Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

19 Juni 2014

IHSG dibuka naik 8,10 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik 8,10 poin atau 0,17 persen menjadi 4.895,96. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,11 poin (0,26 persen) ke level 826,97.

Rupiah Kamis pagi menguat 63 poin menjadi Rp11.933


Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi menguat sebesar 63 poin menjadi Rp11.933 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.996 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah pasca bank sentral AS (the Fed) memangkas outlook pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini menjadi 2,1-2,3 persen, dan mempertahankan suku bunganya di level 0,25 persen. Ia menambahkan bahwa sesuai perkiraan, the Fed juga mengurangi target pembelian obligasi bulanan menjadi 35 miliar dolar AS. "Sepertinya the Fed masih akan terus mempertahankan sikap kebijakan akomodatif, sehingga fluktuasi pasar keuangan di dalam negeri kembali stabil setelah mengalami tekanan cukup signifikan," katanya. Ia mengatakan bahwa melebarnya defisit neraca transaksi berjalan AS menjadi 111,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun ini juga masih menjadi salah satu sentimen negatif bagi dolar AS. Kendati demikian, lanjut dia, penguatan rupiah masih dibayangi oleh konflik di Irak yang memicu peningkatan harga minyak dunia. Di sisi lain, masih berlanjutnya krisis di Ukraina juga akan mendorong harga gas naik. "Kondisi itu masih menjadi kekhawatiran investor di dalam negeri karena dapat menambah beban subsidi bahan bakar minyak sehingga dapat memperbesar defisit neraca perdagangan Indonesia dan dampaknya kepada transaksi berjalan,"

18 Juni 2014

Saham bursa Tokyo menguat, indeks Nikkei ditutup naik

Bursa saham Tokyo ditutup naik 0,93 persen pada Rabu, karena dolar yang lebih kuat mendukung pengekspor saat para investor menunggu keputusan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS hari ini. Indeks acuan Nikkei 225 naik 139,83 poin menjadi 15.115,80 dan indeks Topix dari semua saham papan utama ditutup naik 0,88 persen atau 10,95 poin ke posisi 1.249,15. Volume perdagangan rendah karena banyak investor di luar pasar menjelang keputusan kebijakan Fed dan konferensi pers berikutnya. "Saat ini tidak ada arah yang jelas ke pasar, dan orang-orang ingin tahu apa yang diharapkan, terutama karena BoJ (bank sentral Jepang) tampaknya tak melakukan apa-apa untuk membantu saham," seorang direktur perdagangan ekuitas di perusahaan pialang Eropa mengatakan kepada Dow Jones Newswires. BoJ pekan lalu menahan diri untuk memperluas program stimulusnya dan mengatakan ekonomi nomor tiga di dunia itu mulai pulih, meski ada kekhawatiran kenaikan pajak penjualan baru-baru ini akan menghambat pertumbuhan. The Fed diperkirakan tidak akan membuat perubahan kebijakan saat ini -- suku bunga federal fund akan tetap mendekati nol dan pembelian obligasi stimulus bulanan kemungkinan akan kembali dikurangi 10 miliar dolar AS menjadi 35 miliar dolar AS di jalur untuk disudahi pada akhir tahun ini. Tetapi dealer akan mempelajari proyeksi ekonominya untuk petunjuk tentang kapan bank sentral akan mulai menaikkan suku bunga acuannya. Para pembuat kebijakan akan mengambil data Selasa yang menunjukkan inflasi AS pada 2,1 persen pada Mei, tingkat tertinggi sejak Oktober 2012. Dalam perdagangan valuta asing, dolar dibeli 102,27 yen di Tokyo, terhadap 102,13 yen di New York. Pengekspor utama Jepang naik karena yen yang lebih lemah, meningkatkan profitabilitas mereka. Saham Toyota naik 1,06 persen menjadi 5.884 yen dan Canon naik 0,32 persen menjadi 3.402 yen. Saham-saham kelas berat juga naik, dengan operator seluler SoftBank bertambah 1,69 persen menjadi 7.610 yen, demikian mengutip laporan AFP.