Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

21 Maret 2013

Bursa Asia melaju setelah dukungan the Fed, data China


The Insider, (21/3) - Saham-saham Asia beringsut lebih tinggi dan dolar naik hari ini, didukung oleh peningkatan pertumbuhan sektor manufaktur China, dan Komitmen Federal Reserve AS untuk pempertahankan sikap moneter yang akomodatif. Indeks Pembelian Manajer China yang dirilis oleh HSBC meningkat ke 51,7 pada bulan Maret dari 50,4 pada bulan Februari, menunjuk ke arah pertumbuhan yang solid untuk kuartal pertama di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,1 persen setelah data China meningkatkan sentimen dan membantu menenangkan kebingungan karena perdebatan tentang rencana bailout untuk Siprus. Bursa saham Hong Kong naik 0,5 persen, menghapus kerugian kecil awal sesi sementara pasar saham Shanghai naik 0,3 persen pasca rilis data tersebut.  Bursa Korea Selatan memangkas keuntungan menjadi 0,1 persen sementara saham Australia turun 0,2 persen. The Fed kemarin mengakhiri pertemuan dua hari dengan janji untuk menjaga kebijakan stimulus agresif meskipun ada perbaikan dalam ekonomi AS, namun tingkat pengangguran tetap tinggi. Dolar stabil terhadap sekeranjang mata uang utama, dan euro naik tipis 0,2 persen menjadi US $ 1,2950, dari level terendah empat-bulan yang tercatat hari Selasa lalu di US $ 1,28435. Dolar berada disekitar 96 terhadap yen. Nikkei 225 naik 1,2 persen Naik. gubernur Bank of Japan baru dan dua wakilnya akan menggelar konferensi pers perdana mereka sore ini. Mereka berada di bawah tekanan untuk memberikan langkah-langkah reflationary yang kuat sebagai bagian dari upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengakhiri deflasi dan mendorong pertumbuhan. (brc)