Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

31 Maret 2015

Minyak turun, pasar pertimbangkan kemungkinan kesepakatan Iran

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia turun pada Selasa pagi, karena para pedagang mempertimbangkan pembicaraan antara Iran dan kekuatan-kekuatan global yang dapat mengurangi sanksi internasional terhadap salah satu produsen minyak terkemuka dunia itu. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, merosot 19 sen menjadi ditutup pada 48,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, turun 12 sen menjadi menetap di 56,29 dolar AS per barel di London. Pertemuan para menteri luar negeri Iran dan kekuatan-kekuatan utama dunia di kota Lausanne, Swiss, berpacu mencapai tenggat waktu Selasa tengah malam untuk memakukan kerangka kerja kesepakatan yang mereka harapkan akan menempatkan bom atom di luar jangkauan Teheran. Pasar minyak mentah mengurangi kerugian mereka menjelang akhir sesi perdagangan, ketika Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada CNN, pembicaraan akan diperpanjang hingga tengah malam untuk mencoba menyelesaikan beberapa masalah "sulit" yang menghalangi kesepakatan. Prospek kesepakatan Iran lebih lanjut membebani pasar minyak, yang sudah menghadapi tekanan karena dolar menguat dan persediaan minyak bumi membanjir.  "Meskipun kesepakatan pada saat ini tidak akan terduga, kita akan tetap menganggapnya sebagai perkembangan bearish baru, membawa kembali ekspor dan produksi Iran ke pasar jauh lebih dekat," kata Tim Evans, analis di Citi Futures. Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy, memperkirakan minyak "akan terus berada di bawah tekanan" karena pasokan minyak mentah berlebih.

Emas turun tajam tertekan komentar kenaikan suku bunga Yellen

KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pada Selasa pagi, karena Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga mungkin terjadi tahun ini. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 15,4 dolar AS, atau 1,28 persen, menjadi menetap di 1.185.30 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Selama pidato di konferensi Fed San Francisco pada Jumat lalu, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga The Fed "mungkin akan dibenarkan tahun ini" berkat peningkatan berkelanjutan kondisi ekonomi, menempatkan emas di bawah tekanan yang luas. Ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,72 persen menjadi 97,991 pada akhir perdagangan. Sebuah penguatan greenback akan merugikan daya tarik emas yang dihargakan dalam mata uang dolar. Sementara itu, emas juga tertekan oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Perdagangan mengatakan pada Senin bahwa pertumbuhan pendapatan pribadi naik 0,4 persen setelah tumbuh 0,4 persen pada Januari. Perak untuk pengiriman Mei turun 39,5 sen, atau 2,31 persen, menjadi ditutup pada 16,674 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 23,1 dolar AS, atau 2,03 persen, menjadi ditutup pada 1.117,40 dolar AS per ounce.

Dolar menguat didukung komentar Yellen dan data positif

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa pagi, setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga mungkin terjadi tahun ini dan data ekonomi yang keluar dari negara itu secara keseluruhan positif. Selama pidato di konferensi Fed San Francisco, Jumat, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga The Fed "mungkin akan dibenarkan pada tahun ini" berkat peningkatan berkelanjutan kondisi ekonomi. Dia juga menekankan bahwa peningkat inflasi besar bukanlah prasyarat untuk menaikkan suku bunga, lapor Xinhua. Greenback juga didukung oleh data ekonomi pada Senin. Indeks penjualan "pending home" AS, indikator ke depan berdasarkan penandatanganan kontrak, naik 3,1 persen menjadi 106,9 pada Februari, tingkat tertinggi sejak Juni 2013, National Association of Realtors melaporkan. Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Senin bahwa pendapatan pribadi naik 0,4 persen pada Februari dari bulan sebelumnya, mengalahkan konsensus pasar 0,3 persen. Sementara itu, belanja konsumen, yang memberikan kontribusi lebih dari dua pertiga terhadap ekonomi AS, naik 11,8 miliar dolar AS, atau 0,1 persen. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,72 persen di 97,991 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,0823 dolar dari 1,0899 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4815 dolar dari 1,4873 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7652 dolar dari 0,7756 dolar. Dolar AS dibeli 120,16 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,10 yen padai sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9676 franc Swiss dari 0,9608 franc Swiss, dan naik ke 1,2684 dolar Kanada dari 1,2600 dolar Kanada.

Saham Tokyo rebound, indeks Nikkei naik 125 poin

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di bursa Tokyo rebound atau berbalik naik pada Senin dengan indeks Nikkei ditutup 0,65 persen lebih tinggi, setelah Wall Street menguat untuk pertama kalinya sesudah empat hari dilanda aksi jual. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, yang jatuh untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat, hari ini menguat 125,77 poin menjadi 19.411,40. Indeks Topix dari seluruh saham papan utama naik 0,32 persen, atau 4,99 poin, menjadi berakhir di 1.557,77. Rebound di Tokyo terjadi karena dolar naik terhadap yen, sebuah nilai tambah bagi pengekspor Jepang, tetapi para analis mengatakan indeks Topix yang dibuka melemah bisa menjadi pertanda penurunan sementara di pasar. Pada Senin, data baru menunjukkan produksi pabrik Jepang turun lebih buruk dari yang diperkirakan 3,4 persen pada Februari, menambah kesuraman ekonomi terbesar ketiga dunia itu, saat berjuang untuk mengatasi dampak kenaikan pajak penjualan pada tahun lalu. "Angka-angka produksi industri memiliki dampak negatif, sementara kekhawatiran tentang risiko geopolitik tetap dengan ketidakpastian di Timur Tengah," Soichiro Monji, kepala strategi Daiwa SB Investments yang berbasis di Tokyo, mengatakan kepada Bloomberg News. "Tetapi investor membeli pada saat turun karena sekarang risiko tidak miliki saham-saham Jepang." Investor luar negeri telah masuk ke pasar Jepang karena perusahaan-perusahaan diharapkan melaporkan laba tahunan yang luar biasa besar, ketika dana pensiun publik negara itu -- terbesar di dunia -- mengalihkan lebih banyak portofolio obligasinya ke saham-saham. Dalam perdagangan saham, emiten kelas berat Fast Retailing, operator jaringan toko pakaian Uniqlo, naik 2,66 persen menjadi 47.455,0 yen. Raksasa kecap Kikkoman melonjak 5,23 persen menjadi 3.920,0 yen setelah harian bisnis terkemuka Nikkei mengatakan laba operasinya untuk setahun penuh akan datang sesuai yang diperkirakan sebelumnya. Pembuat robotika pabrik Fanuc naik 1,12 persen pada 26.475,0 yen, Toyota turun 0,64 persen menjadi 8.426,0 yen, dan raksasa minuman Asahi turun 1,02 persen menjadi 3.879,0 yen. Pembuat furnitur terkemuka Otsuka Kagu turun 6,19 persen menjadi 1.469,0 yen. Pada Jumat, perseteruan sengit keluarga di perusahaan membawa perubahan dramatis setelah pendirinya kalah perang untuk menggulingkan putrinya sebagai presiden dalam pemungutan suara pemegang saham. Itu menyusul spekulasi berminggu-minggu tentang siapa yang akan menang dalam pertempuran atas masa depan perusahaan yang sedang kesulitan tersebut. Di pasar valas, dolar merangkak naik ke 119,19 yen, dari 119,14 yen di New York pada Jumat sore. Di Wall Street pada Jumat lalu, Dow bertambah 0,19 persen, S&P 500 naik 0,24 persen dan Nasdaq naik 0,57 persen, demikian AFP.