Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

13 Desember 2017

JK Tak Mau Wanita Pembuang Uang Rp1,7 M Jadi Staf Menteri

Kontak Perkasa – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan berusaha mencegah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur untuk menjadikan Tin Zuraida terus menjabat sebagai staf ahli bidang politik dan hukum.

Karena istri dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurachman tersebut diduga terkait kasus suap sejumlah perkara yang melibatkan beberapa perusahaan di bawah Lippo Group.

Pada April 2016, Tin pernah membuang uang sebanyak Rp1,7 miliar ke dalam toilet saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumahnya. Tin dan Nurhadi pun berkali-kali diperiksa KPK akibat dugaan keterlibatan dalam korupsi.

Menurut JK,  seharusnya MenPAN-RB  hanya memilih staf yang memang benar-benar dipastikan bersih serta terbebas dari dugaan keterlibatan dalam kasus apa pun.

"Ya tentu saya akan bicara, harus ada etikanya (dalam mengangkat staf). Harus bersih lah, staf ahli itu, apalagi mengurus SDM, yang diangkat itu harus bersih," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

JK mengatakan, hingga saat ini KPK memang belum menetapkan  Tin ataupun Nurhadi sebagai tersangka. Meski demikian, JK menegaskan, seseorang yang diangkat untuk memiliki tugas dan tanggung jawab yang strategis sebaiknya diupayakan tetap merupakan sosok yang tidak pernah terkait dengan kasus apa pun.

"Setidak-tidaknya harus dipastikan ada kepemimpinan yang bersih," ujar JK. (mus)

12 Desember 2017

Januari 2018, Jual Beli Software via Online Bakal Kena Bea Masuk

Kontak Perkasa, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, pemerintah Indonesia bisa memungut bea masuk terhadap barang tak berwujud (intangible goods) dari luar negeri mulai Januari 2018.

Hal ini seiring dengan berakhirnya moratorium atau penghentian sementara pengenaan perpajakan terhadap intangible goods oleh Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) secara elektronik hingga akhir 2017.

"Begitu Januari (2018), itu boleh (dipungut bea masuk)," tegas Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Darmin bilang, sebetulnya Indonesia maupun negara maju tidak perlu melakukan lobi-lobi atau negosiasi dengan WTO untuk mengenakan bea masuk barang-barang tak berwujud, seperti software (perangkat lunak), buku elektronik (e-book), dan lainnya.

"Tidak perlu (lobi), itu akan berlaku sebagaimana berlaku (setelah moratorium berakhir)," tegas Darmin.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sebelumnya pernah mengatakan, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk meninjau keputusan moratorium, khususnya terkait bea masuk.

"Kami sedang koordinasi antar menteri supaya keputusan moratorium ini bisa ditinjau dan untuk Indonesia bisa jalan (pengenaan bea masuk). Karena moratorium hanya berhubungan dengan bea masuk, sedangkan PPN dan yang lainnya masih bisa dipungut," jelas Sri.

Sementara Kasubdit Komunikasi dan Informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro menambahkan, pemerintah harus bernegosiasi dengan WTO agar dapat menarik bea masuk dari luar negeri.

"Kalau lobi-lobi ke WTO dikabulkan, kami kenakan. Tapi kalau dibilang permanen, kami ikut aturan," ujar Deni.

Bea Cukai Pangkas Waktu Urus Bebas Pajak Impor

Sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memangkas waktu pelayanan untuk mengurus permohonan fasilitas pembebasan fiskal atas impor barang operasi bagi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama ‎(KKKS) yang mengeruk minyak dan gas (migas) di Indonesia. Pemotongan waktu layanan ini separuhnya dari 42 hari menjadi 24 hari.

Hal ini ditunjukkan dengan penandatanganan ‎Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW) di kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Kamis 16 November 2017.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi mengungkapkan, sistem informasi antar Kementerian/Lembaga berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi, serta penginputan data yang berulang membuat proses permohonan pemberian fasilitas fiskal menjadi panjang.

