Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 April 2015

Harga emas naik di tengah kekhawatiran utang Yunani

KONTAK PERKASA FUTURES -  Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Sabtu pagi, didorong permintaan terhadap aset-aset "safe haven" karena meningkatnya kekhawatiran tentang krisis utang Yunani. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik 5,1 dolar AS, atau 0,43 persen, menjadi menetap di 1.203,10 dolar AS per ounce. Emas masih kehilangan 0,1 persen untuk minggu ini, lapor Xinhua. Kekhawatiran meningkat atas krisis pendanaan Yunani yang menghadapi pembayaran hampir satu miliar euro (1,1 miliar dolar AS) bulan depan, yang menjadi kekuatan pendorong emas tinggal di kisaran sempit. Pertemuan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis dengan para pejabat IMF juga menjadi sorotan pasar. Sementara itu, The Fed sebelumnya mengindikasikan bahwa mereka bisa menaikkan suku pada awal Juni, namun data yang lemah baru-baru ini telah menyebabkan investor yakin bahwa mereka mungkin menunggu sampai September untuk memperketat kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya meredam daya tarik emas. Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat bahwa indeks harga konsumen AS (IHK) naik 0,2 persen pada Maret, setelah kenaikan 0,2 persen pada Februari. Analis memperingatkan bahwa tren masih "bearish", namun menghubungkan peningkatan dalam IHK dengan meningkatkan biaya energi. Penurunan di pasar saham global pada Jumat juga mendorong permintaan untuk emas. Saham-saham AS diperdagangkan melemah tajam pada sesi pagi, sementara indeks FTSE 100, patokan ukuran pasar saham Inggris, juga mengalami penurunan sebesar 0,93 persen. Perak untuk pengiriman Mei turun 5,5 sen, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 16,229 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli, naik 8,3 dolar AS, atau 0,72 persen, menjadi ditutup pada 1.167,50 dolar AS per ounce.

Harga minyak dunia turun karena aksi ambil untung

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak mentah dunia turun pada Sabtu pagi, karena para investor melakukan aksi ambil untung setelah reli selama enam hari. Patokan AS, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Mei kehilangan 97 sen menjadi ditutup pada 55,74 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor Xinhua. Sementara, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 53 sen menjadi menetap pada 63,45 dolar AS per barel di perdagangan London Harga minyak mentah mulai naik dalam beberapa hari terakhir, di tengah spekulasi bahwa harga yang lebih rendah mulai mengekang pasokan yang surplus. Pekan lalu, produksi minyak mentah AS turun 20.000 barel menjadi 9,384 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Persediaan minyak mentah AS meningkat 1,3 juta barel menjadi 483,7 juta barel, 89,6 juta barel lebih besar dari setahun sebelumnya, dan lebih rendah dari yang diperkirakan. Penurunan jumlah rig AS yang beroperasi, juga menambah tanda-tanda bahwa kejatuhan harga minyak mentah telah memaksa produsen minyak serpih AS memperlambat produksinya. Jumlah rig AS secara aktif melakukan pengeboran minyak dan gas bumi pada pekan yang berakhir 17 April, turun 34 rig menjadi 954 rig, kata perusahaan jasa minyak Baker Hughes, Jumat. Kekhawatiran tentang krisis utang Yunani juga menekan pasar. Investor menjadi semakin gelisah tentang krisis pendanaan di Yunani ketika fokus pada kunjungan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis untuk bertemu dengan para pejabat IMF.

Indeks Nikkei Tokyo turun tajam

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham bursa Tokyo berakhir 1,17 persen lebih rendah pada Jumat, karena sentimen pasar tertekan oleh penurunan di pasar AS dan Eropa pada Kamis. Indeks Nikkei 225 turun 232,89 poin menjadi 19.652,88, penutupan terendah sejak 7 April. Indeks Topix dari seluruh saham papan utama di Bursa Efek Tokyo kehilangan 10,73 poin atau 0,67 persen menjadi 1.588,69. Saham-saham yang turun besar termasuk sektor ritel, pertambangan dan instrumen presisi, sementara saham sektor energi memimpin kenaikan, dengan nilai transaksi 2.972,0 miliar yen (sekitar 24,98 miliar dolar AS), demikian Xinhua melaporkan.

Indeks Hang Seng turun 0,31 persen

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham Hong Kong berakhir merosot 0,31 persen pada Jumat karena investor mengambil keuntungan setelah rally baru-baru ini, tetapi indeks Shanghai naik lagi didorong harapan untuk langkah-langkah meningkatkan perekonomian Tiongkok. Indeks acuan Hang Seng melemah 86,59 poin menjadi 27.653,12, dengan nilai transaksi 214,52 miliar dolar Hong Kong (27,68 miliar dolar AS).
Di Tiongkok daratan, indeks komposit Shanghai melonjak 2,20 persen atau 92,47 poin menjadi 4.287,30 dengan nilai transaksi 915,6 miliar yuan (147,8 miliar dolar AS). Indeks komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, naik tipis 0,48 persen atau 10,12 poin menjadi 2.136,27 dengan nilai transaksi 588,5 miliar yuan, demikian AFP melaporkan.