Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

16 Agustus 2019

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 800 Ribu per Gram di Akhir 2019


PT. Kontak Perkasa Futures - CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad memprediksi harga emas akan mengalami kenaikan signifikan. Dia sendiri memperkirakan harga emas pada akhir tahun 2019 dapat menembus Rp 800 ribu.

"Tahun lalu hanya Rp 680 ribu per gram, sekarang naik menjadi Rp 720 ribu. Kalau prediksi saya pribadi bisa sampai Rp 800 ribu per gram sampai akhir tahun," kata dia, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Dia menuturkan, kenaikan harga emas tersebut didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang tak kunjung mereda.

Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan berbagai negara juga dipangkas dan devaluasi Yuan juga turut memberikan pengaruh.

"Capital market juga kita lihat agak goyang terdampak. Itu membuat harga emas melonjak tinggi karena orang enggak akan masukin uangnya ke bank karena bunga rendah," ucap Assad.

Menurut dia, harga emas ke depan akan terus mengalami kenaikan lantaran persediaannya terbatas, sementara permintaannya terus naik. Selama 3 tahun terakhir, penjualan emas Antam naik cukup signifikan.

"Di tahun 2016 itu penjualan emas Antam sebesar 10,2 ton. Di 2017 sebesar 13,2 ton, dan di 2018 itu naik menjadi 25,3 ton emas," imbuhnya.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus menggunakan, kenaikan harga emas tidak akan menurunkan minat masyarakat untuk berinvestasi emas.

Sebab menurut dia, ada kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat dibilang unik, yakni tetap berinvestasi di saat harga tinggi.

"Investor di Indonesia ini lucu, ketika harga tinggi berbondong-bondong investasi. Selain itu juga persoalan perang dagang dan pemangkasan suku bunga mempengaruhi kenaikan harga emas sekarang ini," tegas Paulus.

Reporter: Wilfridus Setu Embu Merdeka.com

Harga emas naik 1 persen pada perdagangan hari Rabu (14/8). Kenaikan karena kurva yield Treasury AS berbalik arah dan data ekonomi yang buruk dari zona euro memicu kekhawatiran resesi dan mendorong investor memilih ke safe-haven.

Dikutip dari laman CNBC, Kamis (15/4/2019), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD 1,513,34 per ounce, setelah merosot sebanyak 2 persen pada hari Selasa. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,75 persen pada USD 1.525,4.

Kurva imbal hasil keuangan AS berbalik arah untuk pertama kalinya sejak 2007, sebuah tanda bahwa ekonomi terbesar dunia itu mungkin menuju resesi.

“Dengan ekonomi utama di zona euro yang melaporkan pertumbuhan negatif, mungkin saja kita akan melihat resesi. Jadi, untuk emas khususnya, itu meningkatkan ekspektasi dari apa yang akan dilakukan Federal Reserve AS dalam hal pelonggaran suku bunga," kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan emas dalam waktu dekat ini. Mungkin ada kemungkinan dmana harga emas kembali naik," ucapnya lebih lanjut.

PDB zona eropa hampir tidak tumbuh pada kuartal kedua 2019 karena ekonomi di seluruh blok kehilangan kekuatan ekonomi. Sebut saja Jerman, ekonomi mereka terpengaruh karena perlambatan global yang didorong oleh konflik perdagangan dan ketidakpastian Brexit.

Ini terjadi setelah data menunjukkan pertumbuhan dalam output industri China pada bulan Juli naik paling lambat dalam lebih dari 17 tahun.




www.liputan6.com/bisnis/read/4038813/harga-emas-diprediksi-tembus-rp-800-ribu-per-gram-di-akhir-2019?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftag%2Fharga-emas

15 Agustus 2019

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 1.000 per Gram


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 754 ribu per gram, pada perdagangan Rabu (14/8/2019). Pada hari sebelumnya, harga emas mencapai Rp 755 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam, pada hari ini juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 682 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 682 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.03 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.780.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 15.010.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 401.500

* Pecahan 1 gram Rp 754.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.457.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.164.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.590.000

* Pecahan 10 gram Rp 7.115.000

* Pecahan 25 gram Rp 17.680.000

* Pecahan 50 gram Rp 35.285.000

* Pecahan 100 gram Rp 70.500.000

* Pecahan 250 gram Rp 176.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 351.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 703.600.000


www.liputan6.com/bisnis/read/4037216/harga-emas-antam-lebih-murah-rp-1000-per-gram?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftag%2Fharga-emas

14 Agustus 2019

Waspada! Harga Emas Hari Ini Rentan Koreksi, Ambil Untung?



Pt. kontak perkasa futures - Harga emas dunia melanjutkan penguatan perdagangan Selasa (13/8/19). Kekhawatiran para pemilik modal akan terjadinya perlambatan ekonomi global dan resesi di Amerika Serikat (AS) semakin memuncak. 

