24/06 (Reuters) – Emas turun di New York karena prospek bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneter sehingga menahan permintaan terhadap logam sebagai perlindungan kekayaan. Perak juga tergelincir dan platinum merosot ke level terendah sejak November 2009. Emas merosot ke $ 1,268.70 per ounce pada 21 Juni, terendah sejak September 2010, setelah Ketua the Fed, Ben S. Bernanke pekan lalu mengatakan bank sentral, yang membeli $ 85 milyar obligasi Treasury dan hipotek secara bulan dapat memangkas stimulusnya tahun ini dan mengakhiri program tersebut di tahun 2014 jika ekonomi terus membaik. Goldman Sachs Group Inc menurunkan proyeksi harga akhir tahun dan tahun 2014. Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,2 persen untuk menetap di $ 1,277.10 pada pukul 1:47 p.m. di Comex di New York. Kepemilikan global dari ETPs turun 7,5 ton menjadi 2,098.6 ton pada 21 Juni lalu, terendah sejak Februari 2011 berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Perak untuk pengiriman Juli turun 2,3 persen menjadi $ 19,493 per ounce di New York setelah jatuh ke harga $ 19,31 pada 21 Juni, terendah sejak Agustus 2010. Logam itu akan diperdagangkan pada kisaran $ 17,50 dalam satu bulan, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar $ 26, berdasarkan prediksi UBS AG hari ini dalam sebuah laporan. Ia melihat harga di $ 20,50 dalam tiga bulan dan memprediksi rata-rata tahun depan berkisar $ 25. Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Juli turut merosot 2,9 persen menjadi $ 1,329.10 per ounce, setelah jatuh ke $ 1.325, terendah untuk kontrak paling aktif sejak November 2009. (brc)
25 Juni 2013
Karena masalah likuiditas China, bursa HK terseret turun
Juni 25, 2013
Hangseng

Ikuti kejatuhan regional, bursa Jepang berakhir rendah
Juni 25, 2013
Nikkei 225
Bloomberg (24/06) – Kekhawatiran seputar krisis uang tunai di China yang mencuat sejak menjelang akhir pekan lalu berlanjut pada awal perdagangan pekan ini yang diisyaratkan dengan pelemahan saham-saham berorientasi bisnis di China di tengah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia tersebut. Indeks Topix kehilangan 0,9 persen menjadi 1,089.64 pada penutupan perdagangan di Tokyo, setelah naik 1,2 persen. Sementara, Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,3 persen menjadi 13,062.78. Kekhawatiran tentang krisis uang tunai China tumbuh pekan lalu setelah suku bunga kredit antar bank melonjak ke rekor tertinggi. Baik Goldman Sachs dan China International Capital Corp menguurangi perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto untuk Chin tahun 2013 dari 8.7 persen dan 7.7 persen menjadi 8.4 persen secara persepktif. Eksportir turun bahkan setelah yen jatuh sebanyak 0,8 persen terhadap dolar dan diperdagangkan di sekitar 98,38 mengikuti penutupan perdagangan saham di Tokyo. Pemimpinn koalisi pemerintahan, Partai Liberal Demokrat (LDP) memenangkan pemilu akhir pekan di Tokyo, meningkatkan optimisme akan berhasil dalam jajak pendapat nasional pada bulan Juli mendatang. LDP dan mitra koalisinya memenangkan hampir dua pertiga kursi akhir pekan lalu di Tokyo melalui jajak pendapat, pertanda baik bagi prospek mereka dalam pemilihan majelis atas yang direncanakan pada tanggal 21 Juli mendatang. Kemenangan bagi pemerintahaan koalisi yang berkuasa dalam jajak pendapat nasional akan mengakhiri parlemen gantung yang telah menghambat pengambilan keputusan. (brc)
Kejatuhan China ikut menyeret Wall Street; S&P sentuh terendah 9-pekan
Juni 25, 2013
Nasdaq

Langganan:
Postingan (Atom)