Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 Agustus 2019

Harga Emas Melonjak Usai Pidato Gubernur The Fed, Emas Naik 2 Persen


PT. Kontak Perkasa Futures - Pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell turut mempengaruhi harga emas dunia. Usai pidato dari gubernur Bank Sentral AS tersebut, harga emas naik sebesar 2 persen.

Harga emas di pasar spot naik 2 persen menjadi USD 1.528,53 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS juga naik 2 persen menjadi USD 1.538,6.

Harga emas telah naik hampir 8 persen sejauh bulan ini dan sekitar 19 persen tahun ini. 

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada artikel lain yang layak untuk disimak

Harga emas melonjak 2 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Kenaikan ini didorong penafsiran investor terhadap pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell yang dianggap condong ke arah sikap kebijakan moneter yang dovish.

Selain itu, lonjakan ini juga sebagai dampak dari komentar terakhir Presiden AS Donald Trump yang dinilai memperburuk ketegangan perdagangan dengan China.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 2 persen menjadi USD 1.528,53 per ounce. Harga sebelumnya naik menjadi USD 1.528,50, tertinggi sejak 13 Agustus, ketika telah mencapai puncak tertinggi dalam enam tahun terakhir di level USD 1.534,31.


www.liputan6.com/bisnis/read/4046222/top-3-harga-emas-naik-2-persen?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftag%2Fharga-emas

23 Agustus 2019

Harga Emas Antam Turun jadi Rp 755 Ribu per Gram


PT. Kontak Perkasa Perkasa - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 755 ribu per gram, pada perdagangan Kamis (22/8/2019). Pada hari sebelumnya, harga emas mencapai Rp 756 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam, pada hari ini juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 683 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 683 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.35 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.810.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 14.910.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 402.000

* Pecahan 1 gram Rp 755.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.469.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.167.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.595.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.125.000

* Pecahan 25 gram Rp 17.705.000

* Pecahan 50 gram Rp 35.335.000

* Pecahan 100 gram Rp 70.600.000

* Pecahan 250 gram Rp 174.750.000

* Pecahan 500 gram Rp 352.300.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 705.600.000


www.liputan6.com/bisnis/read/4043941/harga-emas-antam-turun-jadi-rp-755-ribu-per-gram?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftag%2Fharga-emas

22 Agustus 2019

Penjualan Ritel Kinclong, Wall Street ke Zona Hijau


PT. kontak Perkasa Futures - Wall Street kembali ditutup di zona hijau pada penutupan Rabu (20/8/2019). Kenaikan terjadi meskipun inversi sempat terjadi pada yield obligasi pemerintah 10 tahun. 

Indeks Dow Jones naik 0,9% ke level 26.202,73. Sementara S&P 500 naik 0,8% ke level 2.924,43 dan Nasdaq Composite naik 0,9% ke level 8.020,21.

Laporan keuangan kuartal kedua (Q2) sejumlah toko ritel yang menunjukan laba yang tinggi memberi sentimen positif pada market. Dimana pasar menilai, meskipun ada pelemahan di sektormanufaktur dan pasar utama di luar negeri, ekonomi AS tetap kuat ditopang daya beli konsumen. 

"Investor tengah menghitung seberapa kuat pengeluaran konsumen," ujar salah satu analis dari Cherry Lane Investments Rick Meckler sebagaimana dilansir CNBC Indonesia dari Reuters, Kamis (22/8/2019). "Ketika melihat masih ada laba di sektor ini, ini akan memberi kepercayaan diri, khususnya ketika ada banyak fokus ke perusahaan ritel non internet,"

Belum adanya kejutan berarti dari bank sentral AS The Federal Reserves (Fed) juga menjadi penyebab lain. Pada Rabu pagi, Fed melakukan pertemuan dan masih belum memutuskan apakah akan memangkas suku bunga atau tetap. 



www.cnbcindonesia.com/news/20190822060700-4-93776/penjualan-ritel-kinclong-wall-street-ke-zona-hijau