Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 Desember 2019

PT KP Press - Walau AS-China 'Main Ping Pong', Wall Street Tetap Kuat



Kontak Perkasa Futures - Saham global berakhir bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2019).

Ketidakjelasan perang dagang yang seperti bola ping pong, ditambah dorongan yang makin kuat untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump membuat bursa global enggan kompak pada penutupan kemarin.

Meski demikian, bursa AS ditutup menguat. Sejumlah indeks utama di Wall Street berhasil finish di zona hijau.


Dow Jones misalnya naik 0,1% ke 27.677.79. Sedangkan S&P naik 0,2% ke 3.117,43 sementara Nasdaq naik 0,1% ke 8.570,70.

Kepala Strategi Pasar dari National Securities mengatakan perdagangan yang terjadi cukup seimbang dan adil.

"Apalagi setelah pasar bergerak "pavlovian" di beberapa hari terakhir karena isu perdagangan," katanya sebagaimana ditulis AFP.

Kinerja IHSG kemarin senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang ditransaksikan di zona hijau. Indeks Nikkei terapresiasi 0,76%, Shanghai menguat 0,32%, Hang Seng naik 0,33%, dan Straits Times terkerek 0,51%.

Walau begitu, saham dibelahan bumi lainnya seperti Frankfrut dan London melemah sedangkan Paris bergerak datar. Indeks DAX 30 dan FTSE 100 terkoreksi 0,7% sementara CAC 40 flat ditutup di 5.801,55.


CNBC Indonesia

05 Desember 2019

Harga Emas Antam Melonjak Rp 6.000 per Gram


Kontak Perkasa Futures, PT Kontak Perkasa – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam melonjak Rp 6.000 per gram menjadi Rp 753 ribu per gram dari sebelumnya Rp 747 ribu per Gram, pada perdagangan Rabu(4/12/2019).

Sementara harga buyback emas Antam justru naik Rp 7.500 per gram menjadi Rp 670.500 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 670.500 per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.21 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.710.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 14.870.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

PT Kontak Perkasa Futures – Rincian Harga Emas

* Pecahan 0,5 gram Rp 401.000

* Pecahan 1 gram Rp 753.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.455.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.161.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.585.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.105.000

* Pecahan 25 gram Rp 17.505.000

* Pecahan 50 gram Rp 35.235.000

* Pecahan 100 gram Rp 69.800.000

* Pecahan 250 gram Rp 175.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 351.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 702.600.000.


Liputan6

04 Desember 2019

Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen Usai Peryataan Donald Trump


Kontak Perkasa FuturesPT Kontak Perkasa – Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada hari Selasa (3/12). Lonjakan ini terjadi di tengah memudarnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS-China setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat diperpanjang hingga setelah pemilihan presiden pada November 2020.
Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,12 persen menjadi USD 1,478.72 per ounce, setelah menyentuh $ 1,481.80, tertinggi sejak 7 November 2019. Emas berjangka AS juga naik 1,1 persen pada USD 1484,4 per ounce.
“Pasar saham lebih rendah dan ada lonjakan harga emas yang saat ini dainggap paling aman. Harga emas naik dengan apa yang dikatakan Trump tentang China-AS,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
“Semua tanda menunjuk ke arah pergerakan harga emas di atas USD 1,485 lagi yang cukup untuk mendorongnya di atas USD 1.500,” tambahnya.
Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China mungkin akan ditunda sampai setelah pemilihan November 2020. Ini memupus harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum putaran kenaikan tarif lain berlaku pada 15 Desember 2019.