Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

18 September 2019

AS-China Mesra, Bursa Saham Asia pun Bersorak


PT. Kontak Perkasa Futures - Bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini, Rabu (18/9/2019) di zona hijau: indeks Nikkei naik tipis 0,06%, indeks Shanghai menguat 0,2%, indeks Hang Seng naik 0,18%, indeks Straits Times terkerek 0,14%, dan indeks Kospi bertambah 0,1%.

Optimisme yang membuncah bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Pada hari ini, kedua negara diketahui akan menggelar perbincangan di tingkat wakil menteri guna mempersiapkan negosiasi dagang tatap muka tingkat tinggi pada awal bulan depan.

Diketahui, kunjungan delegasi China ke AS pada hari ini akan dipimpin oleh Liao Min selaku Deputi Direktur dari Office of the Central Commission for Financial and Economic Affairs dan juga Wakil Menteri Keuangan China.

Melansir Global Times selaku media yang dikontrol oleh Partai Komunis China, ditunjuknya Liao Min untuk memimpin delegasi China dipandang oleh para analis dapat membawa angin segar bagi hubungan dagang AS-China.

Untuk diketahui, delegasi China dalam perbincangan guna mempersiapkan negosiasi tingkat tinggi dengan AS sebelumnya dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen.

Optimisme bahwa AS dan China akan segera bisa meneken kesepakatan dagang bahkan disuarakan sendiri oleh Presiden AS Donald Trump.

Kemarin waktu setempat (17/9/2019) Trump mengatakan di hadapan reporter bahwa China telah membeli produk-produk pertanian asal AS dalam jumlah yang besar, sebelum kemudian mengungkapkan bahwa kesepakatan dagang dengan China bisa diteken sebelum gelaran pemilihan presiden (Pilpres) di AS pada tahun 2020 atau sehari setelahnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir tensi perang dagang antar kedua negara memang sudah mengendur.

Menjelang akhir pekan kemarin, Kementerian Perdagangan China mengumumkan bahwa produk-produk agrikultur asal AS seperti kedelai dan daging babi akan dimasukkan ke dalam daftar produk yang diberikan pembebasan atas bea masuk tambahan, dilansir dari CNBC International.

Pengumuman tersebut melengkapi pengumuman pada hari Rabu (11/9/2019) kala Kementerian Keuangan China mengumumkan daftar produk impor asal AS yang akan dibebaskan dari pengenaan bea masuk baru.

Melansir CNBC International, ada sebanyak 16 jenis produk impor yang diberikan pembebasan oleh China, termasuk pakan ternak, obat untuk kanker, dan pelumas. Pembebasan ini akan mulai berlaku pada tanggal 17 September hingga September 2020.

Pembebasan produk agrikultur asal AS dari bea masuk tambahan diumumkan pasca Trump mengumumkan melalui media sosial Twitter bahwa kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China yang sebelumnya dijadwalkan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober, diundur menjadi tanggal 15 Oktober

Untuk diketahui, bea masuk yang diundur tersebut merupakan bea masuk yang menyasar produk impor asal China senilai US$ 250 miliar. Pemerintahan Presiden Trump akan menaikkan bea masuk bagi produk senilai US$ 250 miliar tersebut menjadi 30%, dari yang sebelumnya 25%.

Trump mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan dari Wakil Perdana Menteri China Liu He, beserta dengan fakta bahwa tanggal 1 Oktober merupakan peringatan ke 70 tahun dari lahirnya Republik Rakyat China.


www.cnbcindonesia.com/market/20190918090353-17-100230/as-china-mesra-bursa-saham-asia-pun-bersorak

17 September 2019

Market Briefing : Emas semakin menggoda. (16/9/2019)


Selamat pagi para traders..

PT. Kontak Perkasa Futures - Sesuai analisa minggu lalu..Emas sempat Bouncing ke level $1524 terkait data NFP yang melemah dari hasil revisi sebelumnya 159K dimana actuak 130K setelah kembali melamah ke $1490 terkait wacana pemangkasan suku bunga di minggu ini oleh The Fed di kisaran 0.25% bps dari 2.25% menjadi 2.00%.
Apakah ini menjadi signal lanjutan emas akan menggoda market dengan false break atau investor akan buy on rumor? 
Take your chance now or never..

Fundamental: 

1) Bersiapnya China kembali untuk melakuakan perundingan dengan AS di awal bulan depan menjadi kekuatan bagi emas untuk menetap bertahan di area $1500, namun pertengahan bulan ini kedua belah pihak berencana memulai ancang-ancang untuk melakukan set up untuk pertemuan awal bulan yang akan datang.

