Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

13 Februari 2015

Emas naik didorong pelemahan dolar AS

KONTAK PERKASA FUTURESEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Jumat pagi, didorong dolar AS yang melemah setelah Departemen Tenaga Kerja menunjukkan laporan klaim pengangguran AS meningkat.Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 1,1 dolar AS, atau 0,09 persen, menjadi menetap di 1.220,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.Emas terangkat oleh laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 7 Februari naik sebesar 25.000 menjadi lebih tinggi dari perkiraan 304.000. Para analis mencatat bahwa data klaim empat minggu lebih rendah dari yang diharapkan, mungkin telah mengimbangi beberapa sentimen negatif pendorong kenaikan harga logam mulia.Emas juga didukung data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan, yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis. Penjualan ritel pada Januari turun untuk bulan kedua sebesar 0,8 persen setelah sebelumnya jatuh 0,9 persen pada Desember. Beberapa analis mengatakan data ini sebagian disebabkan oleh harga bensin yang lebih rendah, tetapi yang lain mengatakan bahwa konsumen belum menghabiskan cukup uang pada kategori non-bensin.Emas juga diletakkan di bawah tekanan karena konflik di Ukraina antara pasukan pemerintah dan pemberontak di bagian timur negara itu mulai tenang. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata setelah konferensi di Belarus.Indeks Spot Dolar juga turun 0,88 persen menjadi 94,1520 karena penguatan di euro. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.  Perak untuk pengiriman Maret bertambah 3,3 sen atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 16,794 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 4,9 dolar AS atau 0,41 persen, menjadi ditutup pada 1.200,50 dolar AS per ounce.

Data ekonomi AS lemah dolar turun

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat pagi, karena data penjualan ritel yang keluar dari negara itu lebih buruk dari yang diharapkan.Di sisi ekonomi AS, perkiraan kemajuan penjualan jasa ritel dan makanan AS untuk Januari menunjukkan penurunan 0,8 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengatakan Kamis.Dalam pekan yang berakhir 7 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 304.000, meningkat 25.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis. Data tersebut naik lebih besar dari yang diperkirakan.Sementara itu, pembicaraan tentang utang Yunani dengan para menteri keuangan zona euro gagal menghasilkan kesepakatan pada Rabu, dengan negosiasi akan dilanjutkan pada 23 Februari.Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat menjadi 1,1414 dolar dari 1,1297 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5413 dolar dari 1,5245 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7752 dolar dari 0,7708 dolar.Dolar dibeli 118,86 yen Jepang, lebih rendah dari 120,29 yen di sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9315 franc Swiss dari 0,9282 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,2481 dolar Kanada dari 1,2657 dolar Kanada.

12 Februari 2015

Wall Street datar karena pasar pertimbangkan pembahasan Yunani

KONTAK PERKASA FUTURESSaham-saham di Wall Street berakhir sedikit berubah pada Kamis pagi, karena investor mempertimbangkan pembahasan yang sedang berlangsung tentang tuntutan Yunani untuk menegosiasi ulang dana talangan internasional sebagai risiko gagal bayar (default) utang. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 6,62 poin (0,04 persen) menjadi ditutup pada 17.862,14, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 pada dasarnya datar, sedikit melemah 0,06 poin menjadi 2.068,53, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 13,54 poin (0,28 persen) menjadi 4.801,18. Para menteri keuangan zona euro yang sedang menuju ke pertemuan darurat di Brussel mengatakan, mereka siap untuk mendengarkan rencana Yunani untuk bantuan utang, tetapi bersikeras bahwa ia harus menyelesaikan reformasi penghematannya. Para investor ragu-ragu untuk membuat taruhan besar karena pembahasan tentang utang Yunani sedang berlangsung. "Ini hanya sebuah hari yang maju-mundur tanpa banyak kejadian, karena semua orang sedang menunggu untuk melihat apa yang terjadi di Yunani," kata Brent Schutte, penyiasat pasar di BMO Global Asset Management. Saham perusahaan raksasa minuman dan makanan ringan PepsiCo naik 2,5 persen setelah melaporkan laba kuartal keempat 1,12 dolar AS per saham, empat sen di depan harapan para analis. Perusahaan ini juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga senilai 12 miliar dolar AS yang akan dimulai pada Juli mendatang.  Satu hari setelah menjadi perusahaan pertama bernilai lebih dari 700 miliar dolar AS, saham Apple naik lagi 2,3 persen karena aktivis pemegang saham Carl Icahn menghidupkan kembali seruannya bagi perusahaan untuk membeli kembali lebih banyak saham. Saham perusahaan makanan Mondelez International naik 2,6 persen karena labanya pada 2014 naik 8,9 persen menjadi tiga miliar dolar AS, sebagian berkat inisiatif pemotongan biaya. Perusahaan memperingatkan dolar yang kuat akan menyeret turunnya hasilnya pada 2015.  Saham perusahaan jaringan furniture dan peralatan rumah tangga Pier 1 Imports merosot 24,3 persen setelah mengungkapkan bahwa hasil belanja liburan "jauh di bawah" harapan. Pihaknya juga mengumumkan bahwa direktur keuangan Charles Turner telah pensiun dan akan digantikan oleh Laura Coffey, seorang yang berpengalaman 17 tahun di perusahaan. Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,00 persen dari 1,99 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,57 persen dari 2,58 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak saling berlawanan arah.