Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

19 Juli 2013

Meningkatnya permintaan fisik dukung kenaikan harga emas

New York, 18/07 (Bloomberg) – Harga emas berjangka naik untuk ketiga kalinya dalam empat sesi perdagangan terakhir pada tanda-tanda peningkatan pembelian fisik. Tanaka Kikinzoku Kogyo KK, peritel emas terbesar di Jepang, mengatakan bahwa penjualannya meningkat tiga kali lipat pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya, karena kejatuhan harga menarik minat beli konsumen. Harga telah rebound 9 persen sejak mencapai posisi terendah 34-bulan pada tanggal 28 Juni lalu setelah penurunan harga mendorong lebih banyak pembelian untuk emas koin, batangan dan perhiasan. "Permintaan fisik menjaga pasar emas tetap hidup," kata Sterling Smith, seorang spesialis komoditas berjangka dari Citigroup Inc yang berbasis Chicago dalam sebuah wawancara telepon. "Kami juga melihat adanya beberapa aksi pembelian teknis." Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen untuk menetap di level $ 1,285.50 per ounce di Comex, New York. Logam itu menyentuh $ 1,301.10 kemarin, tertinggi sejak 21 Juni sebelum keuntungan tersebut mereda. Bullion telah jatuh sebesar 23 persen tahun ini karena sebagian investor telah kehilangan kepercayaan terhadap komoditas tersebut sebagai penyimpan nilai di tengah reli ekuitas dan inflasi yang meredam. "Salah satu alasan harga emas lebih rendah adalah orang-orang mulai kurang peduli terhadap hasil yang ekstrim, terutama hasil negatif, dan karena itu mereka merasa kurang perlu terhadap proteksi apapun yang bisa di berikan emas," kata Ketua Federal Reserve, Ben S. Bernanke selama di bawah pertanyaan dari Komite Senat Perbankan. "Banyak orang menahan emasnya sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi sebenarnya pergerakan emas tidak memprediksi inflasi yang cukup baik." (brc).