemarin. Sentimennya pelaku pasar menanti suku bunga acuan, sedangkan dari sentimen eksternal belum ada," ujar Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya.

Sedangkan dari faktor nilai tukar rupiah, William menilai hal itu tidak terlalu mempengaruhi.