Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

05 Agustus 2019

IHSG Bakal Perkasa, Investor Dianjurkan Buru Saham Kapitalisasi Besar



PT. Kontak Perkasa Futures - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bakal perkasa pada perdagangan saham di awal pekan ini. Alasannya, tren naik mingguan terlihat pada laju indeks untuk hari ini.

Analis Senior PT KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko menuturkan, aksi jual kaum beruang akibat volatilitas regional telah menahan kenaikan IHSG selama sepekan pada minggu lalu. Tetapi, secara grafik indeks hari ini mengindikasikan sinyal positif.

"Kalau dilihat secara kacamata grafik mingguan, maka IHSG telah membentuk kaki trend naik (up-leg) untuk mendukung kenaikan berikutnya di atas level 6.400 ke 6.470-6.500," terangnya Senin (5/8/2019).

Adapun untuk investor, dia menganjurkan untuk melakukan akumulasi positioning buy di beberapa saham big cap maupun lapis dua pilihan. Salah satunya ialah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengungkapkan, IHSG secara teknikal akan bergerak menguji support dan mencoba berbalik menutup gap yang terbentuk. Kata dia, IHSG berpeluang menguat dan bergerak ke arah zona hijau dalam rentang support di level 6.301 dan resistance di level 6.372.

Untuk saham rekomendasi, pihaknya kali ini menyarankan investor mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), hingga saham PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan dari Yuganur, pihaknya menganjurkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Waskita Beton Tbk (WSBP), PT Indotambang Raya Tbk (ITMG), serta saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Pada penutupan perdagangan saham Jumat 2 Agustus 2019, IHSG melemah 41,36 poin atau 0,65 persen ke level 6.340,18. Indeks saham LQ45 juga turun 0,82 persen ke posisi 1.008,43.

Sebanyak 276 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 143 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 398.540 kali dengan volume perdagangan 13,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 449,17,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.185.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, delapan sektor melemah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 1,57 persen, diikuti sektor konstruksi turun 1,48 persen, dan sektor perkebunan turun 1,14 persen.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor aneka industri yang naik 0,44 persen dan sektor perdagangan naik 0,26 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain PMAG turun 24,84 persen ke Rp 466 per saham, SKYB merosot 19,33 persen ke Rp 121 per saham dan MKNT turun 14,52 persen ke Rp 53 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain KPAL yang naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham, TFCO naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham dan ARTA naik 20,60 persen ke Rp 480 per saham.

www.liputan6.com/bisnis/read/4029462/ihsg-bakal-perkasa-investor-dianjurkan-buru-saham-kapitalisasi-besar

02 Agustus 2019

Investor Arab Tebar Janji Investasi, RI Masih Berharap Nih?



PT kontak perkasa futures - Dalam daftar BKPM, negara-negara Timur Tengah bukanlah investor besar. Kalah jauh dibandingkan negara-negara tetangga Indonesia. Padahal nilai atau janji-janji investasi yang pernah disampaikan sangat jauh lebih besar.

Selain itu, investor dari Uni Emirat Arab (UEA) dan negara Timur Tengah lainnya belum memiliki rekam jejak investasi yang meyakinkan. 

BKPM mencatat, investasi UEA di Indonesia pada semester I-2019 sebesar US$ 46,3 juta di 57 proyek. UEA hanya menempati urutan ke-20 di daftar negara penanam modal di Indonesia. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi UAE di Indonesia tercatat US$ 35,1 juta di 51 proyek. UEA berada di peringkat ke-24.

www.cnbcindonesia.com/news/20190801200355-16-89254/investor-arab-tebar-janji-investasi-ri-masih-berharap-nih 

01 Agustus 2019

Simak! Saham Transaksi Margin & Short Sell pada Februari 2019



PT. Kontak Perkasa Futures - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar saham-saham yang dapat ditransaksikan dan dijamin dalam rangka transaksi margin dan transaksi short sell untuk periode perdagangan bulan Agustus 2019.

Daftar saham margin dan short sell tersebut dibuat berdasarkan Peraturan Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling dan Peraturan Nomor III-I tentang Keanggotaan Marjin dan Short Selling.

Aturan itu menyebutkan, hanya sebagian Anggota Bursa (AB) yang memiliki Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) di atas ataupun di bawah Rp 250 miliar yang dapat melakukan transaksi efek margin.

Berdasarkan data BEI yang dipublikasi pada Kamis (31/7/2019), ada lima saham baru yang masuk ke dalam efek margin antara lain, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA), dan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) untuk perdagangan bulan Agustus 2019. 

Mereka mendepak PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), PT Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS).

Sementara itu, ada 3 saham baru yang masuk dalam daftar efek short sell, antara lain: PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Mereka menggantikan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS). 

"Daftar efek tersebut mulai berlaku sejak 1 Agustus 2019 dan sekaligus mencabut pengumuman BEI pada 28 Juni 2019 tentang efek yang dapat ditransaksikan dan dijaminkan dalam rangka transaksi marjin dan atau transaksi short sell," Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Martin Satria D. Bako.


www.cnbcindonesia.com/market/20190731181635-17-88950/simak-saham-transaksi-margin-short-sell-pada-februari-2019