Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

12 Juni 2013

Bursa HK berakhir 1.20 persen lebih rendah

Telequote (11/06) – Bursa Hong Kong berakhir 1.20 persen lebih rendah pada perdagangan Selasa, sejalan dengan kinerja bursa regional yang turun. Sektor property tertekan oleh kecemasan terhadap pemerintahnya yang akan menerapkan langkah pengetatan baru untuk mendinginkan harga-harga perumahan. Index acuan Hong Kong kehilangan 260.43 poin ke posisi 21,354.66 dengan tingkat turnover sebesar HK$58.24 milyar. Sementara di China, bursa sahamnya tutup untuk menikmati libur Nasional hingga Kamis mendatang. Index tersebut telah jatuh lebih dari 8 persen sejak harga penutupan tanggal 20 Mei lalu. Para investor banyak yang menjual saham-saham property ditengah ketakutan terhadap langkah pemerintah untuk mendinginkan sektor tersebut. Baru-baru ini pemerintahnya telah memperkenalkan serangkaian langkah untuk mendinginkan, termasuk melipatgandakan bea materai untuk pembelian rumah kedua. Sino Land jatuh 4.2 persen ke HK$10.56 dan Henderson Land Development jatuh sebesar 4 persen ke HK$44.60. Tekanan pasar bertambah dengan meningkatnya kecemasan seputar ekonomi China mengikuti data ekonomi terbaru yang dikeluarkan selama akhir pekan lalu yang mengindikasikan kelanjutan perlambatan ekonomi. (brc) 

Bursa Tokyo berakhir 1.45 persen lebih rendahpasca rapat BoJ

Telequote (11/06) – Bursa saham Tokyo berakhir 1,45 persen lebih rendah pada hari Selasa setelah Bank of Japan (BoJ) menunda untuk memperluas skema stimulus besar yang telah diumumkan bulan April lalu pasca pertemuan kebijakan bank sentral selama dua hari. Indeks acuan Nikkei 225 naik 4,94 persen pada hari Senin, ditutup turun 196,58 poin di 13,317.62, sementara indeks Topix turun 0,97 persen, atau 10,82 poin pada level 1,101.15. Indeks Nikkei kehilangan lebih dari 1,6 persen setelah bank sentral mengatakan akan menunda peluncuran setiap stimulus baru. Pada bulan April, BoJ mengumumkan akan melepaskan serangkaian uang mudah untuk bahan bakar pertumbuhan domestik, penawaran yang paling berani untuk membalikkan kondisi deflasi yang telah menahun. Para pelaku pasar telah berharap adanya langkah-langkah baru dari BoJ untuk menenangkan volatilitas di pasar, kata para dealer, setelah fluktuasi yang menggemparkan di dua minggu terakhir dengan ayunan liar di Bursa Efek Tokyo. "Keputusan BoJ mengecewakan pasar dan menjadi bahanbakar sentimen beli untuk yen," kata Takahiro Sekido, ekonom dari 
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. Namun, ia menambahkan bahwa masih "ada ruang untuk langkah-langkah baru pada pertemuan berikutnya". Beberapa telah memperkirakan BoJ akan memperpanjangdurasi pinjaman murah kepada perbankan, mendorong mereka untuk membeli obligasi pemerintah Jepang yang telah bergerak volatile di beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran atas kemampuan Tokyo untuk membiayai utang yang besar, yang terburuk di negara industri dan dengan ukuran yang telah mencapai dua kali dari ukuran ekonominya. 

Dow Jatuh tajam merespon kekecewaan hasil rapat BOJ

Bloomberg (11/06) – Saham-saham AS jatuh pada perdagangan Selasa, membuat Indeks Standard & Poor 500 berada di level rendah untuk hari kedua setelah merespon hasil rapat kebijakan Bank of Japan (BOJ) dimana Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa ia melihat adanya kebutuhan untuk memperluas stimulus moneter dengan segera. Index S & P 500 turun sebesar 1 persen menjadi 1,626.13 pada pukul 4 pm di New York, sementara Index Dow Jones Industrial Average tergelincir 116,57 poin, atau 0,8 persen, ke posisi 15,122.02. "Pasar menjadi kecanduan stimulus moneter," kata Erik Davidson, wakil kepala investasi untuk Wells Fargo Private Bank di San Francisco, dalam sebuah wawancara telepon. "Setiap ada perasaan bahwa stimulus moneter akan diperlambat atau diberhentikan, dan mau di mana saja termasuk yang terjadi di Jepang, tetapi hanya berdasarkan pada margin Jepang tidak akan menjadi lebih agresif adalah alasan untuk kekhawatiran." Pembuat kebijakan BOJ menahan diri dari memperluas alatalat mereka untuk mengatasi volatilitas pasar obligasi pasar dan terjebak dengan janji yang telah di keluarkannya pada April lalu untuk meningkatkan basis moneter senilai 60 – 70 trilyun yen (US $ 713 milyar) per tahun. Bank sentral tetap mempertahankan kebijakan fasilitas pinjaman dengan suku bunga tetap satu tahun yang tak berubah dan Kuroda mengatakan bahwa BOJ akan mempertimbangkan operasional pendanaan yang lebih lama jika diperlukan. (brc)