Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 September 2019

Harga Emas Antam Stabil di Rp 775 Ribu per Gram


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam stabil di Rp 775 ribu per gram, pada perdagangan Kamis (5/9/2019). Harga emasini tidak berubah dibandingkan Rabu kemarin yang juga berada di Rp 775 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam juga pada hari ini naik Rp 1.000 menjadi Rp 700 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 700 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.57 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.990.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 15.430.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).





* Pecahan 0,5 gram Rp 412.000

* Pecahan 1 gram Rp 775.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.499.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.227.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.695.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.325.000

* Pecahan 25 gram Rp 18.205.000

* Pecahan 50 gram Rp 36.335.000

* Pecahan 100 gram Rp 72.600.000

* Pecahan 250 gram Rp 181.250.000

* Pecahan 500 gram Rp 362.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 724.600.000.




www.liputan6.com/bisnis/read/4055121/harga-emas-antam-stabil-di-rp-775-ribu-per-gram

05 September 2019

IHSG Berpotensi Menguat, Tapi Waspada Bisa Ada Pelemahan


PT. Kontak Perkasa Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi menguat setelah sejumlah sentimen positif dari Hong Kong. Namun demikian, tetap harus diwaspadai kemungkinan bearish yang masih membayangi gerak indeks.


Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan tensi politik di Hong Kong mulai mereda. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang secara resmi mencabut RUU Ekstradisi dalam pengumuman formal, membuat pasar optimis akan ada kedamaian di pusat keuangan itu.


Di sisi lain, ketidakpastian perang dagang masih berlanjut. Trump menekan Cina agar melakukan kesepakatan dagang sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020 atau menghadapi negosiasi yang lebih berat jika dirinya kembali terpilih sebagai presiden.

Dia juga menyebutkan bahwa dirinya bersama-sama dengan UE dan negara lainnya AS akan menekan praktik perdagangan Cina.


Kabar baik lainnya datang dari China. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan PMI sektor jasa China bulan Agustus yang mencapai level tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Ekspansi tersebut didorong dari peningkatan jumlah pesanan dan pesatnya pertumbuhan lapangan kerja.


Penguatan tersebut dinilai dapat menjadi trigger bagi pasar saham Asia untuk bergerak menguat hingga akhir pekan.


Panin Sekuritas berkomentar hari ini indeks bisa menguat di kisaran support 6.220 poin dan resisten di 6.320 poin.


IHSG terimbas sentimen positif dari bangkitnya indeks Hang Seng di pertengahan sesi 2. Dan secara historis re-akumulasi dimulai di bulan September. IHSG juga telah berhasil mempertahankan support 6.250 dengan terbentuknya pola doji pada penutupan perdagangan.


Namun demikian, patut dicermati potensi dari segi teknikal yang masih menunjukkan potensi bearish.


Pergerakan IHSG secara teknikal terlihat bertahan diatas level Moving Average 20 hari namun indikator stochastic dan RSI masih bergerak bearish yang berkelanjutan. Sehingga diproyeksikan IHSG akan bergerak cenderung melemah.



www.cnbcindonesia.com/market/20190905080244-17-97218/ihsg-berpotensi-menguat-tapi-waspada-bisa-ada-pelemahan

04 September 2019

Ke Mana Arah Harga Emas Dunia Hari Ini?


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga emas dunia di pasar spot terlihat kurang bertenaga sejak perdagangan awal pekan ini, padahal kondisi global kurang kondusif yang semestinya menjadi sentimen penguat bagi harga emas. Nyatanya tidak.

Babak baru perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China resmi dimulai 1 September dan Negeri Tiongkok memberikan "babak tambahan" lagi. 

China mengadukan AS ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hanya saja tidak disebutkan rincian dari laporan itu, tetapi China menyatakan kebijakan AS telah mempengaruhi ekspor mereka sebesar US$ 300 miliar. 


"China telah melakukan tindakan yang unilateral dan kebijakan industri yang agresif kepada para mitra dagangnya untuk secara tidak adil mencuri dan menguasai teknologi. AS menerapkan bea masuk untuk menghapus kebijakan China yang tidak adil dan mengganggu," tegas pembelaan yang dikutip dari Washington, seperti diberitakan Reuters.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, pada Senin kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.530 per troy ounce (oz), naik 0,69% dari US$ 1.524/oz pada hari sebelumnya. Pada Selasa kemarin (3/9/2019), harga emas di pasar spot justru turun sebesar 0,4% menjadi US$ 1.524/oz. 

Dari sisi analisis teknikal, sebetulnya harga emas belum ada pergerakan dari sisi teknikal pergerakan harga emas. Beberapa level yang perlu dicermati sudah berhasil disentuh oleh emas, sesuai prediksi selama belum menembus konsisten di atas US$ 1.530/troy ons, emas masih akan melemah.




Pada grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), dan di atas MA 21 hari (garis merah) serta MA 125 hari (garis hijau). 

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun, histogram kembali ke wilayah negatif, memberikan gambaran momentum penguatan emas yang menurun.




Pada time frame 1 jam, emas bergerak di kisaran MA dan MA 21, tetapi di bawah MA 125. Indikator stochastic belum memasuki wilayah jenuh beli (overbought) ataupun wilayah jenuh jual (oversold). 

Bagaimana dengan harga emas?


Emas saat ini kembali bergerak di S$ 1.526/troy ons. Selama bertahan di atas level tersebut emas berpeluang naik ke US$ 1.530/troy ons. Sekali lagi, selama tidak menembus US$ 1.530/troy ons, emas berpotensi berbalik melemah lagi. 

Namun jika mampu menembus konsisten ke atas level tersebut, emas berpotensi naik ke US$ 1.535/troy ons, atau lebih tinggi lagi ke US$ 1.539/troy ons. 

Hanya saja, di sisi lain, jika kembali turun dan tertahan di bawah US$ 1.526/troy ons, logam mulia ini berpotensi melemah ke level US$ 1.519/troy ons. Support selanjutnya jika area tersebut dilewati adalah US$ 1.514 dan US$ 1.509/troy ons.

Emas Antam


Pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 3.000 (0,42%) menjadi Rp 716.000 per gram, dari Rp 719.000 per gram kemarin.

Penurunan harga tersebut lebih terpengaruh oleh kondisi meredanya ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-China kemarin setelah kedua negara menyamakan visi untuk bertemu bulan ini, setelah kenaikan tarif impor berlaku kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (3/9/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 71,6 juta dari harga kemarin Rp 71,9 juta per batang.

Turunnya harga emas Antam itu tidak sepergerakan harga emas di pasar spot global yang turun kemarin, meskipun hari ini justru melemah.

EmasAntam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanyaemasAntam. HargaemasAntam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

www.cnbcindonesia.com/market/20190903230643-17-96934/ke-mana-arah-harga-emas-dunia-hari-ini