Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

03 Januari 2020

Jelang Akhir Pekan Pertama di 2020, IHSG Dibuka Menguat ke 6.308,56


Kontak Perkasa Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan saham jelang akhir pekan ini. Rupiah berada pada posisi Rp 13.895 per Dolar AS.

Pada pra pembukaan perdagangan, Jumat (3/1/2020), IHSG menguat 22,6 poin atau 0,36 persen ke level 6.306,18. IHSG kemudian melanjutkan penguatan pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik 24,08 poin atau 0,40 persen menjadi 6.308,56.

Indeks saham LQ45 juga naik 0,47 persen ke posisi 1.016,73. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.312,62 dan terendah di 6.304,64.

Sebanyak 115 saham menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 29 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 11.570 kali dengan volume perdagangan 130 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 88 miliar.

Investor asing beli saham Rp 7,8 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 13.895 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu saham yang melemah yaitu pertambangan yang turun tipis 0,03 persen.

Sedangkan sektor saham yang menguat dipimpin oleh perkebunan yang naik 1,34 persen. Kemudian diikuti sektor infrastruktur naik 0,73 persen dan sektor aneka industri yang naik 0,60 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain RODA dengan naik 19,4 persen menjadi Rp 80 per saham, saham BIPP naik 18 persen menjadi Rp 59 per saham dan CASS menguat 12,50 ke posisi Rp 630 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah MFMI yang turun 13,79 persen ke 500 per saham, GLVA turun 8 persen ke 276 per saham, dan PADI turun 6,72 persen ke 250 per saham.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan hari pertama 2020. Hanya dua sektor saham yang berada di zona hijau membuat IHSG tersungkur.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (2/1/2020), IHSG ditutup turun 15,95 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.283,58. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,28 persen ke posisi 1.011,61.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.317,01 dan terendah 6.263,67.

Sebanyak 246 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 164 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 364.537 kali dengan volume perdagangan 5,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 triliun.

Investor asing beli saham mencapai Rp 83,29 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.889.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau, yaitu sektor barang konsumsi yang naik 0,31 persen dan sektor keuangan naik 0,13 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 2,21 persen. Kemudian sektor infrastruktur yang turun 1 persen dan sektor aneka industri turun 0,85 persen.

Sedangkan saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG tersungkur diantaranya LMAS yang turun 27,33 persen ke Rp 109 per lembar saham, LPLI melemah 26,47 persen ke Rp 75 per lembar saham dan MFMI turun 24,68 persen ke Rp 580 per lembar saham.

Saham-saham yang menguat antara lain RODA yang naik 34 persen ke Rp 67 per saham, DIGI menguat 23,87 persen ke Rp 2.050 per saham dan LCKM naik 23,66 persen ke Rp 324 per saham.


Liputan6

02 Januari 2020

124 Gardu Listrik Dipadamkan Imbas Banjir dan Longsor di Lebak Banten


Kontak Perkasa Futures - PT PLN memadamkan 124 gardu listrik di wilayah Kabupaten Lebak, Banten imbas banjir dan longsor di kawasan tersebut, Rabu (1/1/2020). Pemadam listrik juga dilakukan guna mengantisipasi terjadinya korsleting serta demi keamanan warga.

"Banjir kali ini di Kecamatan Cipanas dan sekitarnya kita ada 124 yang saat ini padam. Padam mulai jam 08.00 WIB pagi tadi, kita sudah mulai mengamankan jaringan kita yang awalnya gardu nyala, karena cuaca kurang bagus kita padamkan," kata Manager PLN UP 3 Banten Selatan, Sumarsono, ditemui dilokasi bencana, Rabu.

Sejumlah tiang listrik di Lebak bertumbangan akibat terkena hantaman banjir, longsor, dan tanah amblas. Hingga berita ini ditulis pada Kamis 2 Januari 2020 dini hari, sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Cipanas, Cimuncang, serta Sajira gelap gulita.

"Setelah jalan dibetulkan, kita akan melakukan perbaikan. Ada tiang yang perlu kita ganti, kita langsung ganti," terangnya.

Polda Banten mengaku telah menerjunkan ratusan personelnya untuk membantu proses evakuasi serta pembersihan rumah dan bangunan. Tim kesehatan juga diterjunkan untuk membantu para korban bencana banjir dan longsor di Lebak, Banten.

"Kita terjunkan ratusan personel dari Brimob, Ditpolair, Polres terdekat maupun lainnya melakukan backup, dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti perahu karet, Bidokkes dan lainnya," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardy



Liputan6

31 Desember 2019

PT KP Press - Mengintip Kehebatan Elang Hitam, Pesawat Tanpa Awak Karya Anak Bangsa di PT DI


Kontak Perkasa Futures - Tak lama lagi, Indonesia bakal memiliki pesawat udara nirawak buatan sendiri. Pesawat tanpa awak yang dikenal juga dengan drone itu tampil perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (30/12/2019).

Kehadiran drone berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) tersebut merupakan hasil pembentukan konsorsium antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertahanan, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Persero.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, drone ini mampu terbang terus menerus selama 24 jam.

"Dengan pengendalian tanpa pilot ini kebutuhan pengawasan dari udara menjadi efisien," kata Hammam.

Pesawat nirawak ini diharapkan dapat membantu menjaga kedaulatan NKRI dari udara. Mengingat kebutuhan pengawasan di udara terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti illegal logging dan illegal fishing.

Drone bertipe Male ini telah dimulai oleh Balitbang Kementerian Pertahanan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Di mana telah disepakatinya rancangan kebutuhan dan tujuan (DR&O) yang akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI AU.

Proses perancangan drone Male dimulai dengan kegiatan preliminary design, basic design dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil ujinya di 2016 dan 2018 di BPPT, serta pembuatan engineering document and drawing pada 2017 dengan anggaran dari Balitbang Kemhan dan BPPT.

Pada 2019, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masuk sebagai anggota konsorsium tersebut.

"Kini dengan tim yang lebih lengkap, saya harapkan seefektif untuk menghidupkan industri nasional yang dapat mendukung industri alat sistem pertahanan," ujar Hammam. 

Pada kesempatan itu, Hammam juga menyampaikan pernyataan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, yang memberi nama drone Male dengan sebutan Elang Hitam atau "Black Eagle".

Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengungkapkan, pengembangan drone tipe Male ini dilakukan sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia.

Dia menjelaskan, kemampuan drone ini ditargetkan bisa take off dan landing sekitar 700 meter dengan kemampuan terbang di ketinggian 20.000 feet. Sedangkan, kecepatan maksimum 235 km/jam dan lama terbang sekitar 30 jam.

Elfien menambahkan, drone ini akan ditargetkan uji terbang perdana pada 2020 mendatang. "Tahun depan targetnya bisa terbang perdana. Sekarang (acara roll out) masih dalam development manufacturing," ujarnya.

Dia menyebutkan, pada 2020 mendatang juga akan dibuat dua unit prototipe berikutnya, masing-masing untuk tujuan uji terbang dan uji kekuatan struktur di BPPT. Pada tahun yang sama, proses sertifikasi produk militer juga akan dimulai dan diharapkan pada akhir 2021 sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA).

"Kegiatan mengintegrasikan sistem senjata pada prototipe drone Male dilakukan mulai 2020 dan diproyeksikan sudah mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023," ucap Elfien.


Liputan6