Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 September 2019

Ke Mana Arah Harga Emas Dunia Hari Ini?


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga emas dunia di pasar spot terlihat kurang bertenaga sejak perdagangan awal pekan ini, padahal kondisi global kurang kondusif yang semestinya menjadi sentimen penguat bagi harga emas. Nyatanya tidak.

Babak baru perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China resmi dimulai 1 September dan Negeri Tiongkok memberikan "babak tambahan" lagi. 

China mengadukan AS ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hanya saja tidak disebutkan rincian dari laporan itu, tetapi China menyatakan kebijakan AS telah mempengaruhi ekspor mereka sebesar US$ 300 miliar. 


"China telah melakukan tindakan yang unilateral dan kebijakan industri yang agresif kepada para mitra dagangnya untuk secara tidak adil mencuri dan menguasai teknologi. AS menerapkan bea masuk untuk menghapus kebijakan China yang tidak adil dan mengganggu," tegas pembelaan yang dikutip dari Washington, seperti diberitakan Reuters.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, pada Senin kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.530 per troy ounce (oz), naik 0,69% dari US$ 1.524/oz pada hari sebelumnya. Pada Selasa kemarin (3/9/2019), harga emas di pasar spot justru turun sebesar 0,4% menjadi US$ 1.524/oz. 

Dari sisi analisis teknikal, sebetulnya harga emas belum ada pergerakan dari sisi teknikal pergerakan harga emas. Beberapa level yang perlu dicermati sudah berhasil disentuh oleh emas, sesuai prediksi selama belum menembus konsisten di atas US$ 1.530/troy ons, emas masih akan melemah.




Pada grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), dan di atas MA 21 hari (garis merah) serta MA 125 hari (garis hijau). 

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun, histogram kembali ke wilayah negatif, memberikan gambaran momentum penguatan emas yang menurun.




Pada time frame 1 jam, emas bergerak di kisaran MA dan MA 21, tetapi di bawah MA 125. Indikator stochastic belum memasuki wilayah jenuh beli (overbought) ataupun wilayah jenuh jual (oversold). 

Bagaimana dengan harga emas?


Emas saat ini kembali bergerak di S$ 1.526/troy ons. Selama bertahan di atas level tersebut emas berpeluang naik ke US$ 1.530/troy ons. Sekali lagi, selama tidak menembus US$ 1.530/troy ons, emas berpotensi berbalik melemah lagi. 

Namun jika mampu menembus konsisten ke atas level tersebut, emas berpotensi naik ke US$ 1.535/troy ons, atau lebih tinggi lagi ke US$ 1.539/troy ons. 

Hanya saja, di sisi lain, jika kembali turun dan tertahan di bawah US$ 1.526/troy ons, logam mulia ini berpotensi melemah ke level US$ 1.519/troy ons. Support selanjutnya jika area tersebut dilewati adalah US$ 1.514 dan US$ 1.509/troy ons.

Emas Antam


Pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 3.000 (0,42%) menjadi Rp 716.000 per gram, dari Rp 719.000 per gram kemarin.

Penurunan harga tersebut lebih terpengaruh oleh kondisi meredanya ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-China kemarin setelah kedua negara menyamakan visi untuk bertemu bulan ini, setelah kenaikan tarif impor berlaku kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (3/9/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 71,6 juta dari harga kemarin Rp 71,9 juta per batang.

Turunnya harga emas Antam itu tidak sepergerakan harga emas di pasar spot global yang turun kemarin, meskipun hari ini justru melemah.

EmasAntam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanyaemasAntam. HargaemasAntam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

www.cnbcindonesia.com/market/20190903230643-17-96934/ke-mana-arah-harga-emas-dunia-hari-ini

03 September 2019

Harga Emas Naik 3,98 Persen dalam 1 Bulan


PT kontak Perkasa Futures - Badan Pusat Statistik (BPS) turut menanggapi mengenai harga emas yang belakangan ini terus meningkat. Seperti diketahui beberapa bulan terakhir harga emas terus melonjak hingga menyentuh level Rp 750 ribu per gram.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dalam beberapa hari ini memang harga emas terus mengalami kenaikan. Jika dibandingkan dari bulan lalu saja kenaikan harga emas tercatat mencapai 3,98 persen.

