KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu pagi, karena dolar AS melemah sehari menjelang pernyataan tentang kebijakan moneter Federal Reserve. Pelemahan unit AS meningkatkan daya tarik logam mulia yang dihargakan dalam dolar AS, lapor Xinhua. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik 10,7 dolar AS, atau 0,89 persen, menjadi menetap di 1.213,90 dolar AS per ounce. Analis percaya bahwa penguatan emas pada Selasa terutama didorong oleh dolar AS. Indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,7 persen pada pukul 13.00 Waktu AS Bagian Timur, setelah dua hari turun, di tengah harapan bahwa Fed, dalam pengumuman kebijakan pada Rabu setelah pertemuan dua hari, akan mengisyaratkan niatnya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol lebih lama lagi untuk mendukung pemulihan ekonomi. Dolar AS yang lebih lemah bisa menjadi positif untuk komoditas termasuk emas yang dihargakan dalam dolar, karena membuat mereka lebih murah bagi pengguna non-dolar, sementara dolar yang lebih kuat dapat menekan komoditas. Pada aspek ekonomi, kepercayaan konsumen AS turun pada April, jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Lembaga riset Conference Board yang berbasis di New York mengatakan pada Selasa bahwa Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board tercatat 95,2 pada April, turun dari 101,4 pada Maret. Data ekonomi suram baru-baru ini mendorong para investor untuk mempertimbangkan kembali perkiraan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang melemahkan dolar. Perak untuk pengiriman Mei naik 19,7 sen, atau 1,20 persen, menjadi ditutup pada 16,591 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 5,2 dolar AS, atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.158,6 dolar AS per ounce.
29 April 2015
Minyak bervariasi di tengah insiden kapal kargo di perairan Iran
April 29, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak mentah dunia diperdagangkan bervariasi pada Rabu pagi, di tengah laporan bahwa Iran telah menyita sebuah kapal kargo di perairan teritorial Iran di Selat Hormuz yang strategis, rute transit utama minyak. Kontrak berjangka AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, bertambah tujuh sen, menjadi berakhir di 57,06 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni menetap di 64,64 dolar AS per barel, merosot 19 sen dari tingkat penutupan Senin. Harga minyak, yang telah diperdagangkan di wilayah negatif, berbalik naik atau rebound setelah dilaporkan bahwa Iran memerintahkan kapal kargo Maersk Tigris berbendera Marshall Islands untuk berlabuh di Bandar Abbas pada Selasa karena perselisihan komersial. Para pejabat pertahanan AS mengatakan Tigris dipaksa berlabuh setelah sebuah kapal angkatan laut Iran "melepaskan tembakan" di samping haluan kapal. Militer AS memerintahkan sebuah kapal perusak angkatan lautnya ke wilayah tersebut. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu karena Arab Saudi dan sekutu Teluk-nya mengobarkan operasi militer serangan udara terhadap pemberontak Huthi di Yaman yang didukung Iran. "Ini bisa menjadi beberapa bentuk pernyataan politik yang menekankan ketidakpuasan Iran terhadap aktivitas koalisi Saudi," Richard Mallinson, analis geopolitik konsultan Energy Aspects mengatakan kepada AFP. Hampir sepertiga dari minyak diperdagangkan di dunia melewati Selat Hormuz yang sempit, yang menghubungkan Teluk kaya minyak ke Samudera Hindia. Para pedagang sedang menunggu laporan persediaan mingguan AS dari Departemen Energi AS pada Rabu. Stok diperkirakan telah meningkat 2,5 juta barel ke rekor baru dalam pekan yang berakhir 17 April menurut survei para ahli oleh Bloomberg News. Stok minyak mentah naik menjadi 489 juta barel pada minggu sebelumnya, tingkat tertinggi dalam lebih dari 80 tahun.
Dolar AS melemah di tengah pertemuan Fed dan data negatif
April 29, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu pagi, ketika Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan moneter dan data ekonomi yang keluar dari negara itu negatif.Pertemuan dua hari The Fed diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga dalam pernyataan yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat, lapor Xinhua.Para analis mengatakan bahwa bank sentral mungkin menghentikan sementara rencana untuk menaikkan suku bunganya menyusul serangkaian data ekonomi yang lemah dari negara itu.Di sisi ekonomi, kelompok riset Conference Board yang berbasis di New York dalam sebuah laporannya pada Selasa mengatakan bahwa kepercayaan konsumen AS menurun pada April, dengan Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board tercatat 95,2 pada April, turun dari 101,4 pada Maret.Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,69 persen menjadi 96,093 pada akhir perdagangan.Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0979 dolar dari 1,0890 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5337 dolar dari 1,5231 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,8015 dolar dari 0,7858 dolar.Dolar AS dibeli 118,87 yen Jepang, lebih rendah dari 119,08 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS merosot menjadi 0,9542 franc Swiss dari 0,9557 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2031 dolar Kanada dari 1,2087 dolar Kanada.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)