Fasilitas fiskal ini adalah bebas bea masuk dan pajak dalam rangka impor bagi KKKS yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia.

"KKKS saat ini harus mengajukan permohonan kepada tiga K/L untuk membuat proses permohonan fasilitas fiskal ini, yaitu SKK Migas, Ditjen Migas dan DJBC. Total transaksi yang dibutuhkan enam kali dan butuh waktu 42 hari kerja sampai mendapatkan Surat Keputusan Masterlist," jelas Heru.

Kini, DJBC mengintegrasikan seluruh sistem informasi dengan K/L terkait. Dengan demikian‎, Heru bilang, hanya perlu melakukan sekali submit dalam mengajukan permohonan dengan menggunakan sistem single submission (ssm) melalui portal INSW. Mulai dari pengajuan Rencana Kebutuhan Barang Impor, Rencana Impor Barang, sampai dengan Surat Keputusan Fasilitas Pembebasan BM dan Pajak Dalam Rangka Impor.

"Jadi untuk kebijakan ini betul-betul paperless, tidak ‎ada lagi hardcopy karena semuanya sudah otomatisasi secara penuh," tuturnya.

11 Desember 2017

Trump Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Reaksi BPS

Kontak Perkasa, Bogor - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melontarkan pernyataan panas yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal tersebut berpengaruh terhadap kondisi ekonomi maupun politik dunia karena pemimpin dunia, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keputusan Trump.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti berharap pernyataan Trump terkait Yerussalem tak berdampak pada hubungan dagang antara Indonesia dan AS maupun Israel.

"Kita belum tahu ya, tergantung pembicaraan ke depan. Tapi harapannya tidaklah (mengganggu hubungan dagang dengan AS dan Israel)," kata dia saat acara Workshop Peningkatan Wawasan Statistik Kepada Media di Bogor, Minggu (10/12/2017).

Menurutnya, pemerintah Indonesia sedang mendorong ekspor ke AS dan Israel karena potensinya yang besar. Dengan demikian, Yunita berharap tidak berlanjut pada hubungan yang semakin memanas, seperti saling boikot.

"Janganlah sampai mempengaruhi perdagangan internasional karena potensi ekspor sangat besar ke AS dan Israel. Kita kan juga masih impor kedelai, jagung dari AS, khawatirnya tidak ada substitusinya," terangnya.

"Jadi jangan sampai menutup diri gara-gara ada konflik di luar. Tidak perlu boikot-boikotan, karena itu akan mengurangi ekspor kita," lanjut  Yunita.

Dari data BPS, Indonesia mengecap surplus neraca dagang dengan AS sebesar US$ 6,32 miliar sepanjang Januari-Agustus 2017. Realisasi ini berada di posisi kedua setelah India US$ 6,68 milar dan di atas Belanda senilai US$ 2,11 miliar.

Sementara total nilai impor Israel dari Indonesia mencapai US$ 102,94 juta sejak Januari-Oktober 2017. Khusus di Oktober nilainya US$ 2,12 juta. Sedangkan ekspor Israel ke negara ini senilai US$ 100,66 juta pada periode yang sama tahun ini. Sehingga Indonesia meraih surplus dagang senilai US$ 2,28 juta.

Guncang Stabilitas Keamanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan tersebut "bertentangan" dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh dekade.

Pengumuman Trump sekaligus menandai langkah awal pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan," ujar Trump saat berpidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari nytimes.com, Kamis 8 Desember 2017.

"Saya sendiri juga kan hadir di sana untuk meneguhkan kita semuanya betapa kita, dukungan kita, rakyat kita, kepada Palestina itu tidak berubah," imbuh Trump.

Jokowi mengaku khawatir pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ini dapat mengguncang stabilitas kemanan dan stabilitas perdamaian di dunia. Menurut dia, hal tersebut juga yang kini dikhawatirkan semua Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.