Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

09 Januari 2015

Emas turun karena dolar dan saham AS menguat

KONTAK PERKASA FUTURES -  Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat pagi, karena dolar dan saham AS terus menguat, mendorong investor menjauh dari emas. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 2,2 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi menetap di 1.208,50 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Emas berada di bawah tekanan dari sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis yang menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja, yang para analis katakan, mengindikasikan bahwa ekonomi AS mendapatkan momentum dan karena itu mengurangi daya tarik "safe haven" bagi para investor. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 3 Januari turun 4.000 ke disesuaikan secara musiman 294.000, menurut laporan tersebut. Rilis yang banyak diantisipasi risalah dari pertemuan bank sentral AS bulan lalu memberikan tekanan tambahan pada emas, karena para peserta menjelaskan bahwa mereka percaya ekonomi AS akan terus menguat. Sementara itu, dolar yang lebih kuat juga mengurangi daya tarik emas karena keduanya biasanya bergerak berlawanan arah. Indeks Spot Dolar naik 0,49 persen menjadi 92,3440 pada Kamis. Saham-saham AS melonjak pada tengah hari Kamis, memperpanjang "rebound" kuat sesi sebelumnya. Pada tengah hari, indeks Dow melonjak 287,35 poin atau 1,63 persen, menjadi 17.871,87. Indeks S&P 500 melonjak 33,10 poin atau 1,63 persen, ke 2.059,00. Indeks komposit Nasdaq bertambah 81,41 poin atau 1,75 persen, menjadi 4.731,88. Perak untuk pengiriman Maret kehilangan 15,9 sen atau 0,96 persen, menjadi ditutup pada 16,385 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,1 dolar AS atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 1.223,00 dolar AS per ounce.

Wall Street melonjak karena harga minyak stabil

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir melonjak untuk hari kedua berjalan pada Jumat pagi, karena harga minyak stabil dan investor menjadi lebih yakin terhadap stimulus moneter di Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 323,35 poin (1,84 persen) menjadi ditutup pada 17.907,87, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 36,24 poin (1,79 persen) menjadi berakhir di 2.062,14, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 85,72 poin (1,84 persen) menjadi 4.736,19. Harga minyak AS, yang telah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni, naik sedikit untuk hari kedua berturut-turut. Investor telah khawatir kejatuhan harga minyak mentah bisa menjadi sebuah tanda melemahnya pertumbuhan. Saham-saham Eropa melonjak karena optimisme Bank Sentral Eropa (ECB) akan segera mengambil langkah-langkah stimulus baru. "Ada beberapa bukti yang cukup jelas ECB akan segera bertindak," kata Hugh Johnson dari Hugh Johnson Advisors. "Tidak ada yang benar-benar baru hari ini, tetapi situasi telah berubah sejak bulan lalu, ketika tampak ada terlalu banyak keberatan birokrasi." Investor bersiap-siap untuk laporan ketenagakerjaan AS periode Desember pada Jumat, yang analis perkirakan akan menunjukkan ekonomi menambahkan 245.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 5,7 persen. Apple, perusahaan terbesar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, melonjak 3,8 persen karena mengumumkan bahwa App Store-nya membuat rekor baru pada 2014 dan pada awal 2015, dengan konsumen menghabiskan hampir setengah miliar dolar pada aplikasi di minggu pertama Januari. Saham teknologi lainnya yang naik signifikan termasuk anggota Dow Microsoft bertambah 2,9 persen, Facebook naik 2,7 persen dan pembuat chip Micron Technology menguat 4,9 persen. Ekuitas yang terkait minyak menguat. Anggota Dow ExxonMobil naik 1,7 persen, sementara Apache naik 3,9 persen dan perusahaan jasa minyak Weatherford International bertambah 2,76 persen. General Motors naik 1,0 persen karena kepala eksekutif produsen mobil itu Mary Barra memberikan prospek yang kuat untuk penjualan mobil AS, memproyeksikan penjualan industri lebih luas sekitar 16,5-17,0 juta unit pada 2015. Terakhir kali mencapai tingkat 17 juta unit pada 2001. Ford Motor naik 2,5 persen karena mengangkat dividen kuartalan sebesar 20 persen. Yahoo naik 3,4 persen setelah aktivis pemegang saham Starboard Value merilis surat peringatan kepala eksekutif Marissa Mayer menentang akuisisi besar dan mengatakan hal itu bisa membuat perubahan kepemimpinan di perusahaan teknologi itu, jika dia melakukan strategi yang salah. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun naik menjadi 2,01 persen dari 1,97 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,59 persen dari 2,53 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Harga minyak relatif stabil setelah turun tajam

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia relatif stabil pada Jumat pagi, setelah turun tajam baru-baru ini, tetapi analis mengatakan para investor tetap khawatir tentang pasokan global yang berlebihan. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 14 sen menjadi berakhir pada 48,79 dolar AS per barel, lapor AFP dan Xinhua. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, patokan internasional, turun di London. Brent menetap di 50,96 dolar AS per barel, melemah 19 sen dari tingkat penutupan Rabu. "Harga minyak telah menikmati sedikit pemulihan sejak kemarin setelah merosot lebih dari 10 persen dalam dua hari perdagangan sebelumnya," analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan penelitian, tetapi menambahkan tidak ada pembalikan dalam tren menurun. Commerzbank menyoroti bahwa laporan minyak mingguan Departemen Energi AS pada Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun, sedikit di bawah rekor tertinggi, tetapi juga mengungkapkan peningkatan besar dalam persediaan bensin AS dan destilasi atau sulingan. "Kelebihan pasokan di pasar minyak AS kini juga tercermin dalam peningkatan tajam stok produk-produk minyak di sana," kata analis dari bank Jerman itu. Phil Flynn, analis di Price Futures Group, mengatakan bahwa "fundamental di pasar ini sangat lemah, bahwa kita memiliki waktu yang sulit untuk naik." Dolar yang kuat membebani permintaan minyak yang dihargakan dalam dolar, kata dia. Harga minyak telah merosot sekitar setengahnya dari nilai mereka sejak Juni. Matt Smith dari Schneider Electric mengatakan pasar sedang menemukan "lebih banyak AS-sentris secara positif" dari harapan menjelang laporan ketenagakerjaan AS untuk Desember pada Jumat yang diawasi ketat sebagai ukuran kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu. Para analis memperkirakan lebih lambat, tetapi mantap, pertumbuhaan pekerjaan 245.000, dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,7 persen dari 5,8 persen pada November. Harga minyak telah anjlok sekitar 10 persen dalam tiga hari perdagangan 2015, karena pasar memperkirakan pasokan global melampaui permintaan. Produksi minyak mentah AS naik 11.000 barel per hari menjadi 9,13 juta pada pekan lalu, data mingguan yang paling dalam yang dimulai pada Januari 1983, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Tidak ada tanda-tanda bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memangkas produksi mereka dalam menanggapi kemerosotan harga. Produksi OPEC turun sebesar 122.000 barel per hari dari November menjadi 30,24 juta barel pada bulan lalu, menurut survei Bloomberg. Data ekonomi AS yang positif juga membantu meningkatkan harga minyak mentah AS. Jumlah Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 3 Januari turun 4.000 ke disesuaikan secara musiman 294.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis.