Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

01 Juni 2015

Harga emas naik dipicu ketidakpastian Yunani

KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada Sabtu pagi, karena ketidakpastian Yunani memberi dukungan terhadap logam mulia. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik satu dolar AS atau 0,08 persen, menjadi menetap di 1.189,80 dolar AS per ounce. Ketidakpastian atas kesepakatan antara Yunani dan Bank Sentral Eropa (ECB) serta Dana Moneter Internasional (IMF) menyebabkan dukungan diberikan kepada emas pada Jumat.  Yunani harus melakukan pembayaran utang mereka minggu depan, pada 5 Juni menurut juru bicara Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, Gabriel Sakellaridis, dan telah mengisyaratkan bahwa mereka mungkin atau tidak mungkin dapat melakukan pembayaran itu. Para analis mengatakan ini memprihatinkan pasar karena dapat menambah kekhawatiran lagi bahwa Yunani mungkin keluar dari zona euro, yang ECB telah indikasikan akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. Akibatnya, investor sudah mulai pindah ke emas sebagai aset "safe haven". Produk domestik bruto (PDB) AS menyusut pada 0,7 persen tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman di kuartal pertama, Departemen Perdagangan mengatakan Jumat. Para ekonom yang disurvei MarketWatch memperkirakan pada kontraksi satu persen.  Para analis mencatat bahwa emas berubah lebih tinggi setelah data PDB yang direvisi dirilis. Namun, dolar yang lebih kuat dan bank sentral AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini membatasi keuntungan emas, kata analis. Perak untuk pengiriman Juli naik 3,2 sen, atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 16,701 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 4,8 dolar AS, atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 1.111,50 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.

Harga minyak dunia melonjak karena pengetatan AS

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia melonjak pada Sabtu pagi, menyusul tanda-tanda pengetatan lebih lanjut di AS dan setelah serangan mematikan pada kaum Syiah yang diklaim oleh Negara Islam di jantung industri minyak Arab Saudi. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, naik 2,62 dolar AS menjadi ditutup pada 60,30 dolar AS per barel diNEW YORK MERCANTILE Exchange. Di London, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, melonjak 2,98 dolar AS menjadi menetap di 65,56 dolar AS per barel. Serangan bom bunuh diri kedua dalam seminggu terakhir di sebuah masjid Syiah Saudi di Provinsi Timur negara kaya minyak itu membantu memicu kenaikan harga minyak. Serangan, yang menewaskan sedikitnya tiga orang, berlangsung di Dammam, hanya beberapa kilometer dari markas Aramco, perusahaan minyak milik negara Saudi, serta terminal dan kilang minyak penting Ras Tanura. Harga minyak AS juga didukung oleh penurunan dalam hitungan rig Baker Hughes AS, yang menunjukkan industri minyak AS masih mengurangi aktivitas mereka. Jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi turun 13 rig menjadi 646 rig. Setahun yang lalu, jumlah rig yang beroperasi mencapai 1.536 rig. Itu dikombinasikan dengan penurunan stok AS pada Rabu menunjukkan persediaan yang lebih ketat di masa mendatang. "Ada beberapa harapan dan beberapa kecemasan bahwa jumlah rig bisa keluar sebagai angka positif hari ini," kata Bob Yawger dari Mizuho Securities. "Sebaliknya itu (jumlah rig) turun 13. Kami belum melihat jumlah yang besar dalam beberapa minggu," kata dia. Demikian laporan AFP.

Wall Street turun kerena kepercayaan konsumen AS melemah

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir turun pada Sabtu pagi, karena ukuran kepercayaan konsumen utama AS datang lebih rendah dan pemerintah menegaskan bahwa ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal pertama. Dow Jones Industrial Average kehilangan 115,44 poin (0,64 persen) menjadi ditutup pada 18.010,68. Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 13,40 poin (0,63 persen) menjadi berakhir di 2.107,39, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq berkurang 27,95 poin (0,55 persen) pada 5.070,03. Para analis mengatakan ada beberapa kekecewaan dengan berita ekonomi yang dirilis pada Jumat. Angka revisi PDB untuk kuartal pertama, menunjukkan kontraksi 0,7 persen, itu bukan kejutan. Tetapi persepsi "rebound" dalam pertumbuhan semenjak itu diperlemah oleh penurunan dalam indeks aktivitas bisnis daerah Chicago pada Mei, ke wilayah negatif, dan penurunan tajam dalam indeks kepercayaan konsumen University of Michigan menjadi 90,7 dari 95,9 pada April. Pasar juga berhati-hati menuju akhir pekan dengan tidak adanya kesepakatan yang terlihat dalam pembicaraan krisis dana talangan (bailout) Yunani dengan para kreditornya. "Kepercayaan konsumen dan PMI (Indeks Pembelian Manajer) Chicago jatuh sedikit, dan saya pikir ini adalah tentang Yunani," kata Peter Cardillo dari Rockwell Global Capital. "Fakta bahwa (Ketua IMF Christine) Lagarde kemarin menunjukkan bahwa ada potensi bagi Yunani meninggalkan zona euro, itu ada di pikiran para investor dan menjelang akhir pekan, ini menyebabkan penurunan ini." Aksi pasar difokuskan pada Intel dan Altera setelah laporan media mengatakan Intel membuat tawaran untuk pembuat chip saingannya yang masih hidup. Pada April diyakini Altera menolak tawaran yang dilaporkan karena sedikit di atas 50 dolar AS per saham. Saham Altera melonjak 4,0 persen menjadi 48,85 dolar AS, sedangkan saham Intel naik 1,5 persen menjadi 34,51 dolar AS. Spekulasi tentang kesepakatan itu datang setelah pengumuman hari Kamis bahwa spesialis chip telekomunikasi Broadcom akan diakuisisi oleh Avago Technologies yang berbasis di Singapura senilai 37 miliar dolar AS. Sebaliknya kerugian terjadi di seluruh papan, dengan Alibaba jatuh 1,8 persen, dan AB InBev dan Novartis keduanya turun 1,5 persen. Produsen obat Merck melawan tren dengan kenaikan 2,0 persen, setelah mengumumkan akan bermitra dengan Amgen dalam pekerjaan pengembangan dua obat kanker. Saham Amgen kehilangan 0,7 persen. Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,10 persen dari 2,13 persen pada Kamis, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,85 persen dari 2,89 persen. Harga dan hasil obligasi bergerak berlawanan arah. Demikian laporan AFP.

Dolar AS bervariasi di tengah data ekonomi mengecewakan

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang lainnya pada Sabtu pagi, karena angka kedua produk domestik bruto (PDB) AS kuartal pertama keluar negatif. Departemen Perdagangan AS pada Jumat mengumumkan bahwa perkiraan kedua PDB riil AS kuartal pertama 2015 menurun pada tingkat tahunan 0,7 persen. Pihaknya telah memperkirakan bulan lalu bahwa ekonomi tumbuh 0,2 persen pada kuartal pertama. Pedagang juga mengamati dengan seksama perkembangan situasi utang Yunani. Pejabat Eropa mengatakan pada Kamis bahwa kedua belah pihak masih memiliki beberapa kesempatan sebelum kesepakatan apapun bisa disimpulkan. Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat ke 1,0980 dolar dari 1,0957 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5290 dolar dari 1,5322 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7655 dolar dari 0,7656 dolar. Dolar dibeli 124,06 yen Jepang, lebih tinggi dari 123,89 yen pada sesi sebelumnya. Dolar bergerak turun menjadi 0,9401 franc Swiss dari 0,9426 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,2445 dolar Kanada dari 1,2423 dolar Kanada. Demikian laporan Xinhua.