Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

01 April 2020

Virus Corona RI 31 Maret: 1.528 Kasus, 136 Meninggal, 32 Provinsi


Kontak Perkasa Futures - Kasus pasien positif corona (COVID-19) di Indonesia kembali bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah kasus positif meningkat 114 orang dalam satu hari, menjadi total 1.528 kasus.

Sementara pasien yang meninggal bertambah 14 kasus dibandingkan sehari sebelumnya, atau total menjadi 136 orang. Pasien sembuh bertambah enam orang, atau total menjadi 81 orang.

"Ini menjadi bukti bahwa penularan masih terus terjadi di sekitar kita" ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Untuk itu, Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, kembali mengingatkan agar masyarakat menjaga jarak dalam komunikasi sosial. Baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah. Tidak lupa, Yuri mengingatkan agar masyarakat menghindari kerumunan dan menggunakan masker.

"Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah," tegasnya.

Sementara itu, Bengkulu melaporkan adanya kasus COVID-19 di provinsi itu. Ini menyebabkan total yang mengonfirmasi wabah corona menjadi 32 provinsi.

Berikut rinciannya:
1. Aceh: 5 kasus positif, 0 kasus sembuh, 0 kasus meninggal.
2. Bali: 19 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
3. Banten: 142 kasus positif, 2 kasus sembuh, 4 kasus meninggal
4. Bangka Belitung: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
5. DI Yogyakarta: 23 kasus positif, 1 sembuh, 2 kasus meninggal
6. DKI Jakarta: 747 kasus positif, 48 kasus sembuh, 83 kasus meninggal
7. Jambi: 2 kasus positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal
8. Jawa Barat: 198 kasus positif, 11 kasus sembuh, dam 21 kasus meninggal
9. Jawa Tengah: 93 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 7 kasus meninggal
10. Jawa Timur: 93 kasus positif, 16 kasus sembuh, dan 8 kasus meninggal.
11. Kalimantan Barat: 9 kasus positif, 2 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
12. Kalimantan Timur: 20 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
13. Kalimantan Tengah: 9 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
14. Kalimantan Selatan: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
15. Kalimantan Utara: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
16. Kepulauan Riau: 7 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
17. Nusa Tenggara Barat: 4 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
18. Sumatera Selatan: 5 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 2 kasus meninggal
19. Sumatera Barat: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
20. Sulawesi Utara: 2 kasus positif, 1 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
21. Sumatera Utara: 19 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
22. Sulawesi Tenggara: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
23. Sulawesi Selatan: 50 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
24. Sulawesi Tengah: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
25. Lampung: 8 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
26. Riau: 3 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
27. Maluku Utara: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
28. Maluku: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
29. Papua Barat: 2 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal
30. Papua: 10 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
31. Sulawesi Barat: 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 0 kasus meninggal
32. Bengkulu : 1 kasus positif, 0 kasus sembuh, dan 1 kasus meninggal


Source CNBC Indonesia

31 Maret 2020

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 per Gram


Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam mulai turun dari harga rekornya pada perdagangan Selasa (31/3/2020).

Harga logam mulia BUMN ini turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 924 ribu per gram. Pada perdagangan Senin kemarin, harga emas cetak rekor tertinggi dipatok Rp 926 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam turun Rp 3.000 berada di Rp 832 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 832 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.19 WIB. Mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.480.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.410.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).


Daftar Harga Emas Antam

* Pecahan 0,5 gram Rp 486.500

* Pecahan 1 gram Rp 924.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.797.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.674.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.440.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.815.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.930.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.785.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.500.000

* Pecahan 250 gram Rp 218.500.000

* Pecahan 500 gram Rp 436.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 873.600.000


Source Liputan 6

30 Maret 2020

Harga Emas Naik 8 Persen Selama Seminggu, Terbesar Sejak 2008


Kontak Perkasa Futures -  Harga emas pada hari Jumat turun. Akan tetapi harga emas telah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak 2008 karena dampak ekonomi dari virus corona sehingga meningkatkan daya tarik safe-haven.

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (28/3/2020), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1,620.81 per ons pada 11:42 EDT (1542 GMT). Harga emas berjangka AS 1,7 persen lebih rendah pada USD 1,623.30 per ons.

"Aksi jual di ekuitas AS telah membebani semua kelas aset lagi yang mengarah ke serangkaian tekanan margin pada logam mulia," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Saham Wall Street turun lebih dari 3 persen, karena kekhawatiran kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona.

"Emas telah mengikat diri dengan pasar ekuitas," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. "Ada begitu banyak yang tidak diketahui menuju akhir pekan, dan meskipun emas adalah aset keamanan, hanya ada keengganan untuk menambah risiko," tambah dia.

Harga emas telah naik lebih dari 8 persen sejauh minggu ini, didukung oleh lonjakan klaim pengangguran mingguan terbesar di AS dan langkah-langkah stimulus ekonomi Federal Reserve AS yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Source liputan6