Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 Maret 2018

PT Kontak Perkasa Futures | Harga Emas Antam Hanya Turun Rp 1.000 per Gram


Kontak Perkasa, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam lebih murah Rp 1.000 per gram ke posisi Rp 642 ribu per gram pada perdagangan Selasa (6/3/2018). Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di level Rp 643 ribu per gram.

Adapun untuk harga pembelian kembali atau buyback juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 573 ribu per gram dari sebelumnya Rp 574 ribu. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 574 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.58 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tersedia kecuali ukuran 250 gram, dan 500 gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.538.000 atau Rp 653.800 per gram. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 12.678.000 atau Rp 633.900 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam ini dijual di harga Rp 718.000. Ukuran 2 gram dijual Rp 1.320.000 dan 5 gram dijual Rp 3.143.000.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 642.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.067.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.084.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.135.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.219.000

* Pecahan 100 gram Rp 60.388.000

* Pecahan 250 gram Rp 150.845.000

* Pecahan 500 gram Rp 301.489.000

sumber : liputan6.com

05 Maret 2018

PT Kontak Perkasa Futures | Bill Gates Tak Lagi Jadi Orang Terkaya di Dunia, Gara-Gara Apa?


Kontak Perkasa, New York - Untuk pertama kalinya sejak lima tahun terakhir, Bill Gates tergeser dari posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Baru-baru ini, lembaga riset kekayaan global asal China, Hurun Research Institute merilis daftar peringkat 2.694 miliarder dari 68 negara di dunia dan nama Gates tidak berada di urutan pertama.

Melansir laman khaleejtimes.com, Minggu (4/3/2018), hasil riset bertajuk Hurun Global Rich List 2018 tersebut mencatat Jeff Bezos sebagai miliarder terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai US$ 123 miliar.

Tahun ini, Bezos berhasil menambahkan total US$ 51 miliar ke dalam jumlah kekayaannya. Sementara itu, salah satu miliarder tertua Warren Buffet tercatat berada di posisi kedua dengan peningkatan kekayaan sebesar 31 persen dari tahun sebelumnya.

Tak lagi berada di posisi pertama, Bill Gates ternyata berada di urutan ketiga daftar orang terkaya dunia versi Hurun. Bezos berhasil menembus urutan pertama orang terkaya dunia setelah saham Amazon meningkat tajam sebear 70 persen dibanding tahun lalu.

Sementara Buffett yang berada di posisi kedua setelah total harta kekayaannya melebihi nilai US$ 100 miliar. Gates sendiri turun ke posisi ketiga setelah mendonasikan saham Microsoft senilai US$ 4,6 miliar ke yayasan miliknya.

Meski begitu, harta kekayaan Gates tercatat meningkat sebesar 11 persen menjadi US$ 90 miliar. "Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Gates bukan lagi orang terkaya di planet ini," tulis keterangan Hurun Report.

Laporan yang baru dirilis ini menyebutkan, total kekayaan seluruh orang terkaya dunia mencapai jumlah yang fantastis senilai US$ 10,5 triliun. Itu setara dengan 13,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) global.

"Tak pernah ada kekayaan sebanyak ini yang dimiliki hanya segelintir orang di dunia. Pencapaian yang luar biasa dari para miliarder, sebanyak 1508 orang meningkatkan kekayaannya dan terdapat 567 wajah baru dalam daftar ini," tutur pimpinan penelitian Hurun Report, Rupert Hoogewerf.

China Melampaui AS

Tahun ini, jumlah miliarder dari China juga berhasil melampaui total yang dimiliki Amerika Serikat yakni 819 banding 571 orang. Dua tahun lalu, selisih kedua negara tersebut sangat tipis dan terus saling susul.

"Para miliarder di China sedang mengalami periode kewirausahaan yang luar biasa. Negara tersbut berhasil menambah 210 miliarder hanya dalam waktu setahun," terang Hoogewerf.

Sementara India terlihat semakin berkembang setelah berhasil menambah 31 miliarder di negaranya. Saat Ini India menjadi negara ketiga dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia.

Sekadar informasi, Hurun Research Report mengurutkan total kekayaan 2.694 miliarder dari 2.157 perusahaan di 68 negara.

Tahun ini, jumlah miliarder dari China juga berhasil melampaui total yang dimiliki Amerika Serikat yakni 819 banding 571 orang. Dua tahun lalu, selisih kedua negara tersebut sangat tipis dan terus saling susul.

"Para miliarder di China sedang mengalami periode kewirausahaan yang luar biasa. Negara tersbut berhasil menambah 210 miliarder hanya dalam waktu setahun," terang Hoogewerf.

Sementara India terlihat semakin berkembang setelah berhasil menambah 31 miliarder di negaranya. Saat Ini India menjadi negara ketiga dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia.

Sekadar informasi, Hurun Research Report mengurutkan total kekayaan 2.694 miliarder dari 2.157 perusahaan di 68 negara.

02 Maret 2018

PT Kontak Perkasa Futures | Bursa Asia Melemah Dibayangi Kekhawatiran Perang Dagang

Kontak Perkasa, Tokyo - Bursa Asia melemah di akhir pekan ini, dipicu investor yang khawatir jika kebijakan Presiden Donald Trump yang mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif impor produk baja dan aluminium, bisa meningkatkan momok perang perdagangan global.

Melansir laman Reuters, Jumat (2/3/2018), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen. Sementara Nikkei Jepang jatuh 2,4 persen.

Sebelumnya Wall Street tercatat melemah dengan indeks S&P 500 kehilangan 36,16 poin atau 1,33 persen menjadi 2.677,67. Ini sehari setelah para investor melakukan aksi jual akibat kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan pada tahun ini.

Trump menyebutkan jika besaran pengenaan bea impor masing-masing 25 persen untuk baja dan 10 persen aluminium. Kebijakan ini akan diumumkan secara resmi minggu depan.

Investor khawatir keputusan Trump bisa memicu aksi balasan dari mitra dagang utama seperti China, Eropa dan negara tetangga Kanada yang bisa memukul perekonomian global.

Kecemasan itu digarisbawahi terkait respons cepat Kanada, di mana para pejabat di Ottawa mengatakan bahwa mereka akan membalas terhadap kebijakan tarif produk baja dan aluminium AS tersebut.

Kekhawatiran perang dagang dinilai berbahaya saat data ekonomi AS dilaporkan membaik. Dari laporan yang keluar Kamis, indeks manufaktur naik ke level tertinggi dalam 14 tahun. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran juga mencapai level terendah dalam 48 tahun.

"Bahkan jika Anda memproduksi barang, jika seseorang tidak membelinya, Anda harus mengurangi produksi Anda, yang menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi global," kata Daisuke Uno, Kepala Ahli Strategi di Sumitomo Mitsui Bank.

Pasar Mata Uang

Di pasar mata uang, dolar menguat menyusul komentar bullish terkait perekonomian Amerika dari Gubernur Federal Reserve baru Jerome Powell.

Mata uang Euro melonjak kembali ke posisi US$ 1,2271, setelah mencapai level terendah tujuh minggu di US$ 1,21545.

Terhadap Yen, Dolar tergelincir ke posisi 106,12, merayap kembali ke level terendah 15 bulan di 105,545 pada 16 Februari.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan, setelah turun lebih dari satu persen pada hari sebelumnya karena kebijakan perdagangan Trump yang menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi global.

Minyak mentah AS diperdagangkan pada posisi US$ 61,23 per barel, naik 0,4 persen pada hari Jumat setelah turun ke level terendah dua minggu di US$ 60,18 pada hari Kamis. Harga minyak turun 3,7 persen sejauh minggu ini.