Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

08 April 2020

Usai Cetak Rekor, Harga Emas Antam Anjlok Rp 17 Ribu per Gram


Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun drastis yaitu sebesar Rp 17 ribu per gram menjadi Rp 946 ribu per gram pada perdagangan Rabu (8/4/2020).

Padahal sebelumnya, harga emas Antam mencatatkan rekor termahal sepanjang sejarah dengan dipatok Rp 963 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam juga anjlok Rp 17.000 menjadi Rp 845 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 845 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.700.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.850.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Rincian Harga Emas

* Pecahan 0,5 gram Rp 497.500

* Pecahan 1 gram Rp 946.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.841.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.740.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.550.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.035.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.480.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.885.000

* Pecahan 100 gram Rp 89.700.000

* Pecahan 250 gram Rp 224.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 447.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 895.600.000.



liputan6

07 April 2020

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 per Gram di Awal Pekan


Kontak Perkasa Futures -  Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 3 ribu per gram di awal pekan, menjadi Rp 931 ribu per gram. Akhir pekan lalu, harga logam mulia ini mencapai Rp 934 ribu per gram.

Demikian pula, harga buyback emas Antam turun Rp 3 ribu menjadi Rp 832 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 832 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.38 WIB, Senin (6/4/2020), mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.550.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.550.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Rincian Harga

* Pecahan 0,5 gram Rp 490.000

* Pecahan 1 gram Rp 931.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.811.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.695.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.475.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.885.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.105.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.135.000

* Pecahan 100 gram Rp 88.200.000

* Pecahan 250 gram Rp 220.250.000

* Pecahan 500 gram Rp 440.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 880.600.000.




Liputan 6

06 April 2020

3 Faktor yang Tentukan Pergerakan Harga Emas Pekan Ini


Kontak Perkasa Futures - Analis membeberkan tiga faktor utama yang bisa menentukan harga emas pada pekan ini sementara pandemi covid-19 berlangsung.

Melansir dari laman Kitco, Senin (6/4/2020), faktor-faktor tersebut antara lain, nilai tukar dolar AS, permintaan safe-haven, dan volatilitas tinggi, yang dapat mempengaruhi harga emas dalam jangka pendek.

1. Dolar AS

Dolar AS, yang telah mendapatkan kekuatan sebagai mata uang safe-haven, akan menjadi hambatan utama untuk harga emas yang lebih tinggi pada minggu depan.

“Biasanya, setiap kali indeks dolar AS bergerak lebih tinggi, emas cenderung mendapatkan sedikit angin sakal. Dolar AS naik cukup besar dan itu telah menjadi salah satu penentu utama ke mana arahnya. Pada akhir Maret, indeks dolar AS berada di sekitar 94, kemudian melonjak ke 103 dan sekarang berada di sekitar 100,” kata kepala strategi global TD Securities, Bart Melek.

Pada umumnya korelasi harga emas dan mata uang Dolar AS adalah negatif. Nilai tukar USD yang sedang kuat akan cenderung menyebabkan harga emas turun dan sebaliknya jika Dolar yang sedang lemah biasanya harga emas akan cenderung naik.

2. Permintaan safe-haven

Meskipun ketidakpastian akibat covid-19 meningkatkan nikai tukar USD, analis yakin bahwa emas akan naik.

"Kami pikir dolar akan tetap cukup kuat, tetapi itu tidak serta merta mengesampingkan kenaikan lebih lanjut pada harga emas di Q2," kata asisten ekonom komoditas Ekonomi, Kieran Clancy.

Clancy menambahkan, prospek jangka pendek untuk emas cukup positif. Selama ada ketidakpastian yang dihadapi ekonomi global dan orang-orang tidak yakin kapan semuanya akan kembali normal, ada peluang bagus untuk mendapatkan lebih banyak safe-haven untuk membeli emas.

Clancy mencatat, selama krisis ini, emas telah melihat investor baru menumpuk ETF yang didukung emas serta logam fisik.

3. Volatilitas

Faktor ketiga yang dapat mempengaruhi harga emas oekan depan adalah volatilitas yang tinggi.

“Kami sangat memperhatikan volatilitas di pasar. VIX penting karena, dalam banyak hal, membantu menentukan posisi pedagang algoritmik seperti CTA dan lainnya. Saat ini, volatilitas telah turun tetapi masih meningkat," jelas Melek.

Melek menambahkan, volatilitas yang tinggi dapat dengan mudah mengubah beberapa posisi emas utama di pasar.

Melek mengingatkan investor bahwa selama masa volatilitas ekstrem, emas tidak berkinerja dengan baik.

"Sayangnya, kami berpikir bahwa ketika wabah mulai memuncak, kami akan memiliki beberapa berita yang sangat buruk, biasanya itu akan baik untuk emas, tetapi itu mungkin sangat baik untuk memindahkan dana investasi ke dalam dolar AS karena orang mungkin perlu mendapatkan likuiditas," kata Malek.


PT Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT KP Press

SOurce Liputan6