“Dari bulan lalu harga emas naik 3,98 persen,” kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kenaikan harga emas cukup berpengaruh terhadap inflasi bulan Agustus 2019. Di mana inflasi secara nasional tercatat sebesar 0,12 persen.

“Komoditas yang dominan andil inflasi adalah emas perhiasan 0,05 persen. Jadi emas sendiri andilnya sudah sebesar 0,05 persen,” jelasnya

Sebagai informasi, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 5.000 pada perdagangan hari ini, Senin (2/9) menjadi Rp 768.000 per gram dari perdagangan minggu lalu di Rp 763.000 per gram. Harga emas sempat menembus harga tertinggi di posisi Rp 774.000 per gram pada Senin 26 Agustus lalu.

Dikutip laman logammulia.com, emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sementara itu, harga jual kembali emas Antam atau buyback juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 695.000 per gram.


www.liputan6.com/bisnis/read/4052872/harga-emas-naik-398-persen-dalam-1-bulan

02 September 2019

Market Briefing : Peluang emas mencetak rekor $2000 hingga akhir tahun 2019 (2/9/2019)



Salam Profit traders sekalian dan selamat pagi,

PT. Kontak Perkasa Futures - Minggu lalu kita disuguhkan pelamahan terhadap emas setelah sempat menembus area $1550/toz tertinggi sejak mei 2011 dan close di area $1520.
Memanasnya beberapa isu-isu politik dan ekonomi menyebabkan mix impact sehingga traders sekalian perlu menyikapi lebih objektif dan selektif dalam mengambil keputusan dalam bertransaksi.

Analisa Fundamental
Memanasnya Perang dagang setelah China membalas menaikkan bea import barang teknologi terhadap AS menyebabkan emas mengambil kesempatan untuk menjadi save heaven bagi para investor yang ingin melindungi imbal hasil tarif yang lebih tinggi. Terlebih lagi isu resesi di Amerika yang semakin nyata setelah inverted yield bond AS yg mengindikasikan pelemahan perekonomian di negeri Paman Sam tersebut.
Adapun emas masih akan mengalami volatile yang lumayan bisa menggerakkan market di kisaran $20 - $30 /toz
  
Analisa Teknikal

Perhatikan bebarapa poin-poin penting di chart weekly Gold.






















Disini saya melakukan pendekatan analisa teknikal sederhana untuk lebih objektif dimana Break out emas terlihat di trend line resisten di $1505 yang dikonfirmasi oleh penembusan 50% Fibonacci Retracement dengan target kenaikan selanjutnya di area $1588 untuk menguji 61%, adapun penembusan di area 38% bisa menjadi trigger untuk re-test area $1250, false break out terlihat setelah sempat beberapa kali whipsaw tetapi trend tetap berlanjut sehingga disini trader bisa lebih confident lagi apabila sedang dalam hold position buy.
Perlu diperhatikan untuk beberapan level-level Resisten dan Support berikut:

R2      : $ 1540
R1      : $ 1532
Pivot  : $ 1524
S1       : $ 1516
S2       : $ 1508

Saran Transaksi
-          Entry BUY $1524 set TP @$1540 / SL $1516, or

-          Entry SELL $1532 set TP @$1524 / SL $1540.


Sekian dan happy trading.

“bijak dalam memanfaatkan dana merupakan tindakan yang bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik”
*Risk Disclosure

Febry Wahab Tawakkal,SH
Mengenal dunia trading online sejak 2006. Memulai karir di 2014 dan menjadi
Wakil Pialang Berjangka di PT.KontakPerkasa Futures Makassar sejak 2016
dengan Expertise di Index, Komoditi dan Forex.