Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

30 Juni 2020

Banjir Berita Baik, Wall Street Happy Monday


Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (29/6/2020). Kenaikan didorong oleh berita baik dari Boeing yang mulai melakukan ujian sertifikasi pada Senin.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 580,25 poin atau 2,3%, menjadi 25.595,80. Itu adalah kenaikan terbaik Dow sejak 5 Juni, ketika melonjak lebih dari 3%. Sementara S&P 500 menguat 1,5% menjadi 3.053,24 dan Nasdaq Composite naik 1,2% dan ditutup menjadi 9.874,15.

Rata-rata indeks utama mencapai level tertinggi dalam perdagangan hanya beberapa menit jelang penutupan.

Kenaikan Dow sendiri tidak lepas dari baiknya kinerja Boeing yang mencatatkan penguatan 14,4%. Itu terjadi setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengijinkan perusahaan untuk memulai penerbangan sertifikasi ulang Boeing 737 Max pada Senin.

Langkah ini dipandang berbagai pihak sebagai kunci yang bisa membuat perusahaan pesawat yang berbasis di AS itu untuk kembali memperoleh izin terbang bagi salah satu pesawat terlarisnya tersebut. Pesawat Boeing 737 Max telah dilarang terbang sekitar setahun terakhir setelah terlibat dua kecelakaan fatal yang menewaskan ratusan orang.

Selain itu, rata-rata indeks juga mendapat angin segar dari pengumuman National Association of Realtors yang mengatakan penjualan rumah yang tertunda melonjak dengan rekor 44,3% pada Mei.

Kenaikan itu juga terjadi karena investor mengabaikan data kasus infeksi virus corona (COVID-19) yang buruk di AS. Di mana per Senin, AS secara nasional telah mengonfirmasi ada sebanyak 2.631.806 kasus, 128.412 meninggal, 1.090.433 orang sembuh dari COVID-19.

"Statistik virus corona AS memburuk selama akhir pekan ... tetapi para pedagang akhirnya mengabaikan hal negatif ini lagi," kata Erik Bregar, kepala strategi FX di Exchange Bank of Canada, dalam sebuah catatan, sebagaimana dilaporkan CNBC International.


Source CNBC Indonesia

29 Juni 2020

Google Meet Hadirkan Fitur Baru untuk Saingi Zoom dan Microsoft Teams

Google Meet diyakini sedang mengembangkan fitur baru yang disebut-sebut menyerupai pesaingnya, yakni Zoom dan Microsoft Teams.

Dilaporkan 9to5 Google, Minggu (28/6/2020), salah satu fitur baru itu adalah kemampuan menambahkan gambar atau efek blur di latar belakang saat melakukan panggilan video.

Seperti di platform konferensi video lainnya, pengguna nanti akan dapat memilih gambar milik mereka sendiri atau memilih dari beberapa gambar background yang disediakan.

Tak hanya itu, Google juga mengonfirmasi pengguna dapat mengaktifkan caption secara real-time, low-light mode, hand-raising, dan tampilan yang mendukung hingga 49 peserta dalam update Meet versi konsumer di masa mendatang.

Raksasa mesin pencari itu tidak mengungkap kapan pembaruan tersebut digulirkan, tetapi kabarnya mereka sudah menguji coba fitur tersebut di Google Meet versi edukasi dan korporat.

Lebih lanjut, Google sudah mengintegrasikan layanan Meet ke Gmail semenjak bulan lalu.

Perusahaan menambahkan tautan di kolom samping kiri, dan kemampuan untuk konferensi video hingga 100 orang tanpa batas waktu bagi siapa pun yang memiliki akun Google.

Adapun fitur ini ditambahkan Google untuk mengejak ketinggalan mereka dengan layanan video konferensi populer saat pandemi Covid-19 ini, yaitu Zoom.

Salah satu peningkatan yang ada di Google Meet untuk G Suite for Education maupun G Suite Enterprise for Education adalah memungkinkan tenaga pengajar mengontrol kelas virtual yang mereka adakan.

"Seperti biasa, prioritas pertama kali adalah menjaga pertemuan itu tetap aman dan nyaman," tutur Product Manager Google Meet Arpit Guglani seperti dikutip dari blog Google, Jumat (26/6/2020).

Melalui kontrol ini, pengajar bisa lebih mudah untuk mengatur peserta yang dapat bergabung. Jadi, apabila ada peserta yang sudah ditolak masuk, mereka tidak bisa meminta izin lagi untuk masuk dalam sebuah pertemuan.

Selain itu, tampilan permintaan izin ini atau dikenal sebagai knocks dibuat agar tidak mengganggu pengajar.

Kini, Google Meet juga memungkinkan pengajar mengakhiri pertemuan bagi seluruh peserta, sehingga tidak ada peserta yang masih aktif meski pertemuan sudah usai.

Selanjutnya, Google mengatakan bakal memblokir akses bagi peserta anonim yang ingin masuk dalam pembelajaran virtual semacam ini. Namun tetap ada opsi bagi sekolah mengizinkan peserta anonim hadir sebagai partisipan.



Source Liputan6

26 Juni 2020

Ibadah Haji 2020 Digelar Terbatas


Kontak Perkasa Futures - Ibadah Haji 2020 Digelar Terbatas Sebab, pandemi corona Covid-19 belum berakhir dan saat ini ada 9,2 juta lebih kasus positif di dunia.

Belum adanya vaksin dan risiko penularan juga menjadi pertimbangan. Keputusan pembatasan ibadah haji 2020 ini diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Selasa 23 Juni 2020.

Namun, Arab Saudi mensyaratkan haji terbatas hanya berlaku bagi warga setempat. Termasuk jemaah asing yang telah berada di negerinya.

Bagaimana protokol kesehatan untuk jemaah haji 2020? Simak dalam Infografis berikut ini:



Source Liputan6