Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

12 April 2019

Menteri Budi Karya Hobi Main Saham Sebelum Jadi Menteri


PT. Kontak Perkasa Futures - Tak sedikit tokoh-tokoh nasional yang memilih bermain saham untuk berinvestasi. Salah satunya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengaku hobi bermain di pasar saham, sebelum tentunya sibuk menjadi menteri.

Saat berbincang dengan CNBC Indonesia akhir pekan lalu, Budi mengatakan saham menjadi salah satu pilihan pria lulusan Universitas Gadjah Mada itu untuk berinvestasi.

"Waktu belum sibuk, kadang-kadang (investasi) saham tapi sekarang sejak jadi menteri saya nggak pernah main lagi, saya taruh saja," cerita Budi.

Budi menuturkan kalau dulu ia suka memilih saham yang bergerak di fast moving consumer goods (barang konsumsi). Pria berusia 61 tahun ini bermain saham semasa ia masih bekerja di perusahaan. Namun kini tidak lagi karena waktu kerja yang super padat setelah menjabat sebagai Menteri Perhubungan Indonesia.

"Sahamnya dulu ya saham-saham favorit, tapi sebelum saya jadi menteri ya. Kira-kira waktu saya masih bekerja di Jaya club (PT Pembangunan Jaya)," tambahnya.

Saat ini, Budi lebih fokus pada tugasnya sebagai menteri. Ia berharap pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa terus berjalan lancar dan tumbuh karena nantinya akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Budi juga menilai kalau saat ini perekonomian di dunia sedang melemah. Meski demikian, ia optimis kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi baik ke depannya.

"Perekonomian dunia masih lesu memang tetapi Indonesia punya potensi untuk menjadi baik karena beberapa indikasi di Indonesia pertmbuhan relatif baik, inflasi juga, jadi tinggal kita yang harus turun untuk membuat pertumbuhan semakin baik," kata pria yang menjadi Menteri Perhubungan sejak 2016 lalu itu. (gus/gus)



Source : cnbc indonesia