Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 Juli 2019

Wow, Tumpahan Minyak Pertamina Setara 106 Ribu Galon/Hari!



PT. Kontak Perkasa Futures - Cairan hitam kini menggenangi laut utara Jawa bagian barat akibat kebocoran minyak dan gas yang terjadi di proyek lepas pantai anak usaha PT Pertamina (Persero).

Tepatnya, kebocoran terjadi di sumur YYA-1 milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ). Kejadian ini sempat tidak terendus oleh publik, apalagi hingga tanggal 19 Juli 2019 rilis pelat merah migas tersebut masih menyebut bahwa insiden hanya menghasilkan gelembung gas. 

Dilalah, dalam paparan Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu di kantornya kemarin, terungkap bahwa insiden sudah terjadi sejak 12 Juli 2019. "Kronologi pada 12 Juli pada pukul 1.30 dini hari pada saat melakukan re-entry dari drilling activity di sumur YYA 1 lalu muncul gelembung gas," ujarnya saat menggelar konferensi pers di kantornya, Kamis (25/7/2019).

Pertamina mulai mengevakuasi pegawai pada 14 Juli dan menyatakan kondisi darurat pada 15 Juli dengan menyampaikan ke Kementerian ESDM, SKK Migas, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Hampir dua pekan berjalan sejak insiden awal terjadi, Pertamina akhirnya buka-bukaan soal peristiwa kebocoran minyak yang menimpa blok migas lepas pantai mereka. 

Saat ditanya soal jumlah minyak yang tumpah, Dharmawan mengatakan puncaknya dua hari lalu produksi bisa lebih dari 3.000 barel per hari. "Ini adalah angka perhitungan untuk pastikan berapa alat yang kita butuhkan, bukan pasti realisasi tapi untuk estimasi armada yang harus dibangun untuk antisipasi volume yang keluar," katanya. 

Angka ini memang penting diestimasi karena untuk mengetahui keberadaan material yang ada, bukan cuma dari Pertamina grup tapi juga bantuan lain agar bisa diketahui alat yang cocok untuk angkat tumpahan minyak. 

Jika dihitung secara kasar, setiap satu barel adalah 159 liter artinya ada 477.000 liter minyak mentah dan mengotori laut Jawa. Jumlah ini jika dimasukkan ke dalam galon air mineral berkapasitas 4,5 liter maka dalam sehari minyak yang tumpah setara dengan 106 ribu galon air minum. Wow. 

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menambahkan angka 3.000 barel per hari itu sebenarnya lebih ke rencana produksi, dan digunakan untuk overreactive action paling minimum. "Itu angka yang kami gunakan untuk minimum action seperti misalnya berapa kapal yang digunakan, berapa banyak oil boom, dan sebagainya yang jadi angka patokan."

Sampai saat ini indikasi sementara insiden terjadi karena anomali tekanan saat bor, sehingga mengakibatkan munculnya gelembung gas dan diikuti oleh tumpahan minyak. "Dampaknya anjungan sebabkan pergeseran fondasi dan rencana produksi dari struktur YY ada 23 juta MMSCFD dan 3.000 barel per hari."

Tumpahan minyak di sekitar anjungan langsung diupayakan, dan dilakukan penanggulangan. "Yang tidak tertangkap terbawa arus dan sampai ke pantai terdekat."

Diperkirakan masih akan memakan waktu 8 hingga 10 minggu dari sekarang sejak dilaksanakan kondisi darurat di YYA dua pekan lalu. 

Dharmawan menegaskan pihaknya melakukan upaya maksimum untuk memastikan upaya intensif termasuk bantuan dari eksternal yang kapabilitas dalam hal ini. "Tugas sekarang adalah hentikan gas dan oil spill dengan mematikan sumur YYA-I secara intensif dan bersama-sama."


www.cnbcindonesia.com/news/20190725212201-4-87712/wow-tumpahan-minyak-pertamina-setara-106-ribu-galon-hari

25 Juli 2019

Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp 13.985/US$


Pt kontak perkasa futures - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat perdagangan pasar spot. Dolar AS dibawa menjauh dari level Rp 14.000.

Pada Kamis (25/7/2019), US$ 1 dibanderol Rp 13.985 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 07:39 WIB:


Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 24 Juli pukul 15:59 WIB: 



Berikut kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 07:40 WIB:




www.cnbcindonesia.com/market/20190725074055-17-87413/pembukaan-pasar-rupiah-menguat-ke-rp-13985-us-

24 Juli 2019

Wall Street Menguat Sambut Positifnya Kinerja Emiten AS


pt. kontakperkasa futures - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Selasa (24/7/2019) setelah investor menyambut positif rilis laporan keuangan kuartal II-2019 emiten kelas kakap seperti Coca-Cola dan United Technologies.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 84 poin (0,3%) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan berlanjut menguat 0,4% (98 poin) ke 27.269,61 selang 20 menit kemudian. Pada kesempatan yang sama, indeks S&P 500 tumbuh 0,3% (8 poin) ke 2.992,5 sedangkan indeks Nasdaq bertambah 0,2% (16 poin) ke 8.219,99.

"Ceritanya di pasar sekarang ini adalah laba bersih dan prospek kebijakan moneter yang lebih longgar. Itu yang mendorong aksi borong saham," tutur chief market economist Spartan Capital Securities Peter Cardillo, sebagaimana dikutip CNBC International. 


Cardillo menunjukkan indeks S&P 500 yang terus melambung mendekati level psikologis 3.000 yang jika tertembus bisa menciptakan level support (penopang) baru untuk mencapai level psikologis selanjutnya di level 3.100.

Harga saham Coca-Cola melonjak lebih dari 4% setelah perseroan membukukan laba bersih dan pendapatan yang melampaui ekspektasi analis. Coca-Cola membukukan pertumbuhan volume dan transaksi sebesar 4%. Volume penjualan dari produk tanpa gula naik lebih dari dua digit.

Emiten lain yang menjadi konstituen Dow Jones, yakni United Technologies, juga melaporkan kinerja di atas ekspektasi dan sahamnya menguat 1,7%. Perseroan juga menaikkan target laba bersih dan penjualan untuk setahun penuh pada 2019.

Sejauh ini, lebih dari 18% anggota indeks S&P 500 melaporkan kinerja kuartal II-2019. Mengutip FactSet, 78% di antaranya telah melampaui ekspektasi laba bersih yang dipatok analis dengan agregat pertumbuhan hingga 3,6%.

Sementara itu, saham global mendapat dorongan penguatan dari ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) dan the Federal Reserve segera memangkas suku bunga acuannya. ECB diprediksi memangkas suku bunga acuan sebesar 10 basis poin (bps) pada Kamis, sedangkan bank sentral AS diprediksi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps.

www.cnbcindonesia.com/market/20190723210624-17-87043/wall-street-menguat-sambut-positifnya-kinerja-emiten-as