Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

16 Juli 2013

New York, 15/07 (Bloomberg)

Emas naik untuk kelima kalinya dalam enam sesi terakhir di New York seiring dengan naiknya penjualan ritel AS yang kurang dari harapan untuk bulan Juni sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan langkah-langkah stimulusnya untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Penjualan ritel AS naik 0,4 persen, setengah dari perkiraan ratarata para ekonom yang di survei Bloomberg. Bullion berjangka naik 5,4 persen pekan lalu, terbesar sejak Oktober 2011, setelah Ketua the Fed, Ben S. Bernanke mengatakan bahwa kebijakan moneter yang sangat akomodatif masih diperlukan di masa mendatang. "Sejak pidato Bernanke, sudah ada banyak tanda tanya kapan the Fed akan mulai menurunkan stimulusnya," kata David Meger, direktur perdagangan logam dari Vision Financial Markets di Chicago, 
dalam sebuah wawancara telepon. "Kita kembali ke mentalitas ketergantungan terhadap data, dan apa pun yang menunjukkan ekonomi lemah akan menjadi dukungan terhadap emas."Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,5 persen untuk diselesaikan di posisi $ 1,283.50 per ounce pada pukul 1:39 p.m. di Comex, New York. Harga telah jatuh 23 persen tahun ini, menyapu $ 59.8 milyar dari nilai dana produk emas yang diperdagangkan di bursa setelah sebagian investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai karena the Fed mengindikasikan kemungkinan untuk memperlambat stimulus. Kepemilikan ETP emas berada di 1,986.2 metrik ton pada tanggal 12 Juli dan mencapai 1,983.6 ton selama pekan lalu, terendah sejak Mei 2010, menurut data Bloomberg. The Fed saat ini membeli $ 85 milyar dari Treasuries dan obligasi hipotek setiap bulan sebagai bagian dari program quantitative easing-nya. (brc)

Hong Kong, AFP (15/07)

Saham-saham Hong Kong dan Shanghai naik pada hari Senin setelah data pertumbuhan ekonomi China untuk kuartal April-Juni muncul sesuai perkiraan. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,12 persen, atau 26,03 poin, menjadi 21,303.31 pada volume sebesar HK$45.98 milyar. Kantor Statistik Beijing merilis laporan ekonomi yang menunjukan bahwa produk domestik bruto (GDP) tumbuh sebesar 7,5 persen per tahun pada kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan rata-rata oleh ekonom yang di survey oleh AFP. meskipun angka menunjukkan perlambatan untuk kedua kali berturut-turut, namun investor senang bahwa angka tersebut muncul tidak lebih buruk dari yang diharapkan. Di China, pasar saham ditutup naik 0,98 persen. Index Shanghai Composite naik sebesar 19,90 poin menjadi 2,059.39 dengan nilai transaksi 88,0 miliar yuan. "Angka GDP cukup jelas menegaskan apa yang diperkirakan investor bahwa perekonomian China mengalami perlambatan," kata analis dari Changjiang Securities, Wu Bangdong kepada Dow Jones Newswires. "Tapi investor masih berharap ada mungkin terhadap beberapa kebijakan untuk mendukung perekonomian," tambahnya. (brc) 

New York, Bloomberg (15/07)

Saham-saham AS naik, memberikan Index Standard & Poor 500 kemenangan beruntun terpanjang sejak Januari setelah laba yang lebih baik dari perkiraan di Citigroup Inc membayangi laporan tingkat penjualan ritel AS yang mengecewakan. Index S & P 500 naik 0,1 persen menjadi 1,682.50 pada pukul 4 pm di New York. Index itu telah naik selama delapan hari berturut-turut, terpanjang sejak 25 Januari. Sementara, Index Dow Jones Industrial Average menambahkan 19,96 poin, atau 0,1 persen ke 15,484.26. Kedua index tersebut mencapai rekor tertinggi penutupannya. Laba pada perusahaan yang terdaftar di S & P 500 naik 2 persen kuartal terakhir atau turun dari proyeksi sebesar 8,7 persen enam bulan lalu, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Saham Citigroup naik 2 persen menjadi $ 51,81. bank terbesar ketiga di AS berdasarkan aset tersebut membukkan laba disesuaikan sebesar $ 1,25 per saham untuk kuartal kedua, mengalahkan estimasi rata-rata 27 analis yang disurvei oleh Bloomberg News untuk sebesar $ 1,18. Tingkat penjualan ritel naik kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Juni. Kenaikan sebesar 0,4 persen pada bulan lalu mengikuti kenaikan 0,5 persen di bulan Mei seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Departemen Perdagangan AS hari ini. Perkiraan rata-rata dari 82 ekonom yang disurvei Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 0,8 persen. Laporan lain menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di wilayah New York meningkat pada bulan Juli di laju tercepat dalam lima bulan terakhir. (brc).