Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

03 April 2020

Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen Usai Data Pengangguran AS Cetak Rekor


Kontak Perkasa Futures - Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada hari Kamis. Ini karena rekor tinggi klaim pengangguran AS untuk minggu kedua berturut-turut mengintensifkan kekhawatiran kerusakan ekonomi akibat virus corona dan mendorong investor menuju logam safe-haven.

Diktup dari CNBC, JUmat (3//4/2020), harga emas spot naik 1,7 persen menjadi USD 1,617.60 per ounce. Sementara emas berjangka AS naik 3,3 persen menjadi USD 1,643.20.

"Kenyataan dari itu (angka klaim pengangguran) diatur bersama dengan ekuitas mulai berubah lebih rendah, Anda mendapatkan beberapa putaran baru pembelian safe-haven di emas," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik dua kali lipat dari minggu lalu ke rekor tertinggi 6,65 juta. Karena lebih banyak memberlakukan tindakan tetap di rumah untuk mengekang virus corona.

Indeks saham AS jatuh setelah kenaikan eksplosif dalam klaim pengangguran AS.

"Semakin lama hal ini diseret, semakin buruk situasinya dalam jangka panjang. Emas adalah aset yang harus dilakukan dengan baik melalui semua turbulensi ini, semua uang yang dicetak untuk memerangi dampak virus dan suku bunga turun menjadi nol,” kata Haberkorn.


Source liputan 6

02 April 2020

Data Ekonomi AS Suram Picu Harga Emas Menguat


Kontak Perkasa Futures -  Harga emas berkilau seiring langkah investor yang kembali memburu aset safe haven usai ekonomi AS dilaporkan suram.

Rilis data ekonomi memperburuk kekhawatiran penurunan ekonomi di tengah meningkatnya langkah lockdown dan batasan lainnya secara global untuk memerangi pandemi coronavirus.

Melansir laman Nasdaq, Kamis (2/4/2020), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.580.29 per ons, setelah sebelumnya naik 1,8 persen.  Adapun harga emas berjangka ditutup 0,3 perse lebih rendah menjadi  USD 1.591,40.    

"Latar belakang ekonomi makro yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menarik lebih banyak investor ke aset nyata seperti emas. Bank sentral di dunia melonggarkan neraca mereka dan bersiap-siap untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut sebagai upaya mengurangi dampak wabah," kata Soni Kumari, Ahli Strategi Komoditas di ANZ.   

Hal ini membuat dia memprediksi suku bunga riil tetap dalam wilayah negatif untuk sementara waktu. Latar belakang yang akan tetap menguntungkan investasi emas.

Sektor manufaktur AS pada bulan Maret, dengan aktivitas mencapai level terendah sejak 2009, imbas dari wabah virus corona.

Sementara gaji swasta AS juga dilaporkan turun pada Maret, pertama sejak 2017. Kondisi ini menambah dukungan tentang kondisi ekonom yang buram.



Source liputan 6

01 April 2020

Virus Corona RI 31 Maret: 1.528 Kasus, 136 Meninggal, 32 Provinsi


Kontak Perkasa Futures - Kasus pasien positif corona (COVID-19) di Indonesia kembali bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah kasus positif meningkat 114 orang dalam satu hari, menjadi total 1.528 kasus.

Sementara pasien yang meninggal bertambah 14 kasus dibandingkan sehari sebelumnya, atau total menjadi 136 orang. Pasien sembuh bertambah enam orang, atau total menjadi 81 orang.

"Ini menjadi bukti bahwa penularan masih terus terjadi di sekitar kita" ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Untuk itu, Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, kembali mengingatkan agar masyarakat menjaga jarak dalam komunikasi sosial. Baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah. Tidak lupa, Yuri mengingatkan agar masyarakat menghindari kerumunan dan menggunakan masker.

"Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah," tegasnya.

Sementara itu, Bengkulu melaporkan adanya kasus COVID-19 di provinsi itu. Ini menyebabkan total yang mengonfirmasi wabah corona menjadi 32 provinsi.

Berikut rinciannya:
1. Aceh: 5 kasus positif, 0 kasus sembuh, 0 kasus meninggal.
2. Bali: 19 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
3. Banten: 142 kasus positif, 2 kasus sembuh, 4 kasus meninggal
4. Bangka Belitung: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
5. DI Yogyakarta: 23 kasus positif, 1 sembuh, 2 kasus meninggal
6. DKI Jakarta: 747 kasus positif, 48 kasus sembuh, 83 kasus meninggal
7. Jambi: 2 kasus positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal
8. Jawa Barat: 198 kasus positif, 11 kasus sembuh, dam 21 kasus meninggal
9. Jawa Tengah: 93 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 7 kasus meninggal
10. Jawa Timur: 93 kasus positif, 16 kasus sembuh, dan 8 kasus meninggal.
11. Kalimantan Barat: 9 kasus positif, 2 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
12. Kalimantan Timur: 20 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
13. Kalimantan Tengah: 9 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
14. Kalimantan Selatan: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
15. Kalimantan Utara: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
16. Kepulauan Riau: 7 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
17. Nusa Tenggara Barat: 4 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
18. Sumatera Selatan: 5 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
19. Sumatera Barat: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
20. Sulawesi Utara: 2 kasus positif, 1 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
21. Sumatera Utara: 19 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
22. Sulawesi Tenggara: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
23. Sulawesi Selatan: 50 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
24. Sulawesi Tengah: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
25. Lampung: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
26. Riau: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
27. Maluku Utara: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
28. Maluku: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
29. Papua Barat: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
30. Papua: 10 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
31. Sulawesi Barat: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
32. Bengkulu : 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal


Source CNBC Indonesia