Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

07 November 2013

Dolar Dibawah Tekanan

NEW YORK, MarketWatch (7/11) – dolar AS jatuh di hari Rabu ini sejalan dengan para investor fokus mengenai penelitian yang menunjukkan bahwa Federal Reserve menurunkan tingkat pengangguran ambang batas sebesar 6.5% guna menaikkan tingkat suku bunga jangka pendek yang akan secara efektif mempertahnkan tingkat suku bunga tersebut mendekati nol untuk waktu yang lebih lama dari perkiraan baru-baru ini. Penelitian yang dipimpin oleh para ekonom Federal Reserve William English dan yang ditekankan pada awal pekan ini oleh Goldman Sachs, yang muncul menjelang laporan pekerjaan AS bulan Oktober yang dirilis pada hari Jumat yang diperkirakan menunjukkan kenaikan sedikit pada tingkat pengangguran sebesar 7.4% dari 7.2%, berdasarkan pada polling MarketWatch. Hal ini juga memantapkan sebuah pesan yang berlanjut dari Federal Reserve tahun ini yang kemungkinan akan mengurangi pembelian obligasi bulanannya sebesar $85 miliar, yang tidak akan secara langsung menaikkan tingkat suku bunga. Indeks ICE dollar yang merupakan indeks mata uang dolar terhadap enam rival lainnya, turun ke level 80.464 dari penutupan hari Selasa kemarin pada level 80.709. Sementara, indeks WSJ Dollar turun ke level 72.78 dari 72.94. Euro mempertegas levelnya sebesar $1.3521 dari $1.3475 pada penutupan Selasa kemarin di America Utara, Sementara British pound naik ke level $1.6074 dari $1.6047. Dolar Australia naik ke level 95.13 sen AS dari 94.93 sen AS, memulihkan level 95 sen pasca penurunan seiring Reserve Bank of Australia Gov. Glenn Stevens menyatakan bahwa dolar Australia “masih tinggi, tetapi tak nyaman.” Dolar dibeli sebesar ¥98.65, tipis lebih dari ¥98.58 pada penutupan Selasa kemarin. (bgs)