Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

25 Juli 2013

Bursa saham Tokyo ditutup 1.44% lebih rendah

Tokyo, AFP (25/07) – Bursa saham Tokyo ditutup 1,14 persen lebih rendah pada hari Kamis karena penguatan yen yang membantu hapus keuntungan awal karena dipicu oleh data penjualan rumah baru di AS yang kuat.Indeks Nikkei 225 berakhir turun 168,35 poin di 14,562.93, sementara indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama tergelincir 1,44 persen, atau 17,60 poin menjadi 1,202.32.'Pasar masih terasa agak overhated dan kekurang isyarat perdagangan yang positif,' ungkap Hiroichi Nishi, general manager ekuitas dari SMBC Nikko Securities.
Dolar telah naik terhadap pasangan mata uang utama lainnya pada Rabu kemarin setelah penjualan rumah baru di AS yang kuat yang memicu spekulasi baru bahwa Federal Reserve akan meredam program stimulus besar-besaran dengan segera.Namun greenback tergelincirpadai perdagangan sore di Tokyo, ke ¥ 99,90 dari posisi ¥ 100,26 di New York pada hari Rabu. Penguatan yen cenderung membebani pasar saham Tokyo karena member dampak negatif bagi perusahaan eksportir.Seiring dengan masa liburan musim panas dan banyak investor yang menunggu serangkaian hasil pendapatan perusahaan di Jepang minggu depan, banyak pemain memilih untuk wait-and-see. (brc)

Fed pangkas stimulus dua bulan lagi

WASHINGTON, Kontan (25/7) -- Ancaman bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), mencabut paket stimulus ekonomi kian nyata. Pelaku pasar pun meyakini waktu itu akan segera tiba.Para ekonom menaksir The Fed mulai mengurangi stimulus pada September mendatang. Pada tahap pertama, The Fed bakal memotong stimulus sebesar US$ 20 miliar. Saat ini, The Fed masih mengguyur stimulus sebesar US$ 85 juta. Prediksi ekonom tersebut terungkap dari survei Bloomberg terhadap 54 ekonom di Amerika Serikat (AS). Perinciannya: sebanyak 50% ekonom meyakini bahwa bank sentral AS bakal mengurangi stimulus mulai September mendatang.Hasil survei juga menyatakan, bujet stimulus bakal terbagi sebesar US$ 35 miliar untuk pembelian obligasi.Selanjutnya, sebesar US$ 30 miliar untuk pembelian surat utang berbasis kredit perumahan. Perkiraan para ekonom tersebut meningkat dari hasil survey pada Juni lalu. Kala itu, hanya 44% ekonom meyakini The Fed bakal mengurangi stimulus di tahun ini. Indikator ekonomi baik
Ekspektasi ekonom meningkat pasca pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke, di hadapan Parlemen AS, pekan lalu. Bernanke menegaskan, bank sentral tetap pada koridor untuk memangkas stimulus mulai akhir 2013.“Pasar sudah mulai membiasakan diri bahwa The Fed sungguh berniat mengurangi stimulus dalam waktu dekat,' ujar Russell Price, ekonom senior Ameriprise Financial (AMP) di Detroit, dikutip Bloomberg, Selasa (23/7) lalu.Jika melongok survei yang dirilis kemarin itu, 50% ekonom juga meyakini bank sentral AS bakal menghentikan stimulus kuartal dua tahun depan. Sementara, 24% ekonom yakin The Fed bakal berhenti mengucurkan paket stimulus kuartal ketiga 2014. Sejatinya, kebijakan stimulus Pemerintah AS bakal ditentukan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). The Fed menjadwalkan FOMC pada 17-19 September mendatang.Pada forum FOMC itu, The Fed berencana mengumumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, inflasi dan tingkat pengangguran di AS. Bulan lalu, eksekutif The Fed, Jeremy Stein bilang, bank sentral bakal memberi sinyal jelas tentang kebijakan stimulus pada FOMC September. 'Pernyatan Stein jelas mengarah pada pengurangan awal stimulus di September,” ujar Ekonom BNP Paribas SA di New York, Laura Rosner.Senada, Ekonom Standard Chartered Plc di New York, Thomas Costerg menilai, The Fed kemungkinan besar mengurangi stimulus pada September nanti. Sebab, indikator ekonomi, semisal angka pengangguran, terus menunjukkan perbaikan. “Pertumbuhan tenaga kerja kuat. Data pasar perumahan juga menunjukkan pemulihan,' ujar dia.The Fed berencana mencabut program stimulus jika tingkat pengangguran mencapai 6,5% dan inflasi 2%. Saat ini, pengangguran masih 7,5% dan laju inflasi 1,8%.

Europe Stock-Index Futures Little Changed Amid Earnings Reports

Bloomberg, (25/7) --  European stock-index futures were little changed before data that may show German business confidence rose and as companies from Credit Suisse Group AG to Roche Holding AG and BASF SE posted earnings. Futures on the Euro Stoxx 50 Index expiring in September slid 0.1 percent to 2,748 at 7:05 a.m. in London. Contracts on the U.K.’s FTSE 100 Index were also little changed. The Stoxx Europe 600 Index, the region-wide benchmark, rose to an almost eight-week high yesterday as data signaled Germany is leading a revival in euro-area manufacturing and companies posted results that exceeded estimates.In Germany, business confidence probably rose for a third month in July, data may show at 10 a.m. Frankfurt time. The Ifo institute’s business climate index, based on a survey of 7,000 executives, climbed to 106.1 from 105.9 in June, according to the median of 45 forecasts in a Bloomberg News survey.
Credit Suisse may be active after posting a 33 percent increase in second-quarter profit as earnings at the investment bank more than doubled. Net income of 1.05 billion Swiss francs ($1.12 billion) exceeded the 1.03 billion-franc average estimate of 10 analysts surveyed by Bloomberg.Roche may decline. First-half earnings excluding some items, which the company calls core net income, climbed to 6.65 billion Swiss francs from 6.04 billion francs a year earlier, the Basel, Switzerland-based company said.