Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

08 Oktober 2019

Awal Pekan, Harga Emas Antam Stabil di Level Rp 761 Ribu per Gram



Kontak Perkasa futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam stabil di level Rp 761 ribu per gram, pada perdagangan Senin(7/10/2019). Harga emas ini bertahan sejak Sabtu pekan lalu.

Sedangkan harga buyback emas Antam pada hari ini tetap di harga Rp 684 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 684 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.36 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

PT Kontak Perkasa - Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.800.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp Rp 15.150.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen)


* Pecahan 0,5 gram Rp 405.000

* Pecahan 1 gram Rp 761.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.471.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.185.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.625.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.185.000

* Pecahan 25 gram Rp 17.855.000

* Pecahan 50 gram Rp 35.635.000

* Pecahan 100 gram Rp 71.200.000

* Pecahan 250 gram Rp 177.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 355.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 710.600.000.



PT Kontak Perkasa Futures



Source liputan6

07 Oktober 2019

Perlahan Tapi Pasti, IHSG Berpeluang Menguat


Kontak Perkasa Futures -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini memiliki harapan untuk menguat seiring dengan sentimen yang mulai positif. Penguatan yang terjadi akhir pekan lalu diperkirakan masih akan berlanjut di awal pekan ini.
Panin Sekuritas dari segi teknikal menyebutkan IHSG melanjutkan penguatan setelah berhasil mempertahankan support 6.000, secara teknikal IHSG berhasil bertahan kembali di atas support tahunannya.

Ditambah dengan sentimen eksternal penguatan indeks Dow Jones, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatan terbatas pada resistance 6.100 dengan masih menguji support 6.000.
Pelaku pasar menantikan langkah The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga ketiga kalinya di tahun ini. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan hal ini dilakukan oleh bank sentra Amerika pada FOMC meeting yang akan dilaksanakan 29-30 Oktober ini.
Namun, The Fed masih belum memberikan kepastian terkait dengan kebijakan yang akan ditempuh oleh bank sentral.

PT Kontak Perkasa - PT Anugerah Mega Investama menyebutkan sentimen yang datang dari Amerika Serikat yang perlu diantisipasi adalah ekspektasi untuk penurunan suku bunga The Fed pada rapat Oktober menjadi 93,5% dari 77%. Hal ini disampaikan oleh FedWatch CME Group.
Hal ini tidak lepas dari data Automatic Data Processing yang kurang baik dan Indeks sektor jasa ISM juga turun ke 52,6 pada September dari 56,4 di bulan sebelumnya. Indeks ketenagakerjaan juga merosot ke posisi 50,4 dari 53,1 pada Agustus, terlemah sejak Februari 2014. Laporan sektor manufaktur AS juga memperlihatkan penurunan tajam indeks PMI ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun.
Kurang baiknya data ekonomi Amerika berpeluang membawa Negara tersebut masuk ke resesi.
IHSG menguat 22 point membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di atas lebih panjang indikasi konsolidasi. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.064 sampai 5.997 dan resistance di level 6.075 sampai 6.154.


Source cnbc indonesia

04 Oktober 2019

Percaya The Fed Pangkas Suku Bunga, Bursa Wall Street Menguat


Kontak Perkasa Futures - Bursa Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/10/2019) setelah memerah selama dua hari berturut-turut.

Indeks Dow Jones berakhir naik 0,5% ke 26.202,60. Sementara S&P 500 melonjak 0,8% menjadi 2.910,86 sedangkan Nasdaq naik 1,1% menjadi 7.872,26.

Buruknya data Institute for Supply Management soal PMI manufaktur dan tenaga kerja meningkatkan dorongan akan ada kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

pt kontak perkasa - Analis percaya buruknya data AS merupakan sinyal tantangan ekonomi yang serius bagi The Fed. Bank sentral diminta bertindak agresif.

"The Fed melewatkan kesempatan September mereka (karena memangkas suku bunga tidak sesuai ekspektasi pasar). Tetapi belum tentu terlambat untuk bertindak pada bulan Oktober," kata Chris Low dari FTN Financial dikutip dari AFP.

"Bagaimanapun akan ada resesi," katanya lagi.

Jumat (4/10/2019), investor tengah menunggu laporan bulanan pemerintah AS soal tenaga kerja. Analis meprediksi AS akan menambah 150.000 pekerjaan di bulan ini dengan akan pegangguran tetap di angka 3,7%.



source cnbc indonesia