KONTAK PERKASA FUTURES - Anggota Kompartemen Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Rudianto optimistis kinerja produk reksa dana saham selama semester pertama yang negatif akan kembali positif pada semester kedua tahun 2015. "Kinerja reksa dana saham tergantung dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini memang kurang bagus. Namun, potensi perbaikan masih terbuka jika penyerapan anggaran pembiayaan infrastruktur pemerintah pada semester dua membaik," ujar Rudianto yang juga Head of Operation and Business Development Panin Asset Management di Jakarta, Kamis. Melihat kondisi itu, ia menilai wajar jika kinerja reksa dana saham selama semester I-2015 ini negatif karena sebesar 80 persen portofolio asetnya diinvestasikan pada saham-saham yang terdaftar di BEI. Dalam catatan Rudianto, kinerja reksa dana saham selama semester I-2015 minus lima persen, reksa dana campuran minus empat persen, dan reksa dana pendapatan tetap tumbuh 1,8 persen. Ia mengharapkan kondisi ekonomi Indonesia dapat membaik seiring dengan pembangunan infrastruktur sehingga dapat menopang kinerja emiten yang pada akhirnya akan mendorong saham-saham di BEI. "Semua perusahaan pengelola investasi produk reksa dana selalu berlomba-lomba mengalahkan kinerja IHSG. Hasilnya kadang di atas, kadang di bawah IHSG. Tetapi biasanya minimal lima persen di atas IHSG," ucapnya. Sementara untuk produk reksa dana pendapatan tetap (obligasi), Rudianto memproyeksikan sampai akhir tahun ini akan memiliki kinerja positif seiring dengan laju inflasi yang masih terjaga. Reksa dana obligasi menempatkan sedikitnya 80 persen dari keseluruhan investasi dalam efek yang bersifat utang, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, agen pemerintah, maupun korporasi. "Reksa dana obligasi cukup dipengaruhi oleh tingkat inflasi dan suku bunga, di mana harga obligasi dapat turun seiring dengan laju inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga," katanya. "Kalau untuk rekomendasi, investor dapat menyesuaikan tujuan keuangannya. Jika investasi dalam jangka waktu untuk tiga tahun ke depan bisa masuk ke dalam reksa dana campuran dan obligasi. Sementara untuk investasi 3-5 tahun bisa ke reksa dana pasar uang, dan 5 tahun baik di reksa dana saham. Namun, investor juga perlu melakukan evaluasi sesuai dengan profil risiko keuangan," paparnya.
03 Juli 2015
IHSG dibuka naik 10,36 poin
Juli 03, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik 10,36 poin searah dengan laju mayoritas bursa saham di kawasan Asia. IHSG BEI dibuka naik 10,36 poin atau 0,21 persen menjadi 4.914,42, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,64 poin (0,32 persen) menjadi 840,07. "IHSG BEI bergerak menguat seiring dengan bursa saham di kawasan Asia menyusul mulai meredanya ketegangan krisis utang Yunani dan data-data ekonomi domestik yang cenderung positif," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Kamis. Dari dalam negeri, ia mengatakan bahwa sinyal positif terlihat pada saham-saham sektor perbankan dan konsumer, saham sektor itu memperoleh sentimen positif dari Hari Raya Lebaran. "Namun, pemodal sebaiknya juga tetap melakukan transaksi pada saham sektor itu dengan hati-hati dan tidak terlalu agresif," katanya. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa data ekonomi domestik masih terbilang stabil, inflasi yang terjadi pada bulan Juni 2015 juga sudah diantisipasi karena tingginya konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulan Juni sebesar 0,54 persen, atau mengalami peningkatan bila dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,50 persen. Dari eksternal, lanjut dia, kabar terbaru menyebutkan bahwa Yunani memberi sinyal untuk melakukan negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan atas pencairan dana talangan. "Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyatakan bersedia menerima tawaran terbaru kreditur sebagai dasar untuk kompromi," katanya. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 27,04 poin (0,10 persen) ke tingkat 26.277,07, indeks Nikkei naik 242,04 poin (1,19 persen) ke tingkat 20.571,36, dan indeks Straits Times menguat 10,28 poin (0,32 persen) ke posisi 3.341,45.
02 Juli 2015
Wall Street naik didukung harapan kesepakatan baru Yunani
Juli 02, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - saham di Wall Street berakhir menguat pada Kamis pagi, setelah ekuitas Eropa lebih tinggi didukung harapan untuk kesepakatan baru dengan Yunani ketika data AS menunjukkan perekrutan pekerja sektor swasta meningkat pada Juni. Dow Jones Industrial Average naik 138,40 poin (0,79 persen) menjadi ditutup pada 17.757,91. Indeks S&P 500 yang berbasis lebih luas maju 14,31 poin (0,69 persen) menjadi berakhir di 2.077,42, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 26,26 poin (0,53 persen) menjadi 5.013,12. Ekuitas Eropa melonjak karena investor bereaksi positif terhadap berita tawaran Yunani untuk dana talangan baru. Para pembuat kebijakan zona euro mengatakan mereka tidak akan bernegosiasi sampai referendum pada hari Minggu di Yunani tentang reformasi para kreditor. "Pasar hari ini mengambil isyarat dari pasar Eropa," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Rockwell Global Capital. "Kami pada dasarnya berharap kesepakatan."Dunia usaha AS menambahkan 237.000 pekerjaan pada bulan lalu, naik dari 203.000 pada Mei dan merupakan tingkat terbaik sejak Desember, menurut perusahaan penggajian ADP. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis laporan ketenagakerjaan AS resmi untuk Juni pada Kamis. Analis memperkirakan kenaikan sebanyak 230.000 pekerjaan. Saham-saham maskapai penerbangan jatuh di tengah berita bahwa Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki beberapa operator untuk "koordinasi kemungkinan pelanggaran hukum." Saham American Airlines jatuh 2,8 persen, Delta Air Lines kehilangan 2,0 persen dan United Continental merosot 2,5 persen. Insurer Chubb melonjak 26,1 persen karena berita pihaknya akan diakuisisi oleh perusahaan asuransi Swiss Ace Limited senilai 28,3 miliar dolar AS. Ace naik 0,8 persen. Perusahaan asuransi lainnya juga naik, termasuk Progresif bertambah 2,2 persen dan Travelers menguat 2,7 persen. DirectTV naik 1,2 persen didukung laporan regulator antitrust Departemen Kehakiman akan menyetujui akuisisi oleh AT&T senilai 48,5 miliar dolar AS. Persetujuan ini masih tertunda di Komisi Komunikasi Federal, kata Bloomberg News. Perusahaan bumbu McCormick turun 1,7 persen setelah penjualan kuartal keduanya 1,02 miliar dolar AS, tertinggal dari perkiraan para analis 1,04 miliar dolar AS. Toko serba ada Macy naik 0,4 persen karena memutuskan hubungan dengan miliarder calon presiden AS Donald Trump, mengumumkan pihaknya akan mengakhiri lini busana Trump menyusul sambutannya tentang imigran Meksiko. Produk pakaian perusahaan Fitbit melesat 10,9 persen lebih tinggi setelah RBC Capital MARKETS memperkirakan pertumbuhan yang kuat. Raksasa kabel Comcast naik 3,5 persen menyusul laporan Brean Capital merekomendasikan sahamnya. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun naik menjadi 2,42 persen dari 2,36 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,21 persen dari 3,13 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah. Demikian laporan AFP.
Langganan:
Postingan (Atom)