2) Diserangnya fasilitas minyak Arab Saudi menyebabkan minyak WTI dan Brent melambung, momen ini mendukung para investor untuk take profit di pair Emas.

3) Pemerintah Inggris sedang mengkaji mengenai beberapa perjanjian terhadap upaya dalam kesepakatan Brexit antara Inggris dan Irlandia Utara.

Teknikal :

Mari kita perhatikan chart Gold H4 berikut:




Indikator Stochastic Oscilator RSI terlihat sudah cross antara %K dan %D yang kuat mengindikasikan akan terjadi retracement.
Target realistis melihat Bouncing minggu lalu dimana penetrasi hanya mampu rally ke $1524 menjadi poin prioritas bagi traders sekalian jadikan Risk Appetite untuk entry posisi Buy.

Ingat, perhatikan money managemen anda sebelum entry ke market, let your profit run dan set stop loss di level support yang mungkin terjadi pembalikan arah.

Salam profit selalu dan happy trading.

http://kontakpf.com/market-briefing-emas-semakin-menggoda-1692019/

16 September 2019

Ada Ancaman Perang Teluk Jilid III, Harga Emas Naik 1% Lebih!


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga emas dunia menguat signifikan di perdagangan pasar spot hari ini. Ancaman Perang Teluk Jilid III membuat investor kebat-kebit dan mencari perlindungan di aset-aset aman (safe haven) seperti emas.

Pada Senin (16/9/2019) pukul 07:44 WIB, harga emas dunia naik 1,29%. Harga sang logam mulia menyentuh titik tertinggi sejak 5 September.

Investor memburu emas karena kekhawatiran terhadap tensi di Timur Tengah yang meninggi. Akhir pekan lalu, fasilitas pengolahan minyak mentah milik Saudi Aramco, raksasa migas asal Arab Saudi, diserang. Lagi-lagi Iran menjadi tersangka utama.

"Ada alasan kami yakin sudah tahu siapa pelakunya. Kami sudah bersiap. Namun kami ingin menunggu kabar dari Inggris mengenai siapa pelakunya dan bagaimana kami harus bertindak!" cuit Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui cuitan di Twitter.

Menurut seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebutkan namanya, ada indikasi serangan tersebut menggunakan misil jelajah (cruise missile). Ada 19 titik tumbukan yang membuktikan bahwa misil tersebut diluncurkan dari arah Iran, bukan dari Yaman.

"Tidak diragukan lagi, Iran yang bertanggung jawab atas semua ini. Bagaimanapun Anda berkilah, tidak bisa menghindar lagi. Tidak ada kandidat lain," tegas sang pejabat, seperti diberitakan Reuters.

Teheran tentu tidak terima atas tuduhan tersebut. Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa tudingan AS dan sekutunya tidak berdasar.

Bahkan Iran siap apabila harus berperang dengan AS dan sekutunya. Amarali Hajizadeh, Kepala Staff Angkatan Udara Garda Revolusioner Iran, mengungkapkan pangkalan AS di Timur Tengah masuk dalam jangkauan misil mereka.

"Semua orang harus tahu bahwa seluruh basis pangkalan AS dan kapal induk mereka dalam jarak lebih dari 2.000 km di sekitar Iran masuk dalam cakupan misil kami. Iran selalu siap untuk perang dalam skala penuh," tegasnya, seperti diwartakan Reuters.

AS dan Iran sudah bersiap angkat senjata. Kalau situasi memburuk dan ada pemantik labih lanjut, bukan tidak mungkin Perang Teluk Jilid III bakal meletus.

"Investigasi sedang berlangsung untuk menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan eksekusi aksi teror ini. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga aset-aset nasional dan memastikan ketahanan energi serta perekonomian global," tegas Kolonel Turki Al Malki, Juru Bicara Koalisi Angkatan Bersenjata Legitimasi Yaman, seperti diberitakan Reuters.

Perang jelas sebuah risiko besar, baik itu terhadap kemanusiaan, sosial, sampai ekonomi. Dibayangi oleh ancaman konflik bersenjata yang meningkat, investor berbondong-bondong mengamankan diri ke safe haven assets, salah satunya emas. Akibatnya, harga emas naik signifikan.



www.cnbcindonesia.com/market/20190916080056-17-99613/ada-ancaman-perang-teluk-jilid-iii-harga-emas-naik-1-lebih