Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

07 Agustus 2019

Catat Pertumbuhan Positif, Total Volume Transaksi KPF Makassar Tembus 11.607 Lot


Kinerja PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang Januari hingga Maret 2019. Total volume transaksi mencapai 11.607 lot atau meningkat 4,16%.

Jumlah nasabah tahun 2018 di Makassar sebanyaj 36 nasabah. Artinya, pertumbuhan nasabah baru hingga Maret 2019 mencapai 61,11% menjadi 58 nasabah.

“Sebagian besar masyarakat Makassar bermata pencaharian sebagai pengusaha dan pedagang, sehingga dari sisi skala ekonomi mereka merupakan target potensial untuk perusahaan pialang berjangka,” papar Taufan Asmara, selaku Pimpinan Cabang KPF Makassar.

Lanjut Taufan, untuk tahun 2019, pihaknya optimistis dapat menambah jumlah nasabah baru lebih banyak. Langkah yang dilakukan selain direct contacting dan selling, juga edukasi yang berkelanjutan.

“Secara khusus kami akan mengunjungi sejumlah kampus untuk menjalankan program Futures Trading Learning Centre (FTLC) bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia,” tukasnya.

Edukasi terhadap masyarakat terkait investasi pialang berjangka perlu ditingkatkan. Olehnya, ke depan KPF akan meningkatkan sosialisasi mengenai perusahaan tersebut kepada masyarakat.

“Selama ini kami terus melakukan sosialisasi dengan tim marketing kepada para calon nasabah. Makassar memiliki nasabah potensial yang lumayan banyak,” ungkapnya.

Di Makassar, investasi emas berjangka yang paling banyak diminati. “Saat ini emas yang menjadi komoditi yang diminati nasabah,” pungkasnya.(*)



www.gosulsel.com/2019/08/02/catat-pertumbuhan-positif-transaksi-kpf-makassar-tembus-11-607-lot/

06 Agustus 2019

Kwartal I Capai 10,99 Persen, Ini Penyebab Kinerja KPF Tumbuh Positif


PT. Kontakperkasa Futures - Kinerja PT Kontak Perkasa Futures (KPF) hingga 31 Maret 2019 sangat oke. Sepanjang kwartal I, volume transaksi sebesar 152.606 lot atau meningkat 10,99 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 23,85 persen menjadi 140.114 lot. Sementara hasil volume transaksi multilateral (komoditi) naik 6,72 persen dari tahun sebelumnya sebesar 11.124 lot.

Pertumbuhan yang positif ini tak lepas dari dukungan kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein. Meski diselimuti tahun politik yang menghangat, namun tidak menyurutkan nasabah untuk berinvestasi di instrumen perdagangan berjangka.

Dari laporan Perseroan, tercatat total nasabah baru KPF mencapai 572 nasabah, hingga akhir Maret 2019. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 13,27 persen, dibandingkan kwartal I tahun 2018, sebanyak 505 nasabah baru.

Direktur Utama PT Kontak Perkasa Futures, Parlindungan Simanjuntak mengatakan, pertumbuhan jumlah nasabah baru terjadi seiring kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap jasa investasi berjangka dan sebagai hasil upaya Perseroan memberikan layanan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Nasabah adalah mitra terdekat selama ini. Sehingga, fokus strategi kami senantiasa melihat kebutuhan nasabah yang dinamis. Dapat menjadi mitra investasi terbaik untuk mereka,” kata Parlindungan saat di Whiz Prime Sudirman, Makassar, Jumat (2/8/2019).

Sementara itu, terkait rapor positif pada volume transaksi KPF, kata dia, kinerja KPF dari tahun ke tahun selalu bergerak tumbuh secara konsisten.

“Selain dukungan nasabah dan self regulatory organization (SRO), pencapaian ini terutama berkat hasil kerja keras tim marketing, dan seluruh karyawan KPF dalam mengejar target yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Saat ini KPF telah memfasilitasi sistem transaksi perdagangan berjangka dengan SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang telah disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta.

“Dengan adanya SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana pun,” imbuhnya.

Di samping SITNA, saat ini KPF juga menyediakan fasilitas registrasi online dan aplikasi transaksi berbasis aplikasi di IOS maupun android.

“Sistem ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara real time,” pungkasnya. (**)



www.sulsel.inikata.com/index.php/sulsel/2019/08/kwartal-i-capai-1099-persen-ini-penyebab-kinerja-kpf-tumbuh-positif/

05 Agustus 2019

IHSG Bakal Perkasa, Investor Dianjurkan Buru Saham Kapitalisasi Besar



PT. Kontak Perkasa Futures - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bakal perkasa pada perdagangan saham di awal pekan ini. Alasannya, tren naik mingguan terlihat pada laju indeks untuk hari ini.

Analis Senior PT KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko menuturkan, aksi jual kaum beruang akibat volatilitas regional telah menahan kenaikan IHSG selama sepekan pada minggu lalu. Tetapi, secara grafik indeks hari ini mengindikasikan sinyal positif.

"Kalau dilihat secara kacamata grafik mingguan, maka IHSG telah membentuk kaki trend naik (up-leg) untuk mendukung kenaikan berikutnya di atas level 6.400 ke 6.470-6.500," terangnya Senin (5/8/2019).

Adapun untuk investor, dia menganjurkan untuk melakukan akumulasi positioning buy di beberapa saham big cap maupun lapis dua pilihan. Salah satunya ialah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengungkapkan, IHSG secara teknikal akan bergerak menguji support dan mencoba berbalik menutup gap yang terbentuk. Kata dia, IHSG berpeluang menguat dan bergerak ke arah zona hijau dalam rentang support di level 6.301 dan resistance di level 6.372.

Untuk saham rekomendasi, pihaknya kali ini menyarankan investor mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), hingga saham PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan dari Yuganur, pihaknya menganjurkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Waskita Beton Tbk (WSBP), PT Indotambang Raya Tbk (ITMG), serta saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Pada penutupan perdagangan saham Jumat 2 Agustus 2019, IHSG melemah 41,36 poin atau 0,65 persen ke level 6.340,18. Indeks saham LQ45 juga turun 0,82 persen ke posisi 1.008,43.

Sebanyak 276 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 143 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 398.540 kali dengan volume perdagangan 13,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 449,17,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.185.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, delapan sektor melemah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 1,57 persen, diikuti sektor konstruksi turun 1,48 persen, dan sektor perkebunan turun 1,14 persen.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor aneka industri yang naik 0,44 persen dan sektor perdagangan naik 0,26 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain PMAG turun 24,84 persen ke Rp 466 per saham, SKYB merosot 19,33 persen ke Rp 121 per saham dan MKNT turun 14,52 persen ke Rp 53 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain KPAL yang naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham, TFCO naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham dan ARTA naik 20,60 persen ke Rp 480 per saham.

www.liputan6.com/bisnis/read/4029462/ihsg-bakal-perkasa-investor-dianjurkan-buru-saham-kapitalisasi-besar