Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

03 Juli 2020

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 4.000 per Gram


Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 4.000 per gram atau menjadi Rp 915 ribu per gram pada perdagangan Kamis (2/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 919 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 812 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 812 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.24 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. 

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.260.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.050.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Rincian Harga Emas

* Pecahan 0,5 gram Rp 487.500

* Pecahan 1 gram Rp 915.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.770.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.630.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.355.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.645.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.487.000

* Pecahan 50 gram Rp 42.895.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.712.000

* Pecahan 250 gram Rp 214.015.000

* Pecahan 500 gram Rp 427.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 855.600.000.

PT Kontak perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT KP Press

Source Liputan 6

02 Juli 2020

Harga Emas Antam Rp 861.120/gram, Waktunya Beli atau Jual?


Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk, atau yang sering disebut emas Antam hari ini naik tipis pada perdagangan Rabu (1/7/2020). Kenaikan tersebut mengikuti pergerakan harga emas dunia kemarin.
Berdasarkan data dari logammulia.com, di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung emas batangan 100 gram yang dijadikan acuan dibanderol Rp 86.112.000/batang atau Rp 861.120/gram. Harga tersebut naik Rp 1.000/gram atau 0,12% dibandingkan dengan Selasa kemarin.

Naik turunnya harga emas Antam salah satunya dipengaruhi pergerakan harga emas dunia. Harga emas dunia pada perdagangan Rabu kemarin menguat 0,52% ke US$ 1.780,66/troy ons.

Untuk diketahui, 1 troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga jika melihat kurs rupiah kemarin Rp 14.180/US$, maka harga emas dunia Rp 811.889/gram.

Memang ada selisih dengan harga emas Antam hari ini, tetapi wajar mengingat tidak hanya emas dunia yang mempengaruhi harga emas Antam, ada faktor lain seperti supply-demand.

Namun yang pasti, harga emas Antam biasanya mengikuti arah harga emas dunia. Jika harga emas dunia menguat harga emas Antam cenderung naik, apalagi jika kurs rupiah mengalami pelemahan. Kurs rupiah juga mempengaruhi harga emas Antam, mengingat emas dunia dibanderol dengan dolar AS.

Harga emas dunia saat ini diprediksi masih akan terus menguat bahkan mencetak rekor tertinggi, sehingga ada kemungkinan harga emas Antam juga akan terus menanjak.

Salah satu yang memprediksi emas dunia akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa adalah Bank of America Merril Lynch (BofA), salah satu bank investasi ternama di dunia.

BofA menargetkan emas mencapai US$ 2.000/US$ di kuartal III-2020, melewati rekor sebelumnya US$ 1.920/troy ons yang dicapai pada September 2011 lalu. Artinya dalam 3 bulan ke depan, harga emas dunia akan mencapai Rp 911.897/gram (kurs Rp 14.180/US$).  

Dalam 18 bulan ke depan, BofA memprediksi emas mencapai US$ 3.000/troy ons atau Rp 1.367.845/gram.

Jika prediksi tersebut jadi nyata, harga emas Antam tentunya berpeluang menanjak mengikuti pergerakan emas dunia.




Source CNBC Indonesia

01 Juli 2020

Corona di AS Menggila, Makin tak Bisa Dikontrol


Kasus corona (Covid-19) di AS disebut semakin meningkat. Bahkan "tak bisa dikontrol".

Angka infeksi per hari diprediksi mencapai 100.000 orang per hari terutama jika penyebaran terus berlanjut seperti sekarang.

"Saya tak bisa membuat prediksi yang akurat tapi ini akan sangat mengganggu," kata ilmuan top AS yang juga ahli virus Dr Anthony Faucy, dikutip dari CNBC International, Selasa (30/6/2020).

"Kita mencatat 40 ribu lebih kasus setiap hari. Saya tidak akan terkejut jika angka ini naik menjadi 100.000 ... Saya menekankan ini," tegasnya.

Saat ini, AS memang mencatat 40 ribu kasus baru setiap hari. Angka ini merupakan dua kali lipat dibanding data tertinggi di bulan Mei yakni 22.800.

Saat ini hotspot penularan ada di negara bagian Selatan dan Barat AS. Sebanyak 50% kasus datang dari empat negara bagian, yakni Florida, California, Texas dan Arizona.

Ada pergeseran dari pusat infeksi semula yakni Washington dan sebagai negara bagian di Timur Laut seperti New York.

Mengutip riset CNBC International, rata-rata kasus baru di AS adalah 39.750 per hari, selama tujuh hari terakhir. Angka ini naik lebih dari 40% dibandingkan seminggu sebelumnya.

Di Selasa, angka rata-rata laporan kasus baru selama tujuh hari naik lebih dari 5% selama seminggu di 40 negara bagian.

"Saya sangat prihatin dan saya tidak puas dengan apa yang terjadi karena kita berada di arah yang salah, terutama jika Anda melihat kurva dari kasus-kasus baru," kata Fauci lagi.

"Jadi kita benar-benar harus melakukan sesuatu tentang itu dan kami perlu lakukan dengan cepat."

Ia bahkan berujar hal ini akan mempengaruhi negara bagian lain yang sudah berusaha maksimal pada kasus di wilayahnya. Ini akan membahayakan seluruh bagian dari AS.

Menurutnya, AS mungkin mendorong pembukaan ekonominya, dari penguncian, terlalu cepat. Sehingga mengabaikan beberapa pedoman federal agar memulai aktivitas dengan aman.

"Di negara-negara di mana pemerintah negara bagian melakukan dengan benar, kita melihat secara visual "fenomena tak terjadi apa-apa"," katanya,

"Meski negara itu dalam status penguncian atau dibuka, kamu melihat orang-orang tidak bermasker, tidak menghindari kerumunan dan tidak menjaga jarak secara fisik."

Saat ini kasus corona di AS secara total sebanyak 2,7 juta pasien. Dari data Worldometers, ada 130 ribu orang yang meninggal karena Covid-19 di Negeri Paman Sam.




Source CNBC Indonesia