Pada perdagangan tengah hari kemarin, harga emas dunia sudah tembus US$ 1.519,75/troy ons pada pukul 12:50 WIB, melansir data investing.com. 



Sercara teknikal, jika melihat grafik harian harga emas masih bergerak di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), dan MA 21 hari (garis merah), dan atas MA 125 hari (garis hijau). 

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif dan bergerak naik, histogram juga di area positif. Indikator ini memberikan gambaran peluang penguatan emas dalam jangka menengah.



Pada time frame 1 jam, emas bergerak di atas MA 8, dan MA 21 namun masih di atas MA 125. Indikator stochastic bergerak naik dan berada di wilayah jenuh beli (overbought). Indikator terakhir tersebut membuka peluang koreksi harga emas emas. 

Resisten terdekat berada di kisaran US$ 1.521, selama tertahan di bawah level tersebut, emas berpotensi turun ke area US$ 1.515. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang penurunan ke area US$ 1.508. 

Selama tidak menembus ke bawah US$ 1.508, logam mulai masih berpotensi kembali menguat, apalagi jika mampu bertahan di atas US$ 1.515. Penembusan ke atas resisten US$ 1.521 akan membawa emas ke resisten kuat US$ 1.526. Jika mampu menembus resisten kuat tersebut, emas akan terbang lebih tinggi lagi.

Selain faktor teknikal, sentimen lain yang mempengaruhi harga logam mulia ini adalah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia yang semakin nyata.

Sejumlah sentimen negatif menghantui pelaku ekonomi, mulai dari perang dagang plus bumbu potensi currency war (perang mata uang), kebijakan moneter longgar dari banyak bank sentral dunia, dan adanya kerusuhan di Hong Kong, yang merupakan salah satu hub finansial global. 

Faktanya para ekonom, pelaku pasar, pengusaha dan pejabat pemerintahan kini semakin pesimistis perang dagang antara AS dengan China akan segera berakhir. Efeknya perekonomian global akan semakin melambat, dan ancaman resesi semakin nyata.

Bahkan Goldman Sachs sudah sangat pesimistis akan terjadikesepakatan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu terjadi sebelum pemilihan presiden AS tahun 2020 nanti. Bahkan lembaga keuangan asal AS ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Paman Sam untuk kuartal IV-2019 menjadi 1,8% dari sebelumnya 2,0%.

Sementara itu, bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) kembali mendepresiasi nilai tukar yuan terhadap dolar AS pada hari ini. Langkah dari PBoC tersebut dikhawatirkan akan membuat AS ikut melemahkan dolar, dan currency war akan segera dimulai. 

PBoC menetapkan nilai tengah yuan di level 7,0362/US$ lebih lemah dari kemarin 7,0136/US$. Penasehat perdagangan Presiden Trump, Peter Navaro, pada Jumat (9/8/19) lalu mengatakan AS akan mengambil tindakan keras jika Beijing terus mendepresiasi mata uangnya. 

"Jelas, mereka (China) memanipulasi mata uangnya dari sudut pandang perdagangan" kata Navaro dalam acara Closing Bell CNBC International pada Jumat lalu. "Jika mereka terus melakukannya, kita (AS) akan mengambil tindakan keras pada mereka" tegas Navaro.

Jika perang mata uang terjadi, ancaman resesi akan semakin menjadi nyata. Kondisi ketidakpastian global yang sangat tinggi membuat bank sentral AS akan kembali agresif dalam memangkas suku bunga di tahun ini. 

Data piranti FedWatch milik CME Group menunjukkan probabilitas suku bunga The Fed 1,25%-1,5% di bulan Desember sebesar 42%, menjadi yang tertinggi dibandingkan probabilitas level lainnya. Persentase tersebut tidak terlalu jauh dengan probabilitas suku bunga sebesar 1,5%-1,75% sebesar 40,5%. 

Data tersebut menunjukkan pelaku pasar melihat The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali lagi tahun ini. Pemangkasan suku bunga paling cepat akan dilakukan pada September sebesar 25 basis poin menjadi 2%-2,25% dengan probabilitas sebesar 81,2%, berdasarkan peranti FedWatch siang ini. 

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, juga aset lindung nilai terhadap inflasi sehingga penurunan suku bunga oleh The Fed akan menguntungkan bagi emas karena opportunity cost yang berkurang. 

Pada pekan lalu ada empat bank sentral yang memangkas suku bunga acuannya, tiga diantaranya lebih besar dari prediksi pelaku pasar. Kebijakan bank sentral di berbagai negara tersebut menunjukkan perekonomian global sedang mengalami pelambatan yang serius.

www.cnbcindonesia.com/market/20190813203459-17-91820/waspada-harga-emas-hari-ini-rentan-koreksi-ambil-untung