KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa pagi, tetapi melemah terhadap yen Jepang karena kemerosotan harga minyak dan pasar ekuitas mendorong permintaan pasar untuk aset-aset "safe-haven". Yen Jepang menguat 0,19 persen terhadap dolar selama sesi karena berita bahwa harga minyak anjlok setelah bank investasi termasuk Goldman Sachs menurunkan perkiraan harga mereka dan saham-saham AS melemah lebih lanjut di tengah jatuhnya harga minyak, lapor Xinhua. Greenback meraih keuntungan kembali pada Senin setelah merugi pada Jumat (9/1) karena laporan penggajian non pertanian AS bervariasi. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen menjadi 91,952 pada akhir perdagangan. Dengan tidak adanya data utama keluar dari negara itu pada Senin, para investor sedang menunggu dengan cermat data penjualan ritel, klaim pengangguran dan indeks harga konsumen AS yang dijadwalkan keluar pada pekan ini. Pada akhir perdagangan di New York, euro bergerak turun menjadi 1,1840 dolar dari 1,1843 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5180 dolar dari 1,5166 dolar. Dolar Australia turun ke 0,8164 dolar dari 0,8203 dolar. Dolar AS dibeli 118,32 yen Jepang, lebih rendah dari 118,58 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 1,0144 franc Swiss dari 1,0141 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,1956 dolar Kanada dari 1,1861 dolar Kanada. 13 Januari 2015
Dolar melemah terhadap yen karena permintaan "safe-haven"
Januari 13, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa pagi, tetapi melemah terhadap yen Jepang karena kemerosotan harga minyak dan pasar ekuitas mendorong permintaan pasar untuk aset-aset "safe-haven". Yen Jepang menguat 0,19 persen terhadap dolar selama sesi karena berita bahwa harga minyak anjlok setelah bank investasi termasuk Goldman Sachs menurunkan perkiraan harga mereka dan saham-saham AS melemah lebih lanjut di tengah jatuhnya harga minyak, lapor Xinhua. Greenback meraih keuntungan kembali pada Senin setelah merugi pada Jumat (9/1) karena laporan penggajian non pertanian AS bervariasi. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen menjadi 91,952 pada akhir perdagangan. Dengan tidak adanya data utama keluar dari negara itu pada Senin, para investor sedang menunggu dengan cermat data penjualan ritel, klaim pengangguran dan indeks harga konsumen AS yang dijadwalkan keluar pada pekan ini. Pada akhir perdagangan di New York, euro bergerak turun menjadi 1,1840 dolar dari 1,1843 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5180 dolar dari 1,5166 dolar. Dolar Australia turun ke 0,8164 dolar dari 0,8203 dolar. Dolar AS dibeli 118,32 yen Jepang, lebih rendah dari 118,58 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 1,0144 franc Swiss dari 1,0141 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,1956 dolar Kanada dari 1,1861 dolar Kanada. 12 Januari 2015
Emas naik karena dolar dan ekuitas AS melemah
Januari 12, 2015
Loco Gold
KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Sabtu pagi, karena dolar dan ekuitas AS turun. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 7,6 dolar AS atau 0,63 persen, menjadi menetap di 1.216,10 dolar AS per ounce. Emas menguat karena Indeks Spot Dolar turun 0,42 persen menjadi 91,9770 ketika ekuitas AS menunjukkan pelemahan. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan analis yakin dolar serta logam mulia biasanya bergerak berlawanan arah. Para investor juga khawatir tentang situasi politik di Yunani yang dapat menyebabkan negara tersebut keluar dari zona euro, mendorong permintaan emas sebagai "safe haven". Kenaikan emas dibatasi oleh laporan positif dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan lebih baik dari perkiraan. Laporan situasi pekerjaan yang dirilis pada Jumat menunjukkan non-farm payrolls (angka penggajian di luar pekerja pertanian dan pemerintah) meningkat menjadi 252.000 pada Desember setelah kenaikan tambahan dari angka revisi 353.000 pada November. Perak untuk pengiriman Maret naik 3,4 sen, atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 16,419 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 7,1 dolar AS, atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.230,10 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.Dolar melemah karena data pekerjaan AS bervariasi
Januari 12, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Sabtu pagi, karena data pekerjaan dari negara itu ternyata campuran. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat bahwa data pembayaran gaji non pertanian (nonfarm payroll) negara itu menambahkan 252.000 pekerjaan baru pada Desember 2014, dan tingkat pengangguran turun 0,2 persen menjadi 5,6 persen. Kedua angka tersebut mengalahkan perkiraan para analis. Namun, laporan pekerjaan menunjukkan kurangnya akselerasi pertumbuhan upah, karena rata-rata penghasilan per jam untuk semua pekerja pada angka penggajian non pertanian swasta turun lima sen pada Desember. Data pekerjaan, para analis mengatakan, mengungkapkan gambaran beragam pasar tenaga kerja AS, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah saat ini lebih lama lagi. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,44 persen menjadi 91,959 pada akhir perdagangan. Sementara itu, persediaan grosir AS naik 0,8 persen pada November, mengalahkan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3 persen, Departemen Perdagangan mengatakan Jumat. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1843 dolar dari 1,1784 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5166 dolar dari 1,5085 dolar. Dolar Australia naik ke 0,8203 dolar dari 0,8110 dolar. Dolar AS dibeli 118,58 yen Jepang, lebih rendah dari 119,67 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0141 franc Swiss dari 1,0193 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,1861 dolar Kanada dari 1,1839 dolar Kanada. Demikian laporan Xinhua.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)





