Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

14 April 2020

Harga Emas Diprediksi Terus Melonjak di Tengah Pandemi Corona


Kontak Perkasa Futures - Komoditas emas unjuk gigi sebagai komoditas anti resesi, seperti gejolak pandemik virus corona saat ini dan di tengah hiruk pikuk lesunya bisnis dan roda ekonomi Indonesia.

Saat ini, tren masyarakat ramai berbondong-bondong melakukan transaksi emas, baik yang menjual maupun yang membeli dengan harapan kenaikan harga emas di tengah prospek melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

CEO Sehatigold Denny Ardhiyanto mengatakan, perilaku emas sebagai komoditas anti resesi kembali terbukti di saat ketidakpastian ekonomi yang telah berlangsung semenjak pertengahan 2019.

“Ini bukanlah hal yang baru (kenaikan harga emas, red). Dari masa ke masa, emas selalu dipercaya masyarakat dunia sebagai investasi yang secara konsisten memberikan keuntungan yang luar biasa di saat terjadi gejolak ekonomi,“ kata Denny Ardhiyanto, Senin (13/4/2020).

Dia mengungkapkan, gejolak ekonomi sebenarnya sudah mulai terjadi beberapa bulan sebelum pandemik COVID-19. Beberapa insiden telah memicu sentimen negatif pasar, seperti Perang Dagang antara Amerika Serikat dan Cina, ketegangan Amerika dan Iran.

“Selain itu, COVID-19 melengkapi sentimen negatif tersebut sebagai hantaman terakhir terhadap ekonomi dunia,” lanjut dia.

Dia menjelaskan bahwa setiap kejadian yang menakutkan pasar dunia semakin mendorong pelaku pasar untuk meninggalkan aset lainnya seperti pasar modal dan pasar uang dan masuk ke dalam pasar emas. Hal inilah yang telah mendorong harga emas secara spektakuler.

Harga emas telah naik sebesar 20 persen pada kuarter pertama 2020 dan jika ditarik lebih lanjut semenjak pertengahan 2019, kenaikan harga emas telah mencapai 50 persen.



Source Liputan 6

13 April 2020

Harga Emas Diprediksi Kembali Naik Minggu


kontak Perkasa Futures - Harga emas diperkirakan masih dalam tren bullish pada minggu ini. Hal ini dikarenakan Bank Sentral dan pemerintah terus berupaya mengeluarkan stimulus dalam menahan gempuran ekonomi dampak dari virus corona (Covid-19).

"Harga emas mendapat angin segar karena kucuran dana untuk menangani Covid-19 terus mengalir," terang Managing Director ForexLive Adam Button seperti dikutip dari Kitcho, Senin (12/4/2020).

The Fed mengumumkan pemberian stimulus mencapai USD 2,3 triliun demi menjaga iklim bisnis di AS. Stimulus ini datang usah jumlah klaim pengangguran mingguan di AS naik 6,6 juta dan menjadikan total selama tiga minggu berturut-turut mencapai 17 juta.

"Saya terus cenderung bullish untuk emas," kata Kevin Grady, presiden Phoenix Futures and Options LLC.

"Meskipun ekuitas tampaknya telah menemukan pijakan yang stabil, saya masih percaya bahwa jumlah uang yang membanjiri sistem perbankan global ditambah dengan suku bunga rendah secara historis akan memicu harga emas di atas USD 1.850," tambahnya.



Source liputan6

09 April 2020

Wall Street Menguat Usai Senator Bernie Sanders Mundur dari Bursa Capres AS


Kontak Perkasa Futures - Saham-saham di bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, melonjak pada hari Rabu setelah Senator Bernie Sanders keluar dari pemilihan presiden. Ini meredakan beberapa kekhawatiran politik di tengah krisis ekonomi imbas dari pandemi virus corona.

Dikutip dari CNCB, Kamis (9/4/2020), Dow Jones Industrial Average naik 779,71 poin, atau 3,4 persen, ditutup pada level 23.433,57. S&P 500 naik 3,4 persen ke 2.749,98, sedangkan Nasdaq Composite naik 2,6 persen menjadi 8.090,90. AS diharapkan bisa mulai mengubah sudut pandangan akan wabah virus corona dalam waktu dekat juga mengangkat ekuitas.

Beberapa proposal kebijakan Sanders, termasuk Medicare for All, menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pemilik bisnis dan investor yang khawatir pajak akan naik di bawah kepresidenannya. Berita hari Rabu menempatkan mantan Wakil Presiden Joe Biden - yang dilihat oleh Wall Street sebagai kandidat yang lebih ramah pasar, lebih dekat dengan nominasi Demokrat.

"Keluarnya Sanders menghilangkan risiko ekor dari beberapa kebijakannya, segera menetapkan fokus pada Biden vs Trump," kata Ed Mills, Ahli Strategi Kebijakan Washington di Raymond James.

"Kebijakan Biden akan mendapatkan pengawasan baru sekarang dia adalah calon dugaan, tetapi kebenarannya adalah bahwa pasar akan melihat ke arah Washington lebih banyak untuk membantu ekonomi dan banyak bantuan cocok dengan platformnya," ;anjut dia.


Liputan6