01/05 (Bloomberg) – Harga emas mencatat kejatuhan paling dalam di dua pekan terakhir Federal Reserve memberikan sinyal untuk siap untuk mengekang program pembelian obligasi dan inflasi akan terus dipantau sehingga mengikis permintaan untuk logam mulia sebagai lindung nilai. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "siap untuk menambah atau mengurangi laju pembelian untuk mempertahankan akomodasi kebijakan yang tepat karena prospek pasar tenaga kerja atau perubahan inflasi." Exchange-traded funds (ETFs) emas anjlok 174 metrik ton bulan lalu, penurunan terbesar dalam catatan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Pasar ekuitas dan komoditas turun setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa tingkat manufaktur China tumbuh pada laju yang lebih lemah di bulan April kemarin. Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 1,8 persen untuk menetap di $ 1,446.20 per ounce pada pukul 1:41 siang di Comex, New York, penurunan terbesar sejak 15 April ketika harga merosot terbesar dalam 33 tahun terakhir. Logam itu meluncur ke pasar beruang bulan lalu dan turun 23 persen dari penutupan tertinggi pada bulan September 2011. The Fed mengatakan akan tetap mempertahankan pembelian obligasi pada laju $ 85 miliar per bulan dalam upaya untuk meningkatkan lapangan kerja. Sebuah laporan dalam dua hari ini diproyeksikan untuk menunjukkan tingkat pengangguran yang tetap di 7,6 persen selama bulan April, dan data pada manufaktur hari ini menambah bukti bahwa ekonomi terus melambat seiring dengan adanya pemangkasan belanja federal dan kenaikan pajak. Setelah pernyataan dari the Fed pukul 14:00 siang, harga memperkecil kerugian, diperdagangkan pada posisi $ 1,455.80 per ounce pukul 04:08 sore, dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya di $ 1,472.10. Aset ETPs berada di 2,275.84 ton kemarin, terendah sejak Oktober 2011, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETP terbesar, turun menjadi 1,078.54 ton, terendah sejak September 2009. (brc)
02 Mei 2013
Index Topix jatuh dari catatan bulanan tertinggi sejak 1999
Mei 02, 2013
Nikkei 225
Bloomberg (01/05) – Pasar saham Jepang berakhir lemah, dengan indeks Topix ditutup pada area negatif setelah membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1999 karena kekecewaan investor terhadap laporan pendapatan dari Alps Electric Co hingga Tokyo Electron Ltd. Indeks Topix kehilangan 0,6 persen di 1,158.37 padapenutupan perdagangan di Tokyo. Index tersebut kemarin menandai kenaikan sebesar 13 untuk bulan April, gain bulanan terbaik sejak Maret 1999. Indeks Nikkei 225 turun 0,4 persen di 13,799.35 hari ini. "Dengan saham-saham Jepang yang telah naik sejauh ini, akan ada peluang untuk terjadinya beberapa profit taking," kata Takashi Aoki, fund manager dari Mizuho Asset Management Co. "Dengan laporan pendapatan, akan menjadi jelas bahwa ada beberapa perusahaan yang tidak dapat diselamatkan hanya dengan pelemahan yen." Dari perusahaan yang telah melaporkan laba tahunan sejak 31 Maret dan yang memiliki estimasi Bloomberg, sebanyak 150 perusahaan telah mengalahkan proyeksi analis dan sebanyak 114 berada dibawah estimasi, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Alpen Electric merosot 8,9 persen ke 675 yen, penurunan terbesar pada Nikkei 225 dan penurunan terbesar sejak Oktober. Perusahaan tersebut memperkirakan laba bersih tahun sebesar 9,5 miliar yen, dibawah estimasi dari 12 analis yang disurvei Bloomberg sebesar 10,8 miliar yen. Tokyo Electron, menjadi hambatan terbesar ketiga di Nikkei 225, turun 4,1 persen menjadi 4.785 yen setelah memperkirakan laba tahun ini sebesar 13 milyar yen, di bawah perkiraan analis sebesar 16,3 miliar yen sebelum hasil pendapatannya diumumkan. (brc)
Saham AS tumbang pasca data payroll; the Fed pertahankan rencana stimulus
Mei 02, 2013
Nasdaq
Bloomberg (01/05) – Saham-saham AS berjatuhan, menyeret indeks Standard & Poor 500 dari rekor tertingginya karena data pertumbuhan yang lebih lambat pada manufaktur dan tingkat payrolls Amerika seiring dengan Federal Reserve yang mengatakan untuk tetap mempertahankan program pembelian untuk mendukung perekonomian. Index S & P 500 turun 0,9 persen menjadi 1,582.70 pada pukul 4 pm di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 138,85 poin, atau 0,9 persen, ke posisi 14,700.95. The Fed tetap mempertahankan program pembelian obligasi pada laju $ 85 miliar per bulan, kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada akhir pertemuan dua hari di Washington. Selain itu, the Fed juga tidak berubah pernyataannya untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati target nol asalkan pengangguran tetap di atas 6,5 persen dan prospek inflasi tidak melebihi 2,5 persen. Sebelumnya, saham-saham jatuh karena keluarnya laporan yang menunjukkan bahwa penyerapan lapangan kerja perusahaan adalah lebih sedikit dari perkiraan untuk bulan April. Sebanyak 119.000 untuk kenaikan gaji, adalah yang terkecil sejak September, mengikuti revisi kenaikan 131.000 di bulan Maret, dan itu adalah kurang dari perkiraan awal, menurut data dari ADP Research Institute. Perkiraan median dari 37 ekonom yang disurvei Bloomberg adalah untuk kenaikan 150.000. Departemen Tenaga Kerja akan menerbitkan laporan pekerjaan dan pengangguran pada tanggal 3 Mei. Payrolls gabungan untuk perusahaan dan instansi pemerintah meningkat sebesar 148.000 pekerja pada bulan April setelah naik 88.000 pada bulan Maret, menurut survei ekonom oleh Bloomberg. (brc)
Langganan:
Postingan (Atom)














