Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Juni 2013

Yen tembus 100 per dollar, saham Jepang tertekan

Bloomberg, (4/6) - Saham-saham Jepang kembali turun, dengan index Topix menuju level terendahnya dalam dua bulan terakhir karena apresiasi yen yang menembus area 100 per dolar, menekan kinerja saham produsen mobil. Indeks Topix merosot 1,6 persen menjadi 1,079.42 pada pukul 09:48 am di Tokyo. Index ini turun sekitar 15 persen dari level tertinggi yang tercipta pada 22 Mei lalu. Produsen mobil memimpin penurunan saham di bursa atau turun sebesar 3,5 persen. "Yen yang menembus 100 dolar memiliki dampak besar terhadap eksportir sehingga menekan sentimen investor," kata Toshihiko Matsuno, ahli strategist dari SMBC Friend Securities Co di Tokyo. "Pada level teknis, pasar telah jatuh terlalu banyak dan terlalu cepat, dan tidak akan mengejutkan jika kita bisa melihat rebound dalam waktu dekat." Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,4 persen menjadi 13,072.93 dengan volume sekitar 8,3 persen di atas 30-hari rata-rata intradaynya. Jepang masih menjadi pasar ekuitas utama yang berkinerja terbaik tahun ini, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 naik sekitar 26 persen pada optimisme bahwa bangsa tersebut bisa keluar dari cengkraman deflasi selama 15 tahun. (brc)

Saham Asia bergerak dua arah pagi ini

Bloomberg, (4/6) - Saham-saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian pada optimisme bahwa pejabat Federal Reserve masih berkomitmen untuk mempertahankan langkah-langkah stimulus moneter, sementara laporan ekonomi menunjukkan aktivitas manufaktur di AS mengalami kontraksi secara tak terduga. Index MSCI Asia Pacific turun 0,5 persen menjadi 132,86 pada pukul 09:48 am di Tokyo setelah naik sebanyak 0,2 persen. Kerugian terbatas ditengah apresiasi yen selama empat hari beruntun, terbesar sejak Juli 2011. Sebagai catatan, sejak tutup di level tertinggi 2008 pada tanggal 20 Mei lalu, index MSCI Asia Pacific telah melemah sebanyak 7,5 persen. Index Topix Jepang kehilangan 1,2 persen, Index Kospi Korea Selatan naik 0,2 persen, index S&P/ASX 200 Australia turun sebesar 0,2 persen dan Index NZX 50 Selandia Baru turun 0,2 persen. Pasar saham Hong Kong dan China belum dibuka ketika berita ini di buat. (brc)

Penurunan dolar, data ekonomi lemah angkat harga emas

03/06 (Reuters) – Emas melonjak hampir 2 persen pada hari Senin, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua minggu terakhir setelah didorong oleh kejatuhan dolar dan data manufaktur AS yang mengecewakan. Logam mulia naik dan ekuitas AS jatuh setelah data menunjukkan bahwa sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada bulan Mei untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Emas dan komoditas berdenominasi dolar lainnya naik hampir secara keseluruhan setelah indeks dolar AS turun sekitar 1 persen terhadap enam mata uang utama. Spot emas naik 1,8 persen menjadi $ 1,410.59 per ounce pada pukul 02:04 WIB, setelah mencapai intraday tertinggi sejak 15 Mei di $ 1,416.11. Kontrak berjangka emas Comex, AS ditutup naik $ 18,90 menjadi $ 1,411.90 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 40 persen di bawah rata-rata 30-hari berdasarkan data awal Reuters. Data ekonomi AS akan tetap berada dalam fokus minggu ini, dengan data non-farm payroll untuk bulan Mei yang akan rilis hari Jumat akan memberikan investor petunjuk lebih lanjut terhadap berapa lama lagi Federal Reserve akan mempertahankan langkah-langkah stimulusnya. Permintaan fisik yang kuat tetap memberikan support terhadap harga emas setelah India mengimpor jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar 162 ton emas pada bulan Mei. Namun bagaimanapun, penjualan koin emas American Eagle dari U.S. Mint untuk bulan Mei turun menjadi 70.000 ons dibandingkan 209.500 ons pada bulan April. Penurunan pada kepemilikan SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa telah berhenti setelah hampir tiga minggu berada dalam arus keluar. (brc)