Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 Juli 2015

Rupiah akhir pekan ini menguat tipis ke 13.305 per dolar AS

KONTAK PERKASA FUTURES -  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat sore bergerak menguat 20 poin menjadi 13.305 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelumnya 13.325 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa proyek infrastruktur di dalam negeri yang mulai bergerak akan menjadi salah satu penopang bagi pertumbuhan ekonomi kedepan, situasi itu yang menjadi salah satu penopang bagi rupiah. "Beberapa proyek infrastruktur yang mulai jalan ditambah dengan adanya kebijakan Bank Indonesia yang melonggarkan aturan pemberian kredit diharapkan menjaga ekonomi domestik," katanya. Ia mengemukakan bahwa BI kembali melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui penyesuaian kebijkan Giro Wajib Minimum (GWM). Bank Indonesia juga memperlonggar batas atas Loan to Funding Ratio (LFR) hingga menjadi 94 persen bagi bank yang sudah memenuhi pencapaian tertentu Kredit UMKM dengan kualitas kredit yang baik. "Kebijakan GWM diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit terutama ke sektor produktif sebagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," katanya. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa kekhawatiran pelaku pasar bahwa referendum pada 5 Juli nanti akan berujung pada penolakan proposal mulai mereda, situasi itu menopang mata uang euro dan mayoritas mata uang dunia terhadap dolar AS. "Dolar AS cenderung melemah dipicu oleh memburuknya angka pertambahan tenaga kerja non-pertanian serta naiknya klaim pengangguran Amerika Serikat," katanya. Menurut Kurs Tengah Bank Indonesia, rupiah berada pada 13.316, lebih baik dari posisi sebelumnya13.337 per dolar AS.

03 Juli 2015

Harga minyak bervariasi di tengah tekanan kelebihan pasokan

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia bervariasi pada Jumat pagi, sehari setelah turun tajam, karena para pedagang khawatir tentang kelebihan pasokan global dan kenaikan pertama tahun ini dalam jumlah rig AS yang beroperasi. Pada sesi terakhir minggu ini karena Jumat merupakan hari libur di AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, melemah tiga sen menjadi ditutup pada 56,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus, patokan global, naik tipis enam sen menjadi menetap di 62,07 dolar AS per barel di perdagangan London. Pada Rabu, WTI merosot sekitar 2,50 dolar AS setelah Departemen Energi AS melaporkan kenaikan tak terduga persediaan minyak AS pekan lalu. "Kemarin laporan persediaan ditanggapi sedikit berlebihan," kata Phil Flynn dari Price Futures Group. Persediaan AS yang berlimpah terus membebani pasar. Pasokan minyak mentah AS pekan lalu meningkat 2,4 juta barel menjadi 465,4 juta barel, menurut laporan mingguan Departemen Energi. Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS naik 0,2 juta barel menjadi 56,4 juta barel. Produksi minyak mentah AS naik 3.000 barel menjadi 9,6 juta barel per hari minggu itu. "Apa yang tampaknya membawa kita kembali turun adalah terhentinya serangkaian penurunan bersejarah jumlah rig AS yang beroperasi. Mereka meningkat 12 rig minggu ini, kenaikan pertama sejak Desember, sehingga mengambil beberapa momentum yang kita lihat pada hari sebelumnya," katanya. Setelah jatuh lebih dari 50 persen dari setahun lalu, produsen memiliki 640 rig pengeboran yang beroperasi minggu ini di Amerika Serikat, naik dari 628 rig minggu sebelumnya, menurut perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes. Sementara itu, pasar terus mengawasi pembicaraan antara enam kekuatan dunia dan produsen minyak utama Iran, bertujuan membatasi ambisi nuklirnya. Kedua belah pihak bergulat untuk sebuah terobosan karena perundingan terakhir memasuki ke hari keenam pada Kamis menjelang batas waktu 7 Juli. Iran menolak tuduhan bahwa ia telah berusaha untuk mengembangkan senjata nuklir, dan telah menolak untuk memberikan Badan Energi Atom Internasional akses yang tak terkendali ke situs militer sensitif untuk memverifikasi klaim tersebut. Hasil yang memuaskan dari perundingan bisa melihat pencabutan sanksi yang telah memaksa negara itu memotong setengah dari ekspor minyaknya. Harga minyak juga bervariasi karena Yunani masih menjadi fokus menjelang referendum pada Minggu tentang persyaratan dana talangan (bailout) negara itu. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Rabu tidak akan ada negosiasi lebih lanjut untuk program dana talangan baru bagi Yunani sebelum referendum, meskipun pintu untuk perundingan tetap terbuka. Demikian laporan AFP.

Emas turun setelah laporan pekerjaan AS melemah

KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX NEW YORK MERCANTILE Exchange bergerak turun pada Jumat pagi, setelah laporan pekerjaan AS sedikit di bawah harapan.  Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 5,8 dolar AS, atau 0,50 persen, menjadi menetap di 1.163,50 dolar AS per ounce. Emas mendapat dukungan karena laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan pertumbuhan penggajian (payroll) non pertanian meningkat 223.000, yang di bawah ekspektasi. Analis mencatat bahwa penghasilan rata-rata per jam tetap tidak berubah pada Juni. Beberapa analis percaya, ini lebih lanjut dapat mendorong kembali harapan untuk kenaikan suku bunga yang diantisipasi Federal Reserve AS. Awalnya kenaikan suku bunga itu diperkirakan pada Juni, tapi angka pekerjaan lemah mendorong kembali harapan untuk September. Dolar AS yang lebih lemah juga memberikan dukungan untuk logam mulia, karena Indeks Dolar AS turun 0,2 persen menjadi 96,05 pada pukul 17.16 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Perak untuk pengiriman September turun 1,5 sen, atau 0,10 persen, menjadi ditutup pada 15,562 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 3,8 dolar AS, atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada 1.084,00 dolar AS per ounce.