APF (12/8) - Pasar saham Tokyo kehilangan 0,70 persen pada hari Senin dalam perdagangan yang relatif sepi setelah rilis data GDP Jepang.Indeks acuan Nikkei 225 ditutup turun 95,76 poin menjadi 13,519.43, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama turun 0,55 persen, atau 6,29 poin menjadi 1,134.62.Data pertumbuhan (GDP) menunjukkan bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut terekspansi 0,6 persen untuk tiga bulan hingga Juni dari kuartal sebelumnya, atau lebih lambat dari kenaikan 0,9 persen yang direvisi pada periode Januari-Maret dan berada dibawah ekspektasi analis.Nikkei pulih secara bertahap pada perdagangan tengah hari karena pelemahan yen, tetapi berakhir di wilayah negatif dengan ketidakpasatian seputar apakah Perdana Menteri Shinzo Abe tetap melanjutkan rencana kenaikan pajak penjualan dalam menghadapi pemulihan ekonomi yang belum pasti.Sebagian mengkhawatirkan bahwa kenaikan suku bunga yang ditujukan untuk membayar utang besar pemerintah Jepang akan menahan upaya dari Abe untuk membangkitkan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut.'Pasar masih terbagi persepsi atas rencana kenaikan pajak tersebut,' kata Kenzaburo Suwa, ahli strategi dari Okasan Securities.'Kalau Abe menjalankan rencana kenaikan pajak tersebut maka tidak diragukan lagi tingkat konsumsi akan turun dan jika tidak, kepemimpinan politik Abe dipertanyakan.'Data GDP yang rilis Senin ini berbarengan dengan banyaknya para pedagang Jepang yang mulai pergi liburan musim panas tahunan yang dikenal sebagai 'Obon' sehingga perdagangan menjadi relatif lebih sepi dari biasanya. (brc)
13 Agustus 2013
Emas naik untuk hari keempat
Agustus 13, 2013
News Market
Bloomberg (12/8) - Emas naik lebih dari 1 persen pada hari ini ke level tertinggi dalam hampir dua minggu terakhir berkat data ekonomi AS dan kepemilikan pada exchange-traded product emas terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa naik untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhi.Spot emas naik 1,2 persen pada posisi $ US1329.74 per ounce siang ini dan sempat mencapai $ US1333.31 sebelumnya atau yang tertinggi bulan ini.Lompatan tajam emas pagi ini sebagian karena beberapa aksi beli teknis setelah harga menembus resistance di sekitar $US 1320.Kepemilikan di SPDR Gold Trust, ETP terbesar di dunia naik 0,2 persen menjadi 911,13 ton pada hari Jumat lalu - kenaikan pertama kali sejak 10 Juni. Produk tersebut mencatat 14 juta ons arus keluar tahun ini, atau sekitar $ US 19 miliar pada harga saat ini.Arus keluar dari ETP memiliki dampak besar pada emas, yang telah kehilangan sekitar 20 persen dari nilainya untuk tahun 2013.Investor telah menghindar dari emas dan memillih ke saham karena daya tarik emas sebagai safe haven telah tertekan oleh pemulihan ekonomi AS. Isu hangat seputar penurunan langkah-langkah stimulus AS juga telah menekan harga bullion.Spot emas diperkirakan akan menguji resistance selanjutnya di $ US1336, dengan kesempatan baik untuk menerobos menuju $ US1356, kata analis teknikal dari Reuters, Wang Tao.Emas juga telah didorong oleh data yang menunjukkan persediaan grosir AS turun tak terduga untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, mendorong ekonom untuk memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua mereka.Investor akan terus mengawasi data ekonomi lanjutan untuk mengukur kapan waktunya Federal Reserve untuk mulai mengurangi langkah-langkah stimulus yang telah memberikan dukungan kepada sebagian besar komoditas. Data yang lemah bisa mendorong bank sentral AS untuk menahan diri dari pemangkasan stimulus. (brc)
Bursa AS berakhir mixed
Agustus 13, 2013
Nasdaq
New York, Bloomberg (12/08) – Saham-saham AS berakhir mixed, dengan Index Standard & Poor 500 turun untuk kelima kali dalam enam sesi terakhir merespon data yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Jepang dan investor menunggu laporan tingkat penjualan ritel Amerika hari Selasa. Indeks S & P 500 turun 0,1 persen menjadi 1,689.47 pada pukul 4 sore di New York, memperpanjang kerugian dari rekor tingginya menjadi 1,2 persen. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 5,83 poin, atau kurang dari 0,1 persen ke posisi 15,419.68. Indeks S & P 500 mencatat penurunan 1,1 persen pekan lalu, terbesar dalam tujuh minggu terakhir, dan Dow turun 1,5 persen pada periode yang sama, mengakhiri serangkaian gain mingguan keenamnya di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas pembelian obligasi tahun ini karena penguatan ekonomi domestik .Investor telah meneliti data-data ekonomi untuk menentukan apakah pertumbuhan telah cukup kuat bagi The Fed untuk mengurangi pembelian obligasi bulanannya. Laporan dari Departemen Perdagangan besok (Selasa) akan menunjukkan bahwa penjualan ritel naik untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli, berdasarkan prediksi ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Rilis dari the Fed pada 15 Agustus mendatang mungkin akan menunjukkan bahwa pabrik, tambang dan utilitas telah meningkatkan hasil mereka pada bulan Juli. Pada tanggal 16 Agustus, laporan terpisah juga mungkin akan menunjukkan bahwa pembangunan perumahan baru dan perizinan bangunan mengalami rebound bulan lalu. Di Asia, GDP Jepang melambat di kuartal kedua dari kuartal sebelumnya dengan laju di bawah perkiraan ekonom sementara faktor produksi China meningkat lebih tinggi dari perkiraan sebesar 9,7 persen pada bulan Juli. (brc)
Langganan:
Postingan (Atom)














