KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Selasa pagi, karena aksi "short covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual) dan berakhirnya opsi Mei memberi dukungan kepada logam mulia. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, melonjak 28,2 persen atau 2,40 persen menjadi menetap di 1.203,20 dolar AS per ounce. "Short covering" mendominasi pasar pada Senin karena kontrak emas untuk pengiriman Mei berakhir, sehingga mendorong harga emas naik. Investor sedang menunggu bank sentral AS, Federal Reserve, mengisyaratkan waktu kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mereka yang dijadwalkan pada Rabu. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunganya pada Juni, itu akan memberikan tekanan pada emas, karena logam mulia tidak dikenakan bunga. Emas juga mendapat dukungan karena indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,36 persen menjadi 96,61 dalam perdagangan tengah hari. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga pelemahan greenback akan membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi investor. Perak untuk pengiriman Mei naik 75,8 sen, atau 4,85 persen, menjadi ditutup pada 16,394 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menambahkan 32 dolar AS, atau 2,85 persen, menjadi ditutup pada 1.153,40 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.
28 April 2015
Harga minyak bervariasi akibat krisis Yaman dan kelebihan pasokan
April 28, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia diperdagangkan sedikit bervariasi pada Selasa pagi, karena para pedagang menilai kekerasan di Yaman meningkat dan prospek kenaikan lain dalam persediaan minyak mentah AS. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik tipis 16 sen, menjadi ditutup pada 56,99 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan global, turun 45 sen menjadi menetap di 64,83 dolar AS per barel di perdagangan London. Carl Larry dari Frost & Sullivan mengatakan ada sedikit perubahan dalam fundamental yang menggerakkan pasar satu arah atau lainnya, dan investor mengambil beberapa keuntungan dari kenaikan pekan lalu. "WTI terus menarik setidaknya ada beberapa minat beli meskipun rekor cadangan minyak mentah AS kemungkinan masih akan meningkat," kata Tim Evans dari Citi Futures. Di sisi penawaran, produksi minyak mentah AS telah sedikit menyusut dalam tiga dari periode empat minggu, tetapi masih melayang di sekitar sembilan juta barel per hari. Tekanan pada harga telah dibatasi oleh kekhawatiran risiko geopolitik, terutama krisis di Yaman. Sebuah koalisi yang dipimpin Arab Saudi meluncurkan serangan udara baru pada Senin terhadap pemberontak Syiah Huthi yang didukung Iran. Yaman berbatasan dengan Selat Bab el-Mandeb, titik masuk strategis penting ke Laut Merah, yang dilalui sekitar 4,7 juta barel minyak setiap hari di kapal-kapal menuju ke atau dari Terusan Suez. Tetapi analis Barclays memperingatkan bahwa harga akan menemukan hambatan untuk bergerak lebih tinggi. "Mempertahankan reli harga minyak baru-baru ini membutuhkan permintaan lebih kuat dan respon pasokan yang jelas," kata mereka dalam sebuah catatan penelitian. "Kita mengambil pandangan hati-hati atas kenaikan harga lebih lanjut dalam jangka dekat." "Ada beberapa sumber tunggal kekuatan permintaan, tetapi sedikit bukti untuk menunjukkan bahwa peningkatan luas dalam konsumsi sedang terjadi."
Dolar AS melemah jelang pertemuan Federal Reserve
April 28, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa pagi, karena investor menunggu hasil pertemuan Federal Reserve yang dipantau secara cermat pada pekan ini. Pertemuan kebijakan moneter The Fed akan dimulai pada Selasa, yang diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga dalam pernyataan akhir pertemuan yang akan dirilis pada Rabu, lapor Xinhua. Para analis mengatakan bahwa bank sentral mungkin tidak menaikkan suku sampai September, setelah sejumlah data ekonomi AS baru-baru ini tampak lemah. Di sisi ekonomi AS, perusahaan data keuangan Markit melaporkan pada Senin bahwa indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor jasa merosot menjadi 57,8 pada April dari angka akhir 59,2 pada Maret. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,17 persen menjadi 96,753 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0890 dolar dari 1,0867 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5231 dolar dari 1,5174 dolar. Dolar Australia naik tipis menjadi 0,7858 dolar dari 0,7823 dolar. Dolar AS dibeli 119,08 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,87 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9557 franc Swiss dari 0,9535 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2087 dolar Kanada dari 1,2173 dolar Kanada.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)

.jpg)





