
02 Januari 2015
Yen menguat karena investor beralih ke safe heaven
Januari 02, 2015
News Market

Saham-saham TIongkok ditutup dekati tertinggi dalam lima tahun
Januari 02, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham Tiongkok ditutup lebih tinggi pada hari perdagangan terakhir 2014, Rabu, dengan Shanghai berakhir di dekat tertinggi lima tahun karena harapan pelonggaran moneter setelah data manufaktur lemah, kata para dealer. Indeks komposit Shanghai melonjak 2,18 persen atau 68,86 poin, menjadi 3.234,68 dengan nilai transaksi sebesar 432,3 miliar yuan (70,6 miliar dolar AS). Penutupan tersebut adalah yang tertinggi sejak 19 Januari 2010, ketika indeks berakhir di 3.246,87 poin. Indeks Shanghai naik 52,87 persen untuk tahun ini. Indeks komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, naik 1,19 persen atau 16,62 poin, menjadi 1.415,19 dengan nilai transaksi 208,1 miliar yuan. Indeks melonjak 33,80 persen untuk tahun ini, demikian Xinhua
Wapres Kalla ungkap dua resep stabilkan ekonomi
Januari 02, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengungkap dua resep kekuatan pemerintah dalam menstabilkan perekonomian, yaitu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan kebijakan publiknya yang akan terus dijaga sehingga tahun depan lebih produktif dalam mendorong perekonomian. "Banyak kritikan pada tahun ini tentang APBN. InsyaAllah tahun depan akan lebih baik, jauh lebih produktif dibanding tahun ini," katanya saat menutup Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) di Jakarta, Selasa. Dalam memperbaiki APBN, Wapres Kalla mengemukakan, pemerintah juga mendapatkan dua hal, yakni kebijakan yang dibuat dan yang datang dengan sendirinya. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, dikemukakan Wapres, yaitu menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang relistis di tengah kecenderungan harga minyak dunia turun. "Jadi, yang semula direncanakan subsidi BBM sekitar Rp275 triliun, maka perkiraan kita tahun depan kurang dari Rp50 triliun. Artinya, kita bisa alihkan anggaran yang semula untuk subsidi menjadi anggaran yang lebih produktif," kata Wapres. Dengan demikian, lanjut Wapres, infrastruktur yang selalu dikeluhkan dan menjadi penghalang investasi selama ini akan diperbaiki, sehingga pada tahun mendatang dapat dirasakan perbaikannya. "Hasilnya tentu akan dirasakan satu-dua tahun lagi. Bursa itu berdasarkan harapan dan berita baik, karena itu saya memberikan berita baiknya," ujar Wapres. Selain itu, Wapres juga mengatakan bahwa pemerintah akan memperbaiki kecepatan pelayanan publik dalam pengambilan keputusan investasi. Pemerintah juga akan menghemat hal-hal yang menjadi bagian beratnya birokrasi di Republik ini. "Anggaran-anggaran perjalanan, rapat yang tidak perlu akan kita potong, sehingga semuanya akan lebih efisien," demikian Wapres Jusuf Kalla.
Rupiah menguat jadi Rp12.365
Januari 02, 2015
News Market
.jpg)
Langganan:
Postingan (Atom)