Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

07 Oktober 2013

Saham Asia sedikit Berubah seiring sektor Telekomunikasi Naik, Utilitas Turun

Bloomberg, (07/10) - Saham Asia mempertahankan penurunannnya pada pekan lalu seiring anggota parlemen AS berdebat atas batas utang dan shutdown pemerintah AS. Perusahaan telekomunikasi naik sementara utilitas turun.Indeks MSCI Asia Pacific sedikit berubah pada level 139,07 pada pukul 09:02 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,1%. Pasar keuangan di China ditutup karena liburan nasional hari ini.Indeks Asia - Pacific mengukur penurunan 1,2% pada pekan lalu, ini penurunan mingguan pertamanya dalam lebih dari sebulan terakhir, seiring parsial shutdown pemerintah AS memicu kekhawatiran anggota parlemen tidak akan bisa menyetujui peningkatan batas pinjaman AS senilai $16.7 miliar pada akhir bulan ini. US Speaker John Boehner mengatakan kemarin DPR tidak bisa mengesahkan peningkatan plafon utang tanpa kemasan dengan ketentuan-ketentuan yang lain - nonstarter bagi Presiden Barack Obama.Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan sebanyak 13,4 kali estimasi laba per 4 Oktober, dibandingkan dengan 15,2 untuk indeks Standard & Poor 500 dan 14,1 untuk Indeks Stoxx 600 Eropa , menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.Indeks S&P 500 berjangka turun 0,5% pada hari ini setelah indeks telah naik sebesar 0,7% pada 4 Oktober. Menteri Keuangan Jacob J. Lew mengatakan Kongres harus meloloskan peningkatan plafon utang sebelum 17 Oktober atau Amerika Serikat akan 'sangat Berbahaya' terhadap kas dan risiko default pada pembayarannya. Federal Reserve Bank of San Francisco Presiden John Williams memperkirakan pemberhentian pemerintah selama dua minggu akan mencukur 0,25 persentase poin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat.Shutdown menunda rilis laporan gaji bulanan Departemen Tenaga Kerja, yang jatuh tempo pada 4 Oktober. (izr)