Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

22 Desember 2016

Harga minyak jatuh | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA -  Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah laporan menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu.

Persediaan minyak mentah di AS naik 2,3 juta barel pekan lalu menjadi 485,4 juta barel, mengangkat kenaikan tahun ke tahun 1,9 persentase poin menjadi 7,3 persen, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun 0,81 dolar AS menjadi menetap di 52,49 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun 0,89 dolar AS menjadi ditutup pada 54,46 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. 

Baca juga : PT. KONTAK PERKASA
COPYRIGHT © ANTARA 2016

21 Desember 2016

Wall Street menguat setelah BoJ pertahankan kebijakan moneternya | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Wall Street memperpanjang kenaikannya pada Selasa (Rabu pagi WIB), meninggalkan Dow Jones Industrial Average dalam jarak terdekat dengan 20.000 poin, karena bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 91,56 poin atau 0,46 persen berakhir pada 19.974,62 poin. Indeks S&P 500 bertambah 8,23 poin atau 0,36 persen ditutup pada 2.270,76 poin, dan indeks komposit Nasdaq menguat 26,50 poin atau 0,49 persen menjadi 5.483,94 poin.

Selain mempertahankan suku bunganya negatif 0,1 persen, BoJ juga memilih untuk mempertahankan target imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun pada sekitar nol, sementara kepemilikan tahunan dipertahankan pada kenaikan sekitar 80 triliun yen (682 miliar dolar AS).

Setelah pertemuan kebijakan dan memilih untuk mempertahankan kesesuaian di setiap perubahan kebijakan baru, bank sentral juga meningkatkan penilaian ekonominya mengatakan tren pemulihan moderat telah berlanjut dan ekspor telah meningkat.

"Ekonomi Jepang telah melanjutkan tren pemulihan moderat. Ekonomi luar negeri terus tumbuh pada kecepatan yang moderat, meskipun sebagian negara-negara berkembang tetap lamban. Dalam situasi ini, ekspor telah meningkat," kata BoJ dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/12).

Saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada Selasa (20/12) di tengah keputusan BoJ. Indeks Nikkei 225 naik 0,53 persen menjadi 19.494,53 poin, level penutupan tertinggi tahun ini.

Di Eropa, ekuitas membukukan keuntungan pada Selasa (20/12), meski terjadi dua serangan terpisah di ibu kota Jerman dan Turki. Indeks acuan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt naik 0,33 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,56 persen.

Tidak ada data ekonomi utama yang dirilis pada Selasa, demikian Xinhua melaporkan. 

Baca juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES
COPYRIGHT © ANTARA 2016

20 Desember 2016

Emas berjangka naik karena teknikal "rebound` berlanjut | KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pedagang terus bereaksi terhadap perubahan informasi perdagangan teknikal setelah kenaikan suku bunga Fed pekan lalu.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 5,3 dolar AS, atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.142,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Fokus hari ini berlanjutnya "rebound" kecil dalam harga logam mulia tetapi konsisten, setelah turun tajam menyusul kenaikan suku bunga bank sentral AS.

Para analis mencatat bahwa ketika penurunan tajam terjadi, sedikit kenaikan biasanya terjadi menyesuaikan dengan hukum penawaran dan permintaan. Pedagang sering menyebutnya "dead cat bounce" meskipun logam mulia memiliki prospek jangka panjang yang buruk, itu menjadi pembelian yang baik dalam jangka pendek.

Emas mendapat dukungan karena laporan awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor jasa yang dirilis oleh Markit Economics yang berbasis di Inggris menunjukkan sektor jasa AS jatuh lebih dari satu poin ke tingkat 53,4. 

Analis mencatat bahwa meskipun laporan PMI sebelumnya menunjukkan penguatan yang luar biasa, laporan ini tidak, dan dapat mendorong investor ke aset-aset "safe haven" logam mulia dalam jangka pendek, meskipun prospek jangka panjang untuk emas menjadi suram.

Logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut ketika indeks dolar AS naik 0,37 persen menjadi 103,16 pada pukul 18.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi para investor.

Ekuitas AS sebagian besar mengikuti dolar AS juga, dengan Dow Jones Industrial Average AS naik 44 poin atau 0,23 persen pada pukul 18.30 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sementara sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Pedagang minggu ini sedang menunggu laporan penjualan "existing home" pada Rabu (21/12), laporan barang tahan lama, produk domestik bruto, dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis (22/12), dan terakhir data penjualan rumah baru dan sentimen konsumen pada Jumat (23/12).

Perak untuk pengiriman Maret turun 12,6 sen, atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 16,089 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari turun 16,8 dolar AS, atau 1,80 persen, menjadi ditutup pada 917,30 dolar AS per ounce. 
(Uu.A026) 
COPYRIGHT © ANTARA 2016